Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
73


__ADS_3

Hampir satu jam Jeje menuggu Jepri datang namun ia tidak melihatnya juga. Di lantai atas Semi terkejut melihat mobil Jeje terparkir di sebrang jalan dari kantornya.


Pantas saja dia tidak terlihat di kamera rupanya dia mengawasi Jepri dari sana. Semi langsung menghubungi Jepri namun. tidak ada jawaban juga.


Di apartemen Luna merasakan tubuhnya ngilu, ia langsung bangun dan terkejut melihat Jepri tertidur pulas di sampingnya dan tidak memakai pakaian sehelai pun.


Melihat dirinya sama tidak memakai pakaian. Luna langsung masuk ke kamar mandi dan mengingat lagi kejadian semalam.


Jangan bilang malam itu bukan mimpi, tidak-tidak mana mungkin itu nyata. Luna terus berpikir sambil membersihkan tubuhnya. Ia keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Lila yang sedang memasak untuk sarapan.


Luna malah bengong sambil menyiapkan air yang tumpah-ruah.


" Nona apa anda baik-baik saja?". Tanya Lila sambil mematikan airnya.


Luna masih saja bengong kepikiran soal kejadian semalam.


Lila memegangi pundaknya.


" Non, anda kenapa?". Luna langsung sadar.


" Tidak, saya baik² saja Lila, apa sarapannya sudah beres?" ..


" Sudah non, saya permisi dulu" Lila langsung pamit pergi.


Luna menarik napasnya lalu pelan-pelan masuk ke kamar. Melihat suaminya sudah bangun dan berdiri di depan pintu kamar mandi Luna langsung menutup matanya dan hendak ke luar.


" Mau kemana kamu?". Luna tidak jadi pergi ia membalikkan badannya dan matanya masih terpejam.


" Kesini kamu!". Dengan langkah pelan dan wajah menunduk Luna mulai mendekati jepri.


Jepri ingin tertawa namun ia tahan.


Wajah Luna mulai panas di padang terus sama Jepri. Jepri mengangkat wajahnya. Luna makin malu di buatnya.


" Kamu lupa kejadian semalam?". Luna melotot mendengarnya.


" Matanya biasa aja sampe keluar gituh!". Luna makin gugup.


" Maaf sayang, saya tidak bermaksud mendorong anda malam itu.


" Oh. jadi kamu mulai Ingat, bagus deh!”. Jepri mendekatkan tubuhnya ke arah Luna. Sambil memainkan rambut panjangnya.


Luna benar-benar gelisah dan merinding.


" Sayang". Luna melotot mendengarnya.


" Bukanya itu yang kamu inginkan, aku panggil kamu dengan sebutan sayang, atau istriku kan!". Jepri mulai menggodanya.

__ADS_1


Mendengarnya Luna merasa aneh dan mengutuk dirinya sendiri.


" Sayang apa anda mau mandi?". Luna mengalihkan pembicaraannya. Jepri tidak menjawabnya malah menciumnya dengan lembut. Jepri memegangi jantung Luna.


" Apa sudah terdengar suara detak jantungnya?". Luna makin malu sama ulahnya sendiri. Jepri terus memancingnya.


Jepri menujuk lehernya dengan jari. " Beri tanda di sini!". Pintanya sambil menunjuk lehernya.


" Tapi sayang, nanti anda malu kalau ketemu klien anda di kantor!". Jepri tetap menunjuk lehernya agar Luna memberi tanda. Dengan malu-malu Luna memberikan tandanya.


Jepri nunjuk lagi. Luna menurut saja dan langsung melakukannya. Jepri ingin tertawa puas lagi² ia harus menahannya.


Setelah merasa cukup. Jepri langsung masuk ke kamar mandi dan tertawa di dalam sana.


Sedangkan Luna menggerutu dihatinya merasa kesal gara-gara di pikirnya mimpi malah kenyataan.


Duduk dimeja makan sambil bengong memikirkan gimana caranya agar rasa malunya hilang.


