Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
6


__ADS_3

Sampai dirumah Luna segera turun dari mobilnya, ” Pak, tolong masukkan mobil saya!” Luna segera memberikan kuncinya sama satpam untuk di masukkan ke garasi rumahnya.


Luna masuk ke dalam rumah, lalu ia naik ke atas dan mengeceknya Papanya di dalam kamar. ” Pa, apa papa di dalam?” Luna mengetuk pintu kamarnya lebih dulu. Tidak ada suara Luna membuka pintunya lalu masuk ke dalam.


Luna tidak menemukan papanya lalu turun ke bawah. " Bi, apa Papa udah pergi?”. Luna menanyakan sama asistennya yang sedang merapikan pakaian. ” Ia Nona !" Luna melihat wajah bibinya seperti ketakutan. ” Bibi kenapa?, apa bibi sakit?”. Bibinya terus menundukkan kepalanya.


” Bibi.. baik-baik saja non!”. Dengan suara gugup bibinya menjawab.


" Apa bibi tau papa pergi jam berapa semalam?”. Bibinya seperti lagi berpikir mencari jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Luna. cukup lama luna menuggu jawabannya.


" Bibi tidak tau jam berapa tuan pergi Nona!”


Tumben biasanya Mama selalu minta bibi untuk menyiapkan keperluan Papa. Luna bicara dihatinya.


” Ya udah, bibi lanjutin lagi kerjanya" Bibinya langsung merapikan lagi pakaiannya.


Luna hendak pergi dari rumah orangtuanya ia membalikkan badannya lagi ke arah asistennya.


" Apa Mama jalan lebih dulu ke Paris bi sebelum Papa?”.


Bibinya langsung gugup, tangannya gemetar seperti menyembunyikan sesuatu.


Tidak ada jawaban. Luna merasa kasian sama asistennya. Luna memutuskan untuk pulang ke apartemen. Di perjalanan ponselnya berdering.


” Iya?".


” Sayang kamu dimana?, aku udah balik neh dari Paris, ngomong² kamu ganti password pintu kamar kamu yah?”.


" Aku di jalan, kita ketemu di cafe biasa saja!".


” Kenapa kamu ganti password pintunya sayang?”.


" Tut....tut...”. Teleponnya terputus.


Luna memutuskan teleponnya duluan. Lalu ia pokus lagi mengemudi.


Zaki sangat kesal dengan sikap Luna yang asal main tutup telponnya.


Di Cafe.....


Luna sampai lebih dulu di cafe, ia menuggu Zaki disana. Sambil menunggu Zaki Luna membaca berita di ponselnya. Ia membaca berita kecelakaan mobil yang masuk ke jurang. Kasian orang itu?.


Tiba-tiba Zaki mencium pipinya. " Hai sayang!" langsung duduk di depannya. Luna mengambil tisu lalu mengelapnya. " Jika kamu lakukan ini lagi maka aku akan menampar mu!!". Mendengar ancaman dari Luna Zaki sangat senang.


" Sayang udah donk marahnya jangan lama-lama, aku kangen sama masakan kamu, dan perhatian kamu lagi" Luna mendengarnya merasa jijik.


" Jauhin Mama!!, aku ingin kamu jauhin Mama!" Mendengar permintaan Luna Zaki senang karena itu yang di tunggu-tunggu nya.


” Kamu gak Kangen sama aku yang?" Zaki sengaja menarik ulur agar Luna bisa berlama-lama dengannya.


" Aku minta kamu jauhin Mama Zak, aku mohon" Kali ini dengan nanda pelan Luna memohon. Zaki seneng akhirnya Luna memohon kepadanya, melihat seperti itu Zaki mempunyai ide gila.

__ADS_1


" Aku akan jauhin Mama kamu tapi..” Zaki sengaja tidak melajukan perkataannya agar Luna penasaran.


Sudah aku duga Zaki tidak mungkin langsung melepaskan Mama gitu aja. Luna bicara dihatinya.


Ayo Lun tanya donk aku inginnya apa. Zaki berharap Luna menanyakan nya. Tapi Luna tetap diam.


” Ada syaratnya?. Akhirnya Zaki bicara juga.


Luna terlihat tidak suka mendengarnya.


Luna tidak langsung menjawabnya. Zaki mengambil minuman Luna lalu meneguknya sampai habis. ” Apa syaratnya??”.Akhirnya Luna menanyakannya juga.


Luna ini benar-benar batu, dia ini wanita ego dan keras kepala, oke kita lihat Lun sejauh apa harga dirinya lo itu bertahan. Zaki terseyum licik.


Zaki menarik tangan Luna hendak menciumnya. Luna langsung menarik tangannya. Zaki hanya tersenyum tipis dan makin semangat untuk membuat hidup Luna tergantung kepadanya.


" Kamu harus jadi budak **** ku!!” Luna mendengarnya langsung berdiri.


" Kamu sudah tidak waras Zak!!". Luna hendak pergi dari cafe.


” Sayang aku akan beri waktu kamu sampai malam, jika kamu menolaknya maka aku akan menikahi ibumu!”.


Luna langsung pergi dengan keadaan marah. Zaki melihatnya senang. Aku yakin kamu akan menerima syarat itu!.. Zaki segera pergi dari cafe lalu menghubungi seseorang.


