Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
11


__ADS_3

Lala mengambil kertas yang jatuh di lantai ia melihatnya langsung senang. ” Sayang coba lihat gaun ini cantik banget bukan. gimana kalau kita jadikan gaun ini untuk resepsi kita nanti?”. Zaki langsung melihatnya.


” Ini bagus. pasti kamu akan terlihat lebih cantik sayang!” Puji Zaki. Mendengar Zaki memuji Mamanya Luna ingin muntah.


” Terimakasih ya Lun berkat tangan kamu saya tidak repot lagi memikirkan gaun apa yang akan saya pakai nanti!.


Mila yang melihat bos-nya diperlukan seperti itu segera mengambil kertasnya dan langsung memberikan sama Luna.


” Kalian keluar!!, jika tidak saya akan laporkan kalian ke polisi!!" Ancam Mila.


” Hahahahah ” Keduanya tertawa. ” Kamu yang akan saya laporkan karena masih buka butik milik saya!”. Saut Lala dengan sombong.


Mila berniat bicara namun tangannya di cegah Luna. ” Mil, dia itu mantan ibuku, mereka yang sudah membuat hidupku hancur. bahkan sekarang mereka masih belum puas rupanya!”.


Mila melotot mendengarnya. ”Jadi mereka selingkuh?” Mila tidak percaya ada orang tua sekejam itu.


” Udah ceramahnya, berikan kunci butiknya!” Lala memintanya langsung. Dengan kesal Luna langsung memberikan kuncinya. " Mil carikan orang untuk merapikan semuanya nanti saya angkut ke tempat tinggal saya!”.


Zaki langsung duduk di kursi tempat favorit Luna.


Luna segera mengeluarkan barang-barang di toko sebagian, kali ini Luna tidak nangis atau memohon.


Dengan tidak tau malunya Mamanya dan Zaki bermesraan di depan Mila dan juga Luna.


Hari semakin larut Akhirnya selesai juga rapih² barangnya. Luna melihat barangnya sangat banyak.


Lala dan Zaki hanya melihatnya, sedikit pun mereka tidak mau bantu.


" Sayang ini kuncinya, aku kasih ini untukmu!” Di depan Luna Lala memberikan kuncinya. Zaki terseyum senang.


Mereka lalu pergi meninggalkan butik itu. Luna merasa lemas dan sedih.


” Non, yang sabar yah” Mila memberi dukungan.


” Terimakasih ia Mil, kamu memang baik!”. Luna memeluknya.


" Iya nona sama-sama!".


Luna melihat barang-barangnya di angkut kesebuah mobil, hatinya merasa sedih karena butik itu banyak kenangannya.


" Non ayo, semua barang udah masuk ke mobil!”.


Sekali lagi Luna menatap butiknya. Dengan berat hati Luna langsung masuk ke mobil.


" Mil, sebenarnya itu bukan rumah saya, tapi rumah orang yang sudah membeli saya!” Luna menceritakan semuanya sama Mila. Mila jadi sedih mendengarnya.


” Apa Pria itu melakukan hal yang kasar kepada anda nona?” Luna menggelengkan kepalanya.


" Tidak. malah dia sangat baik aku diberi tempat tinggal dan harus mencicil hutangnya!".


Mila bernafas lega mendengarnya.


Sampai di paviliun...


Luna melihat mobil Jepri sudah terparkir di garasi. Ia turun lebih dulu, Luna berniat untuk menemui Jepri sebelum memasukkan semua barangnya ke paviliun.


Luna takut jika Jepri malah menolaknya. " Non, tuan menuggu anda di ruangannya!” Saut Lila. Luna terdiam sejenak. Dia punya Indra keenam bahkan dia tau jika aku mau menemuinya.


" Terima kasih Lila!" Luna mengikuti Lila keruangan Jepri. Sebelum masuk Lila mengetuk pintunya. " Non, saya tinggal dulu!". Lila langsung turun lagi ke bawah.


” Masuk!" Jepri menyuruh Luna masuk. Luna memegangi handle pintu, ia membukanya pelan. Mengatur napasnya terlebih dahulu. Luna melihat Jepri sedang duduk di kursinya disampingnya ada Semi.

__ADS_1


" Selamat malam Pak, kata Lila anda menuggu saya ada apa yah?”.


Jepri tidak langsung menjawabnya. Setelah tandatangani berkas Jepri menatapnya.


" Saya menunggu anda?.. bukannya anda yang ingin menemui saya?" tanya balik Jepri.


Benar juga yang dia bilang. gumam Luna.


" Saya siap menuruti semua keinginan anda. saya mengaku kalah!” Luna menuduhkan kepalanya.


" Sem, tinggalkan kami berdua!". Semi langsung pamit keluar ruangan. Luna langsung ketakutan.


Jepri segera berdiri menghampiri Luna. Luna langsung gugup dan merinding.


” Hutang anda dua kali lipat, dan anda harus menuruti kemauan saya kan?" Luna mengangguk tidak berani mengangkat wajahnya ia memilih menuduhkan terus kepalanya.


Cukup lama Jepri membuat Luna menuggu. Jepri menarik napasnya.


” Kita akan melakukan sandiwara?” Luna langsung mendongak menatap Jepri penuh tanda tanya.


" Sandiwara?!”. Luna bingung apa yang di maksud sandiwara.


