
Jepri dan Luna melakukan beberapa ronde, di tengah² Luna merasa pusing dan mulai kunang-kunang. Dia tidak langsung bangun masih diam di tempat tidur.
" Sayang maaf, aku lelah apa boleh aku istrhat sebentar" Pinta Luna dengan suara pelan. Jepri melepaskan pelukannya lalu melihat wajah istrinya pucat.
" Apa kamu sakit?". Jepri meletakkan tangannya di keningnya. Tidak panas namun wajah Luna sangat pucat.
" Saya hanya butuh tidur" Jawab Luna seraya menarik selimut. Jepri langsung bangun pergi ke dapur mengambilkan minum. Dia datang dan langsung memberikan Luna minum.
" Maaf, apa tadi terlalu kasar?". Ujar Jepri sambil memberikan minum.
" Tidak, anda tidak salah sayang". Jawab Luna sembari menyentuh tangan Jepri. Jepri mengusap pucuk kepalanya. Ponselnya berdering. Jepri langsung ambil teleponnya.
>> Iya bang?.
>> Dia ada di sampingku, kami baik² saja, ibu gimana?.
>> Syukurlah kalau ibu membaik. Jepri mulai menjauhi Luna sambil bicara di telepon sama Zapran.
Luna langsung tidur karena tubuhnya mulai capek. Selesai telepon Jepri langsung masuk ke kamarnya. Melihat istrinya tertidur pulas Jepri hanya tersenyum. Dia langsung membuka laptopnya dan mulai mengerjakan kerjanya.
Di kantor polisi.
Pak Yusuf sudah memutuskan kalau mantan istrinya harus menebus dosanya.
Lala sedih karena Pak Yusuf tidak mau memaafkan dirinya. Dia tidak berani mendekati Pak Yusuf.
__ADS_1
Sementara Zaki masih belum negosiasi sama polisi soal kuasa hukum nya. Dia tetap bilang kalau dirinya di jebak sama Lala.
"Dasar tua bangka!, harusnya dulu kamu mati!!" Umpatnya sambil berdiri. Pak Yusuf tidak membalasnya dia hanya tersenyum tipis sambil jalan ke luar.
" Papa" Panggil Lala lirih. Pak Yusuf diam membeku, dia melihat ke arah Lala yang di bantu sama polisi.
” Mama mohon, Mama minta maaf!". Ujarnya sambil menitihkan air matanya.
Pak Yusuf langsung menarik napasnya dia masih menyimpan rasa kepada Lala.
" Iya, saya maafin kamu, tapi saya tidak bisa memaafkan perbuatan kamu sama anak saya!". Jawab Pak Yusuf sambil jalan keluar kantor polisi. Semi langsung membukakan pintu mobilnya, mereka lalu pergi.
Hari menjelang malam.
Melihat istrinya masih tertidur pulas dia hanya tidur di samping istrinya.
Keesokannya Luna bangun dan tubuhnya merasa segar. Dia langsung menghubungi Lila untuk membeli testpack. Luna segera mandi dan bersiap.
" Non, apa anda hamil?". Tanya Lila sembari tersenyum senang. Luna langsung menutup bibirnya dengan jari agar Lila tidak bicara kencang.
" Doain yah, semoga hasilnya akurat!". Jawab Luna, Lila hanya mengacungkan jempol nya. Luna langsung mengeceknya di kamar mandi, lalu ia simpan di bawah wastafel.
Jepri langsung bangun dan segera mandi. Tidak melihat istrinya di kamar. Jepri langsung keluar dengan pakaian rapih.
Melihat istrinya sibuk, Jepri hanya berdiri di belakangnya.
__ADS_1
" Kamu lupa sama tugas pertamamu??". Luna yang sadar langsung berbalik ke arah suaminya.
" Much, selamat pagi sayang?". Luna mencium bibirnya sambil tersenyum lebar.
Jepri langsung duduk di kursi. Luna melayaninya seperti biasa. Hening keduanya sarapan. Bel berbunyi Luna hendak membuka pintunya.
"Saya saja yang buka pintunya! ”. Jepri segera berdiri lalu membuka pintunya.
" Ayah, masuklah" Ujarnya sambil membuka pintunya dengan lebar.
" Pagi nak, apa ayah menganguk kalian?".
" Tidak ayah!". Saut Luna sambil jalan dan memeluknya. Jepri hanya diam membeku.
" Ayah udah sarapan?". Tanya Luna.
" Sebelum kesini ayah udah sarapan, kalian lanjutin dulu aja. Oiya nak Jepri, ayah tunggu di teras yah ada hal yang ingin ayah bicarakan berdua!". Jepri mengangguk sambil menatap ke arah pak Yusuf.
Luna menatap suaminya. Jepri menatapnya balik
" Ada apa?". Tanya Jepri.
" Tidak" Luna melanjutkan sarapan dengan hening. setelah sarapan Jepri keluar menghampiri ayah mertuanya di luar.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗.
__ADS_1