
Jepri mengambil makanan yang di makan Luna.
" Adik ipar, kasih tau donk gimana caranya menaklukkan hati dia ini?". Japran terus menggodanya.
" Udah lah bang, istriku pemalu orangnya" Jepri membela istrinya. Ziya hanya memperhatikan keduanya.
” Sayang boleh gak saya ke butik?". Jepri mengangguk tanda setuju.
" Oiya lupa, aku tidak pulang hari ini, ada kerjaan di luar kota, kamu baik-baik ya di rumah?". Luna jadi sedih mendengarnya.
" Sayang apa anda akan lama?”. Luna seperti ingin menangis.
" Cieee adik ipar, belum juga pergi air matanya hampir jatuh tuh" Ejek Japran lagi. Jepri memperhatikan mata istrinya, benar saja Luna sudah berkaca-kaca.
Kenapa aku jadi berat untuk ningalin dia. Gumam Jepri.
Jepri bangun dari kursinya dan langsung memeluknya.
" Aku gak lama, 2 hari ini aku pulang" Luna mengangguk dan langsung menangis pelan. Ziya terdiam melihat kedekatan mereka berdua.
__ADS_1
" Jepri, ibu akan lama tinggal di sini gak apa-apa kan?". Jepri mengangguk sembari melepaskan pelukannya. Jepri memegangi jasnya yang basah karena air mata Luna.
Lila hendak ke atas mengambilkan jas baru untuk Jepri.
" Tidak perlu Lila, saya mau pakai ini saja" Jepri menghapus air mata Luna.
" Aku jalan" Pamitnya. Jepri pamit sama Ziya dan juga Japran. Dari kejauhan Jeje melihatnya.
Luna dan Jepri beda mobil, Luna di antar sama supir. Hati Luna jadi sedih melihat Jepri pergi untuk pertama kalinya jauh darinya. Luna hanya diam tidak bersemangat untuk bekerja.
Di mobil Jepri senyum-senyum sendiri sembari mengingat lagi kejadian semalam.
Lila merapikan tempat sampah di kamar Jepri, ia melihat obat di tong sampah. Ziya yang tidak sengaja lewat melihatnya.
Lila yang gugup tidak menjawabnya hanya memberikan apa yang dia temukan di tong sampah.
" Pil KB?" Ziya langsung berpikir, Apa Luna benar-benar tidak ingin hamil, sampai² dia harus minum pil ini?. Gumamnya. Ziya ingat lagi sama kata² dirinya sendiri.
Tapi ini pilnya sudah mau habis, jadi dia minum pil selama ini. Gumamnya lagi. Ziya membawa pil itu keluar kamarnya. Lila gemetaran karena merasa akan ada badai besar dirumah majikannya.
__ADS_1
Aduh gara-gara aku ceroboh, nona akan kena masalah. Gumam Lila. Ziya hendak masuk kamar Jeje melihat obat di tangan Ziya lalu bertanya.
" Apa yang ibu bawa?". Ziya menceritakan penemuannya sama Jeje. Jeje awalnya terkejut tapi dia punya ide untuk membuat Jepri membenci Luna.
Dia pun segera memberi tau idenya sama Ziya, mereka kompak dengan rencana yang di buat Jeje.
" Ibu sendiri yang akan beri bukti ini sama Jepri" Kata Ziya.
Di rumah Lala....
Orang suruhannya sudah memasang CCTV di sudut yang Zaki tidak akan tau, Lala sebenarnya takut mengetahui keburukan suaminya itu, tapi ia harus melakukannya.
Lala mendengar suara mobil datang, ia tetap di kamar sembari memantau layar CCTV di ponselnya.
Zaki keluar dengan Tari, mereka berpisah di tangga. Lala masih memantaunya.
Zaki setor wajah dulu, ia mencium istrinya seperti biasa.
Zaki pamit sama istrinya mau berenang, istrinya mengijinkan Zaki berenang, Lala sendiri sudah memasang CCTV disana.
__ADS_1
Zaki keluar dengan pakai renangnya celana pendek dan singlet. Lala melihatnya keluar dari kamar, dadanya mulai sesak ketika Zaki masuk ke kamar Tari, Lala melihat mereka ciuman, suaranya tidak terdengar jelas yang pasti membuat hatinya hancur.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏🙏