
"Karena istriku mengijinkan mu di sini maka aku setuju!”.
Jeje sangat senang mendengarnya. Jepri masih menatap ke arah Luna." Kamu bisa tinggal di paviliun sementara!” Jepri langsung mengajak istrinya naik. Jeje hanya tersenyum licik melihat kepergian mereka.
Sampai di kamarnya Jepri melepaskan tangannya, Luna tau tadi hanya sandiwara.
Luna tidak merasa terganggu dengan hadirnya Jeje dirumahnya, ia harus menolongnya karena Jeje butuh bantuannya. Sedangkan Jepri masih kesal karena Luna tidak cemburu kepadanya.
Apa dia tidak menyukaiku, kenapa dia malah biarkan wanita itu tinggal di sini sih!.
Jepri keluar dari kamar mandi melihat Luna berdiri dan membawa pakaian untuknya.
" Sayang biar saya keringkan rambutnya!" Jepri tidak menjawabnya hanya duduk di sofa. Luna membantu mengeringkan rambutnya lalu memijatnya.
" Kenapa kamu ijinkan dia tinggal di sini?”. Luna berpikir sebentar.
" Sayang bukannya tadi dia bilang butuh sendiri dulu, mungkin dia butuh untuk menenangkan hatinya".
" Apa kamu tidak cemburu melihat dia tadi memelukku?”. Luna tertegun mendengarnya.
Kalau saya bilang cemburu apa anda akan marah?. Batin Luna.
" Tidak!". Jepri langsung berdiri dan menatapnya dengan tajam.
" Apa!!, jadi kamu tidak cemburu tadi??". Luna makin terkejut ternyata jawabnya salah.
Lalu aku harus jawab apa!. Luna bingung. Jepri langsung pergi ke ruang ganti. Ya dia marah, bodohnya aku. Batin Luna.
Luna bulak balik dan memikirkan gimana agar Jepri tidak marah, Bukannya dia bisa nebak yang ada di pikiranku, lalu kenapa tadi dia malah bertanya sih, apa aku bilang saja aku cemburu, mungkin itu yang ingin dia dengar.
Jepri keluar dengan wajah datar tanpa expresi. Luna mendekatinya.
" Sayang, saya sebenarnya cemburu, tapi saya takut anda akan marah, makanya saya tadi bilang tidak’. Dengan wajah imut Luna meyakinkan Jepri.
Jepri langsung senang mendengarnya. "Karena kamu sudah buat saya kesal tadi, maka kamu saya hukum”.
Kesempatan lagi untuk Jepri dan langsung menarik tangan Luna ketempat tidur. Luna sudah tau Jepri akan apa.
" Saya akan melakukannya pelan-pelan" bisik nya. Luna langsung merinding, membayangkan kejadian malam kemarin membuatnya takut. Luna sudah ada di bawah tubuh Jepri.
Kalau aku menolaknya dia akan marah, Luna pun pasrah.
Jepri ketagihan dan mulai menjamah tubuh istrinya. Kali ini Jepri melakukan dengan penuh kasih sayang.
Tubuh Luna mulai panas dia sudah tidak bisa menahannya, suara-suara yang aneh keluar dari mulut Luna membuat Jepri bersemangat, rasa takutnya jadi hilang seketika. " Apa masih sakit?”. Luna menggelengkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya. Jepri makin bersemangat untuk melepaskan hasratnya. Jepri membuka pakaiannya dan pakaian Luna. Mereka bergelut di atas ranjang besarnya.
Di bawah Jeje menuggu mereka untuk makan malam, 3 jam berlalu Luna dan Jepri belum turun juga. Mereka ngapain sih lama banget di atas, bukannya ini sudah lewat dari jam makan malam. Gerutunya.
" Lila, apa tuan sering telat makan malam?".
" Tidak nona!”.
" Lalu kenapa mereka tidak turun juga?".
Lila tidak menjawabnya hanya berdiri menuggu majikannya turun.
Luna dan Jepri merasa lelah ia masih baring di tempat tidur setelah bergelut selama 3 jam lebih.
" Sayang apa anda lapar?” Jepri langsung melepaskan pelukannya. Ia segera menekan tombol di samping tempat tidurnya.
" Iya tuan?".
" Bawakan makanan ke atas, kami mau makan di kamar!". Luna mendengarnya dan ingin segera memakai pakaiannya.
__ADS_1
" Kamu mau kemana?”. Luna menghentikan tangannya.
" Saya mau pakai baju?".
" Suruh siapa kamu pakai baju?, udah kamu diam di situ!". Luna menurut saja apa kata Jepri.
Jeje melihat Lila membawa nampan dan langsung di isi dengan makanan.
" Itu untuk siapa?”.
" Tadi tuan telepon mau makan malamnya di kamar nona".
" Apa!, jadi mereka tidak jadi makan di bawah??". Lila tidak menjawabnya.
Jeje segera berdiri lalu pergi ke paviliun tampa makan malam. Sialan!!, udah rapih² begini malah Jepri tidak lihat!. Gerutunya.
Tidak lama suara ketukan pintu. Jepri langsung menyuruh Lila untuk masuk, Jepri masih telanjang dada sedangkan Luna tubuhnya di tutup dengan selimut sampai ke leher.
Lila merasa malu karena harus melihat mereka langsung di atas tempat tidur.
" Berikan kepadaku" Perintah Jepri kepada Lila, Luna benar-benar malu karena Lila melihat pakaiannya mereka berserakan di lantai.
" Saya permisi tuan!". Lila pamit pergi.
" Hmmmm". Jepri melihat ke arah istrinya. Lalu menarik selimutnya.
