
Jeje pulang ke rumah Jepri. Dia menekan klakson mobilnya agar satpamnya membukakan pintunya. Namun tidak ada tanda-tanda di bukakan.
" Dia kemana sih tolol!!". Umpatnya sambil turun dari mobil dan mendorong pagarnya agar mobilnya bisa masuk.
Jeje memasukan mobilnya lalu menutup kembali pagar rumahnya. Jeje melangkahkan kakinya menuju pintu utama. Dia mengeluarkan kuncinya lalu membukanya. Kuncinya gak masuk.
" Ini kenapa lagi, ko susah sih!". Jeje berusaha membuka kuncinya tapi tidak bisa. Dia menoleh ke arah samping disana ada koper dan barang-barang miliknya sudah di kantongi pelastik sampah. Jeje membukanya dan melihat kosmetiknya ada di dalam plastik sampah.
"Beraninya barang-barang aku di buang seperti ini!!". Jeje merasa emosional.
" Wow!!, siapa disana??, beraninya kamu buang barang-barang saya!!". Jeje menggedor kaca rumah sambil mengintipnya. Ruangannya kosong tidak ada barang-barangnya.
Jeje terus teriak-teriak tapi tidak ada yang menjawabnya. Merasa suaranya hampir habis dia pun langsung duduk.
"Pasti ini ulah dia!!. Jeje duduk di teras menuggu yang datang.
Di jalan Jepri mengajak Luna jalan ke mall, dia ngajak ke toko perlengkapan bayi. Luna tertegun melihat nya.
" Sayang kita mau ngapain kesini?". Jepri tidak menjawabnya dia hanya diam sambil jalan ke dalam.
__ADS_1
Seorang pelayan toko menghampirinya.
" Selamat datang nona, tuan!, ada yang bisa saya bantu?”.
" Saya ingin membeli perlengkapan bayi yang komplit, dari tempat tidur dan pakaiannya sama mainan dan yang lainnya!". Ucap Jepri.
Pelayanan tersebut langsung mengajaknya dan memperlihatkan semua.
Tampa pikir panjang Jepri memesan semuanya.
" Sayang, kata orang-orang kita gak boleh beli perlengkapan bayi sekarang sebelum usia bayinya 7 bulan. pamali!”. Jepri hanya tersenyum tipis.
Jepri langsung memberikan alamatnya rumahnya untuk di kirm kesana.
" Sayang apa kamu lelah?”. Tanya Jepri. Luna menggelengkan kepalanya. Setelah belaja Luna dan Jepri pulang ke apartemen.
Jeje masih menunggu di teras. Tidak lama mobil Sem datang dan mobil boks.
" Semi??". Jeje langsung menghampiri Semi.
__ADS_1
" Oh, jadi kamu yang sudah ganti kunci rumah ini??". Semi tidak mendengarnya dia menyuruh orang-orang untuk memasukkan barang-barangnya.
Merasa di cuekin Jeje langsung memukul Semi pake tangan.
" Nona!!, kalau anda bersikap seperti itu lagi sama saya, jangan salahkan saya bersikap kasar sama anda!!". Jeje langsung bertolak pinggang.
" Oh, kamu berani sama saya??". Semi berusaha menghindar, lagi-lagi Jeje hampir menamparnya. Semi cepat-cepat menangkap tangannya. Semi langsung menepisnya dengan keras.
" Hauw!!" Jeje meringis kesakitan sambil memegangi tangannya.
" Saya peringatkan sama anda nona!!, jangan ulangi lagi!!". Semi langsung meninggalkan Jeje.
" Tunggu!!" . Jeje mengikuti Semi. Langkah Jeje mulai pelan, melihat barang-barang yang di bawa kurir. Dia melotot melihat perlengkapan bayi. Semi meminta orang-orangnya memasukan ke dalam rumah.
Jadi Jepri dan wanita itu mau menepati rumah ini lagi!. Batinnya. Semi menatap Jeje yang tidak bergeming dari posisinya. Jeje tidak sadar kalau Semi sudah beres mengantarkan barangnya.
" Sebaiknya anda cepat-cepat pergi dari rumah ini, kalau tidak anda akan di kunci dari luar!”. Jeje langsung sadar mendengar ucapan Semi.
Semi langsung pergi setelah mengunci kembali rumahnya. Emosi Jeje makin meningkat, dia mengepalkan tangannya.
__ADS_1
" Kamu akan liat Ji, tidak akan pernah terdengar suara bayi di rumah ini, saya bersumpah!!". Ucap Jeje sambil menitihkan air matanya.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