Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
58


__ADS_3

Sampai di rumah Jeje belum melihat mobil jepri. Mereka belum pulang?. Jeje turun dari mobil lalu masuk ke dalam.


" Dari kamu ?", Tanya Ziya yang sedari menuggunya.


" Saya habis beli obat bu, maaf tadi lupa pamit, saya pusing banget!". Ziya langsung berdiri sambil memegangi keningnya.


" Kamu sakit?".


" Hanya pusing sedikit!, Jepri dan Luna belum pulang?".


" Sepertinya mereka gak pulang malam ini, mereka nginap di Fila".


" Apa!, nginap?". Ziya terkejut, Jeje langsung sadar dan mulai tenang.


" Maksud saya, mereka nginap di fila nya Jepri bu?". Ziya mengangguk.


Sialan, bahkan Jepri sekarang membawanya ke fila impian aku. Jeje langsung pergi begitu saja.


Ziya hanya menarik napasnya lalu ia duduk lagi di sofa.


Jeje teriak di kamarnya, ia meleparkan tasnya ke lantai. Luna sialan!!. Dia pun menangis sambil duduk.


Sampai di Fila, Jepri menghubungi penjaganya dulu.


" Iya tuan?".


" Saya mau datang sama istri saya".


" Baik tuan".


Melihat istrinya tidur Jepri membenarkan kepalanya lalu ia menyederkan kepalanya agar nyaman.

__ADS_1


Jepri menggendong istrinya ke dalam fila, disana ada asisten yang membantunya.


" Buatkan teh hangat untuk istri saya".


" Baik tuan".


Jepri membuka pintu kamarnya ia meletakkan istrinya di tempat tidur. Ia segera ganti mandi. Melihat tulisan Jā¤ļø J. Jepri segera mencopotnya lalu ia buang ke tong sampah.


Jepri segera keluar dari kamarnya mengecek ke seluruh ruangan. Melihat tulisan di dingding Jepri segera menyuruh seseorang untuk mencopotnya .


" Dalam 30 menit saya ingin kalian buang semua barang-barang ini, dan tulisan ini saya ingin ganti namanya jadi Luna Kinara Yusuf".


" Baik tuan" Jawab tukang. Jepri segera pergi ke kamar nya lagi.


Bangun dari tidurnya Luna menguap ia melihat suaminya duduk di luar dengan handuk kimono nya.


" Sayang maaf, saya ketiduran!". Belum Jepri jawab seseorang mengetuk pintunya.


" Masuk!".


Sebut saja Mbak Eka, ia sudah paru baya dan sudah lama kerja di fila milik Jepri.


" Tuan, makanannya sudah siap!". Jepri mengangguk Luna tersenyum ke arahnya, Mba Eka membalas senyumannya.


" Hati-hati kamu kalau tersenyum , kalau sama pria lain maka kamu akan habis!". Ancam Jepri tiba-tiba. Luna melongo mendengarnya.


" Ayo makan, kamu pasti lapar. Jepri mengambil sendok nya lalu menyuruh Luna membuka mulutnya. Luna menurut saja sambil berpikir ucapan Jepri tadi.


Hati-hat. Luna masih memikirkan ucapan Jepri.


" Makan yang banyak, kamu harus banyak tenaga, karena malam ini kamu tidak akan tidur!".

__ADS_1


" Memangnya kita mau ke mana?". Jawaban Luna membuat Jepri ingin cepat-cepat memakannya.


" Kita gak akan kemana-mana, kita hanya tidur!". Jawaban Jepri membuat Luna langsung takut.


" Kamu masih saya hukum, jadi kamu tidak boleh keluar tampa ijin dari saya!, mengerti". Luna langsung mengangguk. Jepri langsung tersenyum tipis karena Luna sangat lucu.


Setelah makan, Luna langsung mandi, ia lupa tidak mambawa baju untuk ganti. Keluar mengunakan handuk kimono. Jepri masih duduk santai.


Melihat seprei di rias pengantin Luna langsung melotot takjub.


Kapan dia meriasnya?, apa dia punya kekuatan lain. Luna mematung berdiri menatapnya.


Tiba-tiba dari belakang Jepri memeluknya ia mencium tengkuk lehernya. Luna makin gugup.


" Sayang" Belum selesai Luna bertanya jepri langsung menciumnya dengan lembut. Jepri menggeser tubuhnya ke tepi ranjang ia pun membuka pakaiannya.


Keduanya merasa panas sedangkan suhu ruangannya cukup dingin membuat keduanya terbuai. Jepri menginginkan anak dari Luna ia berusaha agar Luna cepat-cepat hamil.


" Kalau kamu minum obat itu lagi, kamu akan tau akibatnya!". Ancamannya sambil mencium bibir istrinya. Luna mengangguk sembari mendapati serangan terus-menerus dari Jepri.


Di tempat lain, Jeje masih sedih, mengingat fila yang pernah ia dan Jepri tata dulu. Ia masih simpan nomor mba Eka yang sering membantunya.


Lagi apa mereka, tempat tidur itu, dan.. Jeje membayangi nya saja membuat kepalanya sakit. Jeje sudah tidak kuat lagi, ia pun menghubungi Zaki.


" Halo?". Zaki sudah menduganya kalau Jeje akan menghubungi nya. Cukup lama tidak ada suara. Zaki tersenyum sambil menunggu suara Jeje.


" Saya mau!". Jeje langsung menutup teleponnya lalu melemparkan ponselnya ke tempat tidur.


Di sebrang sana Zaki sangat senang. Ia teriak kegirangan. Yes akhirnya aku bisa mendapatkan gadis itu!. Zaki langsung mencari hotel yang paling mahal di kotanya.


Ia ingin tempat itu seperti kamar pengantin baginya. Zaki sangat bahagia.

__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2