" Kamu kenapa seperti itu?”. Luna langsung duduk.
" Saya malu sayang" Jepri langsung kesal mendengarnya.
"Jika aku lihat kamu seperti ini lagi, maka aku akan melakukannya di depan Lila!". Mendengar ancaman Jepri Luna langsung takut dan berkeringat dingin.
Jepri ingin tertawa terbahak-bahak melihat wajah Luna yang langsung pucat namu ia tahan.
" Ayo kita makan" Luna dan Jepri makan di atas tempat tidur, Luna masih memikirkan ucapan Jepri.
Lila masuk ke kamarnya kali ini Luna tidak menunjukkan rasa malunya ia takut Jepri melakukannya di depan Lila.
" Terimakasih Lila".
" Sama-sama nona" Lila menahan tawanya melihat di leher Luna ada tanda merah..
Luna menarik nafasnya ketika Lila keluar, syukurlah aku tidak membuat dia marah, Luna langsung menarik selimutnya hingga menutupi seluruh wajahnya.
Jepri yang sadar segera menariknya. Luna terkejut langsung melihat ke arah Jepri. " Nanti kamu kehabisan nafas" Luna langsung paham dan memilih diam.
” Tidurlah ini udah malam”. Luna hanya mengangguk lalu memejamkan matanya. Jepri tersenyum dihatinya.
Keesokannya. Luna lebih dulu bangun, Jepri bangun tidak melihat istrinya.
" Pagi sayang apa anda butuh sesuatu?”. Luna sudah rapih dengan setelan peminim nya.
" Jam berapa ini?".
" 6, 30 sayang, apa anda mau mandi air hangat?".
Jepri tidak menjawabnya malah menekan tombol di sampingnya.
" Halo tuan?".
" Cepat ke kamar!".
" Baik tuan"
__ADS_1
Luna bengong, kenapa suaminya malah menyuruh Lila bukan dirinya lagi.
Tidak lama terdengar suara ketukan pintu. " Masuk".
Lila segera menghampirinya.
" Kamu siapkan seperti biasa pakaian saya dan air untuk mandi!" Lila langsung mengangguk dan pergi. Luna hanya berdiam diri mematung menatap Lila.
" Sini duduk" Jepri menepuk tempat tidur di sampingnya. Luna dengan patuh menurutinya. Jepri mencium bibirnya. " Much". Luna terkejut.
" Karena kamu sudah melakukan kesalahan, maka saya akan melakukannya di depan Lila!. Mata Luna melotot.
" Memangnya saya melakukan salah apa sayang?".
" Kamu lupa setiap pagi kamu harus cium saya!”. Luna langsung ingat.
" Maaf sayang, saya janji saya akan melakukannya setiap pagi siang dan malam". Jepri senang mendengarnya.
" Baguslah, bukan saya yang minta ya, tapi kamu sendiri yang mau, ide mu boleh juga, jadi setiap jam makan siang kamu harus ke kantor memenuhi janji kamu!”. Luna langsung membekuk. Jepri langsung berdiri dan pergi.
Huh, salah ngomong lagi kan, bodoh!!. Luna menggerutu di hatinya.
Luna langsung menghampiri Lila yang sedang menyiapkan pakaian untuk Jepri.
" Lila apa nona Jeje udah bangun?”. Lila hanya mengangguk sambil tersenyum.
Sambil menunggu Jepri bersiap Luna mengikat rambutnya tinggi, ia mengunakan anting dan memoles wajahnya. Jepri menghampiri Luna yang masih duduk di meja rias.
” Mau kemana kamu?". Luna menoleh ke arah Jepri.
" Sayang, saya boleh ya ke butik, saya merasa jenuh kalau di rumah".
" Boleh, tapi kamu tidak perlu berdandan seperti itu paham!". Luna bengong mendengarnya.
" Jika tidak mau ya tidak apa-apa!". Luna langsung cepet-cepet menjawabnya.
" Tidak sayang, saya hapus lagi makeup nya!". Luna segera menghapus makeup di wajahnya.
Mereka turun sama-sama ke bawah. Jepri melihat Jeje sudah menunggunya.
Bahkan aku tidak sadar kalau dia ada di rumahku. Batin Jepri.
Jeje cepat² berdiri lalu duduk di kursi samping kanan Jepri. Jeje tau Jepri suka duduk dimana.
" Itu tempat duduk istriku!, kamu bisa pindah!". Jeje dengan dingin langsung pindah ke kursi kirinya Jepri. Jepri langsung duduk, Luna ingin mengambilkan lauk pauk namun Jepri menghentikannya.
" Lila!, " Luna yang terkejut mendengar suara Jepri yang kencang berhenti sejenak..
” Layani nona dengan baik, saya tidak ingin dia lelah!”. Luna terkejut mendengarnya, Jeje merasa cemburu melihat Jepri memanjakan Luna seperti itu.
Hening tidak ada percakapan di atara mereka. Semi datang dan melihat Jeje sedang makan.
Kenapa perempuan itu ada di sini?. Semi langsung pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Jepri dan Luna hendak berdiri.
" Ji, apa saya boleh ikut sama kalian?”. Jepri menatap istrinya. Luna langsung ingat kejadian semalam.
" Anda bisa menggunakan taksi nona, karena suami saya harus mengantarkan saya dulu!". Jepri terkejut mendengarnya.
" Saya tidak nanya sama kamu??" Jeje mulai emosi.
" Jaga ucapan mu!, jika kamu tidak suka kamu boleh pergi, dan kamu tadi dengar kan apa kata istriku!". Jepri segera pergi sembari menggenggam tangan Luna.
__ADS_1
Jeje menatapnya penuh kebencian..
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏🙏🙏