
Luna melihat mobilnya sudah pergi. Ia tersenyum lalu masuk ke butiknya.
Di mobil Jepri terus memegangi tangannya yang bekas di cium Luna. Ia melamun hatinya goyah.
" Tuan muda!" Semi sudah lama membukakan pintunya. Jepri tersadar ia segera turun dari mobil.
Dia itu gadis penakut tapi pagi ini dia banyak bicara tidak seperti biasanya. Jepri terus memikirkan perubahan Luna.
" Sem, apa kamu pernah lihat orang yang tiba-tiba berubah dalam satu malam?”. Semi bingung harus jawab apa.
" Maksud anda nona tuan?”.
" Ya. sebelum dia seperti tadi, malamnya dia tidur bersamaku. lalu tengah malam dia mimpi dan kebangun, dan paginya dia jadi berubah, apa dia punya kepribadian ganda?”.
" Saya rasa mungkin nona sadar jika ia sudah jadi seorang istri tuan, makanya bersikap seperti tadi”.
Jepri tidak bicara lagi. ” Tapi saya pernah bilang jika ini hanya sandiwara!”.Jepri langsung diam. Kenapa aku jadi bahas dia. batin Jepri.
Tuan anda belum sadar jika anda punya ketertarikan pada nona Luna. Batin Sem.
" Oiya Sem kenapa kita bahas dia. gimana perusahaan Pak Yusuf, apa kamu sudah mengawasinya?”.
Anda sendiri yang bahas tuan, kalau saya tidak jawab anda akan marah. batin Semi.
” Tuan, sementara ini perusahaan masih aman di bawah pengawasan buk Lala. tapi saya rasa kedepannya akan goyang karena Pak Zaki sudah di angkat menjadi direktur!".
" Kamu tetap awasi perusahaan itu, jangan sampai perusahaannya jatuh di tangan orang lain. saya takut kalau Luna tau perusahaan itu bangkrut ia akan sedih karena itu perusahaan papanya”.
" Baik tuan".
Ujung-ujungnya nona Luna lagi kan tuan.
Luna mengingat kembali sama pakaian yang tadi di siapkan untuk Jepri.
Kurasa ukurannya L. Luna membuat kemeja panjang untuk Jepri.
" Non, orang yang saya ceritakan kemarin ada lagi tuh datang, dia tampan kan non?”. Mila tiba-tiba masuk dan bicara.
Luna berdiri lalu melihatnya. ” Kamu suka sama dia?”. Wajah Mila langsung merah merona.
” Tapi. mana mau dia sama aku Non”.
" Belum di coba mana kita tau, ayo layani dia sana.
" Oke non. Mila bergegas menghampiri cowok tersebut.
Luna melanjutkan lagi membuat kemejanya. Ponselnya bunyi.
💌
(Ada kurir yang antar makanan. jangan makan yang membuat kodisi mu memburuk)
Luna terseyum lalu ia membalasnya.
💌
( Baik pak, bapak juga jangan telat makan siang☺️)..
" Permisi apa anda desainernya?”. Luna melihat ke arah pintu. Ia segera berdiri.
" Iya ada apa Pak?”.
" Maaf Nona mengangguk waktu anda, saya hanya ingin membuat pakaian sesuai keinginan ibu saya, apa anda bisa?”. Pria itu memberikan poto baju di ponselnya.
Luna melihatnya langsung.
" Tentu pak. saya akan design terlebih dulu baru akan di buat sesuai dengan keinginan anda.
” Terimakasih Nona anda sudah mau bantu saya, karena ini sangat penting bagi saya. Pria itu mengulurkan tangannya.
" Sama-sama pak".
" Oiya saya Aris”. Pria itu menyebutkan namanya.
" Luna Pak".
Mereka saling ngbrol membahas pakaian dan ukuran. Mila gak marah ia seneng melihat bos-nya bisa tersenyum lagi seperti dulu.
__ADS_1
Di kantor Zaki tidak bekerja melainkan hanya berleha-leha dan membeli barang-barang yang mahal. Setiap ada barang keluaran terbaru ia langsung ingin membelinya.
” Ternyata enak hidup seperti ini. di kantor hanya duduk, di rumah di layani seperti raja. Zaki membuka sosial media Luna. Ia ingin sekali melihat hidupnya sekarang.
Ia mencari foto-fotonya di akun sosial media Luna. Berharap Luna masih menyimpannya.
Tidak ada yang tersisa hanya ada foto pak Yusuf dan Luna.
Dia sudah menghapusnya rupanya. Zaki menatap poto itu, sejujurnya ia masih menyimpan rasa kepada Luna.
" kenapa kamu tidak mau jadi istri ke dua aku Lun!, coba Kalau kamu nurut, aku tidak akan usulkan sama mama mu untuk menjual mu sayang”..
" Siapa yang kamu sebut dengan sebutan sayang!”. Tiba-tiba Lala datang membuat Zaki terkejut.
Zaki buru-buru mengalihkan poto mereka berdua. Lala mengambil ponselnya dan melihatnya.
” Tentu kamu sayang, aku sangat rindu sama kamu!”. Zaki segera menciumnya.
Lala membawa undangan pernikahan. " Apa ini?”. Zaki melihat namanya tertera di kartu undangannya.
” Kita akan resmikan pernikahan kita, asuransi mas Yusuf sudah cair. kita akan merayakan pesta yang megah di kota ini!.
