
" Nak, duduklah. " Pinta Pak Yusuf. Jepri duduk di sampingnya sembari melihat ke arah luar.
" Nak, apa Luna akan aman sebelum wanita itu di penjara, dia sangat bahaya bagi anak ayah!β.
" Ayah tenang saja, saya dan Semi lagi menyusun rencana agar dia segera di tangkap, kami tunggu ibu sembuh dulu agar beliau melihat langsung". Pak Yusuf mengangguk sambil menepuk pundaknya.
" Ayah tenang mendengarnya nak. Oiya. ayah tidak beri tau Luna soal mamanya di penjara, ayah tidak mau dia jadi luluh dan langsung meminta ayah untuk mencabut gugatannya!.
" Apa ayah yang melaporkan Mama ke polisi?'. Pak Yusuf menggelengkan kepalanya.
" Dia sendiri yang mengakui kejahatannya dan melaporkan suaminya. Pak Yusuf menceritakan semuanya. Jepri merasa sedih melihat Pak Yusuf bicara sambil menitihkan air mata. Pak Yusuf menghapus air matanya.
" Ayah pamit nak, ayah mau urus perusahaan ayah yang hampir hancur garaΒ² pria yang tidak tangung jawab!".
" Apa mau saya antar ayah" Ujar Jepri menawarkan.
" Terimakasih nak, tidak perlu ayah ada supir" Ucap Pak Yusuf sambil jalan duluan ke arah putrinya.
" Ayah ke kantor dulu yah sayang!". Luna seneng mendengarnya.
" Ayah serius?, jadi ayah mulai kerja lagi di perusahaan ayah". Ujar Luna.
Pak Yusuf mengangguk sembari tersenyum lebar.
" Lalu Mama?". Tanyanya. Pak Yusuf langsung sedih mendengarnya.
" Mama sudah punya kehidupan sendiri nak. mulai sekarang kamu pokus sama keluarga kamu yah, ayah pergi dulu!". Ujarnya sambil jalan keluar.
" Ayah, maaf" Ujar Luna lirih merasa bersalah. Pak Yusuf hanya tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya.
" Aku juga pamit yah". Jepri mengecup keningnya. Luna mencium tangannya.
" Hati-hati suamiku". Ujar Luna sambil tersenyum lebar. Jepri senang mendengarnya.
__ADS_1
Luna segera masuk lalu mengecek hasilnya, dan hasilnya garis dua. Luna bahagia melihatnya. " Aku harus kasih tau dia!". Ujarnya sambil memeluk testpack.
" Terimakasih Tuhan, akhirnya kebahagiaan berpihak kepada ku". Ujarnya lirih. Lila yang baru masuk senang mendengarnya
" Nona selamat, anda akan segera menjadi ibu!". Luna langsung memeluknya.
" Terimakasih Lila, aku sangat bahagia!". Ujarnya. Luna berkaca-kaca sambil mencari ponselnya.
Bel berbunyi Lila hendak membukakan pintunya.
" Lila tunggu, biar aku yang buka, tolong cari ponsel saya". Ujar Luna sambil jalan ke arah pintu.
Luna langsung membuka pintunya..
Luna terkejut melihat Jeje ada di hadapannya. Jeje melihat ke arah tangan Luna yang sedang memegangi alat tes pack.
" Mau apa anda ke sini?". Tanya Luna.
" Nona, ini ponselnya ketemu, anda mau ngabarin tuan kan soal kehamilan anda". Saut Lila sambil jalan ke arah pintu, wajahnya langsung merah melihat Jeje ada di depan matanya.
Sialan dia hamil lagi!, jadi Jepri belum tau kalau dia hamil!. bagus kalau gitu gua harus ancam dia!!. Gumam Jeje sambil menatap Luna dengan tatapan membunuh.
" Lila, tolong tinggalkan kami berdua!". Pinta Luna.
" Tapi nona?" Lila ragu untuk meninggalkan majikannya. Luna hanya tersenyum sambil mengangguk. Lila langsung pamit ke dapur namun ia tidak jauh-jauh dari Luna.
"Aku pikir kamu sudah meninggalkan Jepri setelah tau kenyataannya!. Ujar Jeje. Luna tidak menjawabnya.
Jeje mendorong pundaknya dengan jari.
" Eh Luna, dengarkan saya baik-baik!, kalau kamu mau liat ayah kamu hidup, kamu harus pergi siang ini juga dari sini!!. kalau tidak kamu akan menyesal!!β. Ancamnya.
Mendengar ancaman Jeje Luna tersenyum di hatinya.
__ADS_1
" Kalau saya tidak mau??".
" Oh. jadi kamu lebih memilih suami kamu dari pada ayah kamu sendiri!!". Jeje mulai kesal dengan jawaban Luna, Jeje melihat ekspresi wajah Luna seperti biasa saja.
" Liat ini?". Jeje melihatkan videonya sama Luna, Luna sedih melihat ayahnya di rantai seperti itu.
Jadi ayah menderita seperti itu dulu. Raut wajah Luna langsung sedih melihatnya.
Bagus. ini yang saya harapkan, dia sedih melihat ayahnya di vidio. Batin Jeje.
" Kamu liat sendiri kan!, kalau kamu mau bapak kamu selamat, siang ini kamu harus pergi dari sini!β. Luna masih mematung menatap Jeje, wanita licik yang sudah membuat dirinya tidak mempercayai suaminya.
Jeje melemparkan hasil testpack nya ke lantai lalu ia menginjaknya sampai pecah.
" Dan satu lagi!, kamu jangan kasih tau Jepri kalau kamu hamil, saya tunggu kamu sampai jam 1 siang ini, kalau kamu tidak pergi maka bapak kamu akan habis!!. Ancamnya sambil pergi.
Luna hanya menatap kepergian Jeje.
Jeje merasa senang karena dia datang tempat waktu. " Syukurlah aku datang tempat waktu, terlambat sedikit bisa-bisa Jepri tau Luna hamil". Jeje langsung naik ke mobil dan melajukan mobilnya.
Ponselnya berdering Jeje melihat nomor baru yang menghubunginya
" Siapa ini?". Dia menggeser tombol hijaunya
>> Halo, siapa ini?".
>> Sayang ini aku Zaki, aku lagi di kantor polisi kamu harus datang sekarang juga!.
>> Apa!, ko bisa kamu di sana?. Zaki menceritakan semuanya. Jeje langsung melotot tidak percaya mendengarnya.
Sial, pantas saja si Luna itu biasa saja, rupanya dia sudah bertemu dengan ayahnya!!. Jeje langsung menutup teleponnya. " Kamu liat ******, kamu akan kehilangan bayi kamu sebelum bapaknya tau!!. Jeje langsung memutar otak.
Di apartemen Luna hanya bisa menghela napasnya, dia langsung menghubungi ayahnya. Setelah mendengar suara ayahnya hatinya langsung tenang.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih π€π€