Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
61


__ADS_3

Merasa sudah puas keduanya sama-sama mandi lalu keluar dari kamar hotel bersama.


Jeje senyum-senyum sendiri sembari membayangkan bagaimana reaksi Luna mengetahui papanya masih hidup. Zaki mengantar Jeje dulu masuk ke mobil sedangkan dirinya masuk lagi ke kamar hotel untuk ambil rekamannya.


Zaki mencium rekamannya sambil keluar dari kamar, dengan ini kamu akan patuh kepada ku. Zaki tersenyum licik lalu naik ke mobil dan pulang ke rumah nya.


Di rumah Tari menyambutnya pulang.


" Sayang, bagi uang donk, aku ingin beli tas baru" Tari mengulurkan tangannya. Zaki langsung mengeluarkan uang di dompetnya.


" Cukup?". Tari tersenyum lebar, Ia langsung memeluknya erat.


" Aku pergi dulu ya", Tari segera pamit keluar, Zaki mulai bosen sama Tari. Ia langsung pergi ke basemen disana ada ruangan khusus di bawah tangga. Zaki mengeluarkan kuncinya lalu masuk.


Pa Yusuf sudah tidak seperti dulu lagi dia sangat lusuh dan dekil. Zaki mengecek stok makanannya.


" Gimana kabar Luna?" Zaki menoleh ke arahnya.


" Untuk saat ini dia baik, tapi sebentar lagi dia tidak akan baik-baik lagi karena ada perempuan yang tergila-gila sam suaminya!". Pak Yusuf makin lemas mendengarnya, kakinya di rantai ia tidak bisa kemana-mana bahkan untuk menjemur tubuhnya ia tidak bisa, cahaya matahari pun tidak masuk ke ruangannya. Hanya ada cahaya lampu redup di ruangannya.


" Sebentar lagi ada seseorang yang akan menemanimu disini, agar kamu tidak kesepian lagi". Pak Yusuf langsung ingat sama anaknya.


" Zaki tolong jangan buat Luna menderita lagi saya mohon!" Pak Yusuf memohon.


” Ha-ha-ha" Zaki malah tertawa mendengarnya. Zaki segera keluar dari ruangan gelapnya, ia langsung masuk ke dalam rumah.


" Suster!, Lala dimana?”. Teriaknya sambil jalan ke arah dapur.


" Ada di kamar saya tuan!".

__ADS_1


" Oiya, mulai besok kamu tidak usah kerja lagi, karena mulai hari ini kamu saya pecat!". Suster yang bantu Lala melongo mendengarnya.


" Ini gajih mu sekaligus uang pesangon!". Susternya hanya bisa menerimanya dengan lapang dada, ia sendiri takut sama Zaki yang sadis.


" Kamu boleh pergi sekarang juga!". Suster itu langsung pamit dan membereskan pakaiannya.


" Sus, kamu mau kemana?". Lala terkejut melihat Susternya sudah rapihΒ² pakaian.


" Maaf nyonya saya di pecat, dan saya harus keluar rumah hari ini juga". Lala melongo.


" Tidak suster kamu harus bantu saya keluar dari rumah ini dulu!" Lala memohon sambil memegangi kaki susternya.


" Saya takut nyonya, saya mohon lepaskan tangan anda" Susternya memohon.


" Oke, kamu harus cari anak saya Luna, dia menikah dengan pengusaha muda yang kantornya di jalan D, tolong sampaikan kepadanya kalau ayahnya masih hidup!".


" Prok.... prok.. Suara tepuk tangan Zaki. ia rupanya mengikuti suster itu ke kamarnya.


Ancam Zaki membuat susternya ketakutan.. Susternya cepat-cepat keluar dari kamarnya.


Lala langsung diam ia menangis di hatinya. Ia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa kakinya lumpuh total. Zaki tersenyum mengejek, ia segera pergi menyusul suster itu ke luar rumah.


Lala pun langsung menangis dan memukuli kakinya yang tidak berguna. Zaki!, kamu pria berengsek!!. Maki nya.


Di fila Jepri sedang asik nonton film di dalam kamar, ponselnya bunyi ia segera membukanya matanya terbuka lebar melihat isi pesan yang di kirim Jeje ke ponsel Luna. Jeje tidak tau kalau ponsel Luna sudah di tukar sama Jepri. Jepri langsung menghubungi Semi.


~~ Iya tuan?.


~~ Sem, dia sudah mengirimkan vidio pak Yusuf, kamu benar dia masih hidup.

__ADS_1


~~ Baik tuan saya akan selidiki segera.


~~ Ingat Sem!, jangan sampai Luna tau soal ini, saya ingin beri tau dia kalau papanya selamat dan layak untuk di liat.


~~ Baik tuan". Jepri menutup telponnya ia memikirkan sesuatu agar Jeje tidak curiga. Mendengar suara pintu kebuka Jepri langsung pergi ke balkon.


Di mobil Jeje menuggu pesan dari Luna. ponselnya bunyi ia segera melihatnya.


πŸ’Œ( Apa benar itu papa aku?, lalu apa mau kamu?) Pesan dari nomor Luna. Jeje makin semangat.


πŸ’Œ( Mau aku, kamu pergi dari hidup Jepri sejauh mungkin!). Pesan dari Jeje.


πŸ’Œ ( Kalau aku gak mau?). Pesan dari Luna.


πŸ’Œ( Saya pastikan papamu makin menderita!!).


πŸ’Œ(Oke saya mau!". Balasan dari Luna.


Jeje langsung teriak sekuat tenaga. Akhirnya dia mau pergi, benar kata Zaki kalau wanita ini akan melakukan apapun demi papanya. Jeje mengirimkan pesan lagi


πŸ’Œ ( Tunggu sampai gua kasih tau lo harus pergi kapan, dan pastinya Jepri tidak boleh tau soal ini, kalau dia tau resikonya lo tanggung sendiri!).


πŸ’Œ ( Iya, tapi papa sehat kan?). Luna


πŸ’Œ( Iya, untuk saat ini beliau sehat, tapi gak tau kedepannya!). Jeje.


Jepri mengepalkan tangannya. Kamu sudah kelewatan batas!, kali ini kita akan bermain-main dulu. Jepri tersenyum jahat.


__ADS_1



Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih πŸ€—πŸ€—


__ADS_2