" Apa kamu sudah makan?” Luna terkejut mendengar perhatian dari Jepri. Baru mau di Jawab Jepri bicara lagi.


" Seperti itu lah sandiwara!”. Luna langsung diam. untung aku belum jawab, kalau tidak aku akan malu. Batinnya.


" Anda tidak boleh menolak keinginan saya. jika anda menolaknya maka hutang anda dua kali lipat!. Tegas Jepri.


Luna menelan ludahnya sendiri, wajahnya langsung tegang. Jepri sangat menikmati ketegangan di wajahnya Luna.


Luna pasrah menerima semuanya. Luna mulai melangkahkan kakinya keluar. Dia pun ingat dengan barang-barang diluar.


" Oiya Pak. apa saya boleh menaruh barang-barang saya dulu di paviliun?”.


Luna merasa lega. " Terima kasih Pak!".


Luna segera keluar dari ruangannya.


" Oiya Mila!". Luna segera turun ke bawah niatnya Langsung mau menemui Mila.


Ia segera pergi ke garasi disana Luna tidak melihat mobil yang membawa barangnya. " Dimana mobil itu!" Luna bicara sendiri.


" Non, saya permisi pulang ini udah malam!" Mila pamit sama Luna.


" Barangnya gimana?"


" Barangnya sudah di tata rapi non di paviliun!” Luna melotot mendengarnya.


" Saya pamit!" Mila segera keluar, tidak lama taksi datang.


" Mil terimakasih, kamu hati-hati dijalan!". teriaknya


Mila tersenyum lalu masuk ke taksi.


Luna segera pergi ke paviliun, matanya terbelalak terkejut melihat gaun² nya sudah di tata rapih di ruang tengah. hatinya senang karena barang-barang tidak di taruh sembarangan.


Dia sangat hebat, gimana bisa dia tau isi pikiran ku, dan tebakannya selalu benar. dan apa tadi dia bilang, kita akan melakukan sandiwara, sandiwara kaya tadi?. Luna tersenyum tipis.


Luna melihat ada makanan di mejanya. " Non, saya sudah siapkan air hangat untuk mandi” Saut Lila tiba-tiba keluar dari kamarnya.


" Jadi ini kamu yang siapin?" Lila mengangguk. " Ini semua dari tuan Nona semoga anda menyukai makanannya, saya permisi!”. Lila segera pergi.

__ADS_1


Luna merasa senang karena diperlukan baik sama Jepri.


Keesokan harinya...


Luna membuka matanya perlahan langsung terkejut dan segera bangun melihat Lila ada di hadapannya.


" Lila!”.


" Selamat pagi nona, saya disuruh tuan agar anda segera bersiap!”


” Bersiap!" Luna ingat lagi kata-kata Jepri.


" Iya Lila, aku akan segera bersiap!" Luna segera bangun lalu ia mandi.


Keluar dari kamar mandi Luna melihat Lila membawa pakaian.


" Nona. tuan menyuruh saya untuk memberikan ini kepada anda!”.


Luna menarik nafasnya. Ia mengambilnya lalu segera masuk menutup kamarnya.


Luna mendengar suara ketukan pintu. " Nona anda di tunggu tuan!". Mendengar suara Lila, Luna cepat-cepat buka pintunya. Ia pun langsung ikut bersama Lila.


Luna segera menemui Jepri. Melihat Jepri sedang duduk di meja sendiri ia pun langsung berdiri disampingnya seperti patung.


" Pagi Pak?" Sapa Luna.


Jepri melihat ke arahnya. Tidak menjawab sapaannya.


" Duduk lah kita sarapan bersama!”. Luna menarik nafasnya lalu duduk di sebelah Jepri.


Luna memperhatikan Jepri yang sedang sarapan. Apa dia tidak punya keluarga?.


Jepri yang sadar sedang diperhatikan segera batuk.


" Hmmmm, habiskan cepat sarapannya. menatap saya tidak membuat mu langsung kenyang kan!”. Luna terkejut lagi-lagi Jepri tau.


" Baik!". Luna pokus sama sarapannya.


Jepri segera berdiri, Luna cepat-cepat minum dan langsung ikut berdiri juga.


Jepri melihatnya. Luna malah celingukan mencari keberadaan seseorang.


" Udah sarapannya?". Mata Luna melihat me arah piringnya. Jepri melihat sandwich nya masih sisa, " Habiskan dulu sana sarapannya setelah itu susul saya di mobil. Luna mengangguk.


Jepri melangkah keluar, Luna terdiam sejenak, ia duduk lagi dan menghabiskan makanannya.


Di luar sudah ada Semi menuggunya. Ia membukakan pintunya. Jepri segera masuk kedalam.


Tidak lama Luna keluar. langkahnya agak pelan, Luna bingung ia harus duduk dimana. " Nona silahkan masuk!" Semi menyuruh Luna masuk. Luna duduk di belakang bersama Jepri.


Jepri sibuk dengan laptopnya, sedangkan Luna hanya curi² pandang.


Jepri melihatnya. Luna buru² mengalihkan pandangannya. Jepri tersenyum tipis.


Sampai di kawasan elit Luna melihat keluar. mobilnya berhenti.


Semi membuka pintunya.


" Kita mau ke mana Pak?" tanya Luna penasaran.


" Ikut saja. nanti juga kamu tau!" Jepri pergi duluan. Luna segera mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗


__ADS_2