Zaki tidak seneng mendengarnya, semua orang akan tau jika ia menikahi ibunya bukan putrinya.
” Kenapa kamu terlihat sedih apa kamu tidak senang?”.
” Tentu aku senang sayang, ini impianku selama ini” Zaki memeluknya erat. Lala membalasnya.
Zaki berpikir ia bakal jadi bahan ejekan teman-temannya.
Hari menjelang sore.
” Nona Luna apa saya boleh lagi kesini besok?”. Di belakang Aris ada Mila yang sedang memohon agar di bolehkan.
" Tentu".
Aris terlihat senang. " Baik kalau begitu saya permisi nona, terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk saya”.
" Sama-sama”.
Aris melihat ke arah Mila, ia tersenyum manis, Mila membalas dengan senyuman yang paling manis yang dia punya.
" Ha-ha-ha" Luna terlihat senang melihat mereka berdua. Mila tersipu malu.
" Non, dia tampan kan?”. Luna tidak menjawabnya langsung masuk ke ruangannya.
" Siap nona, ngomong ² untuk siapa ini?”.
” Untuk Sua.." Luna tidak melanjutkannya.
" Sua?. siapa non?”.
" Ada deh, kepo deh!”. Luna segera duduk dan melanjutkan lagi rancangan gaun untuk ibunya Aris.
Mila tidak boleh tau kalau aku kemarin menikah, apa lagi pernikahan ini hanya sandiwara.
Tidak lama terdengar suara ketukan pintu lagi
" Non, Pak Sem. Luna melihat jam di tangannya pukul 5 lebih. Ia segera keluar.
" Mil, saya pulang dulu.
Mila hanya mengangguk sambil melambaikan tangannya.
Luna melihat Jepri duduk di mobilnya sambil memainkan ponselnya.
" Selamat sore pak?”. Sapa Luna seraya duduk di sampingnya.
Jepri hanya mengangguk. Kali ini wajah Luna terlihat cerah. Jepri sampai melongo melihatnya.
Sepertinya dia sedang bahagia. apa yang membuatnya senang seperti itu.
Luna meliriknya, Jepri langsung batuk. " Uhuk uhuk.." Spontan Luna menepuk-nepuk punggungnya.
" Bapak tidak apa-apa?”. Jepri makin gugup. ia hanya menggelengkan kepalanya.
Semi memperhatikannya dari kaca spion. Tuan jangan sampai anda membuat kesalahan. Batinnya.
__ADS_1
Jepri langsung biasa lagi bersikap cool di depan Luna.
" Anda sudah tidak apa-apa?”. Jepri cukup dengan menganggukkan kepalanya.
Mereka kembali ke posisinya masing-masing.. Jepri melihat ke arah samping begitu pun dengan Luna.
Sampai dirumah pun posisi mereka masih sama seperti awal. Kali ini Luna membawakan tasnya.
" Kamu mau bawa ke mana tas saya!”.
" Saya bawa ke dalam, ini udah tugas saya. Luna membawanya duluan. Tampa sepengatahuan Jepri Luna sebenarnya takut jika Jepri marah kepadanya.
Aku harap dia tidak marah, pak jangan panggil saya lagi. batinnya sambil jalan ke dalam rumah.
Semi dan Jepri saling memandang. Ia segera masuk menyusulnya.
Luna merasa lega karena Jepri tidak teriak memanggilnya.
Jepri dan Semi tidak langsung istrhat mereka langsung ke ruang kerjanya mengurus perusahaan cabang lainnya.
Sedangkan Luna langsung membersihkan tubuhnya.
Ponselnya bunyi. Luna meraihnya lalu ia buka.
💌
( Selamat malam nona. ini Aris, saya dapat nomor nona dari Mila).
💌
(Malam juga baik Pak Aris, saya save nomornya)
💌
( Terima kasih nona, jika tidak keberatan pagi-pagi sekali saya mau ke butik?).
” Malam-malam begini lagi chat sama siapa kamu?”. Luna terkejut mendengar Jepri bicara.
" Ini sama customer, dia ingin membuat gaun untuk ibunya. apa bapak butuh sesuatu?”. Jepri tidak menjawabnya ia langsung ke kamar mandi.
Luna menaruh ponselnya lalu ia menyiapkan pakaiannya di ruang ganti.
Jepri keluar dari kamar mandi melihat pakaian tidurnya sudah tersedia. Ia memakainya lalu keluar.
Melihat Luna tertawa nonton TV Jepri duduk di sampingnya.
" Apa bapak butuh sesuatu?”.
" Apa tidak ada pertanyaan lain selain itu?”. Luna sedikit berpikir.
" Apa bapak mau makan?”.
" Kamu lapar?, ayo kita makan”. Jepri langsung berdiri. Di ikuti Luna dari belakang.
Makanan udah siap dimeja. Jepri melihat ada daging terhidang di menunya.
" Siapa yang menghidangkan daging di sini??”. Lila lupa kalau Luna alergi terhadap daging.
" Maaf tuan muda. saya lupa tadi bilang sama chef. Dengan suara gugup Lila minta maaf.
" Bawa makanan itu ke belakang. mulai hari ini dan seterusnya makanan itu tidak boleh ada di meja. kamu paham!!”. Lila mengangguk.
Luna aja sampai menelan ludahnya melihat Jepri marah. Bukannya dia suka daging. hanya aku kan yang alergi terhadap daging kenapa dia juga tidak makan aneh?.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1