Luna meremas tangannya merasa gugup. Jepri duduk di depannya sambil meneguk air yang sudah di siapkan oleh Luna.


" Sayang" Luna langsung tersadar dan gugup. Melihat Luna gugup Jepri sangat senang.


" Kenapa diam sayang". Luna tersenyum malu mendengar panggilan sayang dari Jepri. Gara² kekonyolan aku tadi malam dia makin menggoda ku. Batin Luna.


Ponsel Jepri bunyi, Jepri langsung membuka pesannya. Matanya terbuka lebar. Jepri langsung menghubungi Semi dan menjauhi Luna.


Tidak lama Jepri datang dan langsung mengecup bibir Luna.


" Istriku sayang. saya pergi dulu ya". Jepri lagi² menggodanya. Luna yang gugup tidak sadar kalau Jepri belum sarapan.


" Tapi sayang, anda belum sarapan".


" Aku sayang kamu istriku" Jepri malah menjawab seperti itu dan langsung pergi. Luna mendengus kesal sambil melambaikan tangannya.


Jepri datang lagi menghampiri Luna. Luna melotot melihatnya.


" Ketinggalan sesuatu". Kata Jepri sambil mengecup keningnya lalu mengulurkan tangannya. Luna langsung menciumnya.


" Aku sayang istriku". Ucap Jepri sambil membuat love di tangannya. Kali ini Luna tidak marah ia sangat senang.


" Kenapa hati ini jadi senang. saya tau dia melakukan itu sandiwara. Luna menutup pintunya sambil tersenyum bahagia.


Jepri berpikir lagi, kenapa dia bisa melakukan hal yang konyol kaya tadi.


" Kenapa harus susah-susah mengungkapkan perasaan ini kalau cara tadi lebih mudah. Batin Jepri.


Jepri langsung mengunakan taksi dia tidak turun di depan loby kantornya. Dia turun agak jauh dan langsung masuk lewat belakang.

__ADS_1


Jepri langsung menemui Semi. Jepri sengaja keluar ruangan agar terlihat ada di kantornya. Rencananya berhasil Jeje melihat ke arahnya.


" Jadi Jepri benar tidur di kantor!. tapi kenapa satpam tadi malam bohong. Jeje terus berpikir lalu ia melajukan mobilnya pergi.


" Tuan, wanita itu sudah pergi". Jepri langsung tersenyum tipis lalu duduk di kursinya. Semi mengerutkan keningnya.


" Karena hari ini saya lagi senang. saya ingin memberikan bonus untuk semuanya!" Semi mendengarnya langsung senang.


" Terimakasih tuan". Jepri hanya tersenyum sambil mengangguk.


Apa yang membuat tuan senang seperti itu. Batin Semi. Semi bahagia melihat Jepri seperti dulu lagi yang tidak kaku dan pemarah.


Dirumah Jeje menghubungi seseorang untuk merias kamar tidurnya Setelah di rias kamarnya ia memesan makanan di restoran


Pokoknya malam ini kita akan senang-senang sayang. Kita berdansa dan dinner. Jeje membayanginya saja sudah bikin dia bahagia.


Ponselnya berdering. Jeje melihat ponselnya.


" Dia lagi". Sebelum angkat teleponnya Jeje mengirimkan pesan ke seseorang.


Zaki menghubungi nya lagi. Jeje angkat teleponnya.


>> Iya.


>> Kamu kemana sayang dari kemarin baru aktif nomornya.


>> Saya lagi sakit, dan butuh waktu untuk rehat sejenak.


>> Kamu sakit sayang.


>> Sakit gara-gara kamu kemarin.


>> Maaf.


>> Iya saya maafin kamu, tapi ada syarat nya?.


>> Apa?.


>> Saya mau pak Yusuf. Tidak ada jawaban.


>> Iya udah kalau gak mau.


>> Tunggu² oke, aku mau. Jeje tersenyum senang sembari merebahkan tubuhnya di sofa. Sambungan telepon terputus. Jeje loncat-loncat kegirangan.


Sebentar lagi kamu dan Luna akan cerai. dan kita akan menikah.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2