Luna segera manarik napasnya, amarahnya benar-benar memuncak. ” Tuhan kenapa aku baru sadar orang seperti apa dia itu!!”. Luna hendak menghubungi Mamanya tapi Mama nya menghubungi Luna duluan. Belum Luna jawab Halo, Mamanya bicara duluan.


” Luna kamu apa-apaan sih suruh Zaki untuk jauhin Mama!!, dan apa tadi kamu rela jadi budak **** nya demi Zaki agar jauhin Mama?”


” Jika Zaki jauhin Mama, maka Mama akan putuskan hubungan kita, Mama tidak akan anggap kamu lagi sebagai anak Mama!!”.


Teleponnya terputus. Luna merasa sesak di dadanya ia langsung menangis. Ponselnya bunyi lagi namun kali ini pesan masuk.


...💌...


" Yang sabar ya sayang kamu pasti habis di marahin Mama kamu?, apa kamu yakin tidak mau menerima syarat yang aku ajukan tadi?, Kamu tau, Mama kamu saja selalu memintaku untuk melakukannya setiap malam!.


Luna segera menghapusnya lalu melajukan mobilnya. Diperjalanan Luna kesal campur sedih, Mamanya sudah kelewatan batas. Ponselnya berdering lagi. Kali ini nomor baru.


Luna langsung angkat telponnya.


” Iya Halo?”


" Dengan keluarganya Pak Yusuf?".


” Iya saya putrinya, dengan siapa saya bicara?”


" Saya dari pihak kepolisian untuk memberitahu anda jika mobil yang di kendarai Pak Yusuf masuk jurang!”


” Apa?!!., gak mungkin.. gak mungkin itu papa saya pak! anda jangan asal bicara pak!!.


" Maaf nona, dengan berang bukti yang ada di TKP nomor Indentitasnya atas nama Yusuf Zaidi dan surat-surat kendaraan lainnya ini milik papa anda

__ADS_1


Luna langsung menangis. " Papa!"


" Nona apa anda masih di situ?”. Polisi mendengar suara tangis Luna.


" Iya Pak saya masih mendengarkan anda!, dimana pak lokasinya?”.


Pak polisi langsung memberi tau alamatnya. Luna segera melajukan mobilnya sambil menangis. " Papa!" dengan suara keras Luna terus memanggil namanya.


Dengan keadaan kalut Luna tidak pokus mengemudi ia tidak memperhatikan jalan di sekitarnya. ” Break!!" tubuh Luna sampai ke angkat kedepan ia menabrak mobil di depannya. Luna melotot dengan mata sebab ia menurunkan kacanya hendak minta maaf.


" Apa anda tidak mempunyai SIM?". Luna melihat ke arah pria yang di tabrak nya.


" Apa maksud ada?" Luna bingung dengan pertanyaan Pria yang baru menegurnya.


" Anda sudah menabrak mobil saya, dan anda tidak lihat itu lampu merah, jika anda mempunyai SIM anda akan tau tanda berhenti dan jalan Nona!!".


" Maaf Pak saya tidak sengaja saya akan tanggung jawab tapi nanti karena saya buru² sekarang!". Pria itu melihat wajah Luna dan matanya bengkak.


Sepertinya gadis ini lagi ada masalah. Pria itu memperlihatkan Luna.


Luna mengeluarkan kartu namanya, " Ini pak saya janji akan tanggung jawab!"


Pria itu langsung menerima kartu namanya lalu masuk ke mobilnya. Lampu langsung hijau. Luna segera melajukan kendaraannya. Pria itu langsung mengikutinya dari belakang.


Mobil Luna berhenti. Pria itu memperhatikan dari kejauhan. Luna terlihat sangat panik dan menangis di pinggir jalan, polisi memegangi tangannya karena Luna hendak turun ke bawa mencari papanya.


Pria itu langsung turun dan menghampiri polisi.


" Apa anda kecelakaan di sini Pak?".


" Iya pak, dan itu putrinya yang mengalami kecelakaan!.


Pria itu langsung menatapnya. Pantas saja tadi dia tidak pokus mengemudi ternyata Papanya kecelakaan kasian. Pria itu masih disana dan memperhatikan Luna.


Cukup lama tiem SAR turun hanya mobilnya yang terangkat dengan alat berat. Tapi Pak Yusuf tidak ada di mobilnya.


” Pak, mana papa saya??" Luna masih berharap papanya masih hidup. Polisi itu lalu menenangkan Luna. " Nona, papa anda belum kami ditemukan, cukup dalam jurang nya bahkan sangat kecil kemungkinan papa anda selamat!”.


Luna langsung pingsan di tempat.


Pria itu langsung menghampiri polisi. " Pak dia temanku, aku akan membawanya ke rumah sakit!” Polisi langsung membantunya membawa Luna ke dalam mobil pria yang di tambaknya.


Di perjalanan Luna terus mengigau memanggil papanya.


” Pa, jangan tinggalkan Luna sendiri, Luna takut Pa!" Pria yang membawanya hanya mendengarkan sembari pokus mengemudi.




Terima kasih jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗

__ADS_1


__ADS_2