Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
92


__ADS_3

Jepri bangun lebih awal, dia melihat pesan masuk, setelah membalas pesan, Jepri bergegas mandi. Keluar dari kamar mandi, Jepri melihat istrinya masih tidur pulas.


Jepri tidak membangunkan Luna, dia hanya mencium pucuk kepalanya lalu keluar kamar.


" Lila, kalau nona bangun nanyain saya, kasih tau aja saya ada urusan sebentar, dan ingat awasi istri saya!" .


" Baik tuan". Jepri langsung keluar dan pergi dari rumah.


Luna bangun dan melihat jam di dingding pukul 6 pagi, dia segera keluar dari kamarnya dan mencari suaminya.


Lila menghampiri Luna yang sedang mencari Jepri.


" Nona, sarapannya sudah siap!". Ujar Lila. Luna melihat ke arah Lila.


" Lila, apa tuan sudah berangkat kerja?". Tanya Luna.


" Sudah nona, tuan berpesan kepada saya. untuk memberi tau anda beliau ada urusan tadi". Luna langsung sedih mendengarnya, dia merasa tidak enak sama Jepri yang tidak bisa mengurusnya.


" Nona kenapa anda sedih?".


" Saya sedih karena saya malah sibuk memikirkan Mila, kasian tuan". Jawabnya lirih.


Luna masuk lagi ke kamar, dia mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan kepada Jepri, setelah itu dia menghubungi ayahnya.


Di jalan Jepri menerima pesan dari Luna. Bibirnya langsung tersenyum membaca pesannya.


" Dia memang luar biasa, aku sayang kamu istriku". Ucapannya sambil menaruh kembali ponselnya.


Luna menuggu pesan dari Jepri, namun tidak ada balasannya. Luna langsung mandi dan sarapan.


Di bandara


Jepri menuggu Zapran di sana, tidak lama Zapran datang wajahnya penuh dengan amarah. Jepri dan Zapran berpelukan.

__ADS_1


Mereka langsung masuk ke mobil lalu pergi ke kantor polisi. Di perjalanan Zapran sesekali melirik ke arah Jepri. Awalnya suasana hening.


” Harusnya dari dulu aku melaporkan dia jep!'. Ujarnya. Jepri hanya diam mendengarnya.


" Apa Luna tau soal ini?".


" Tidak bang, dia lagi hamil dan aku tidak mau membuatnya shock. Jawab Jepri sambil pokus mengemudi. Ponselnya berdering. Jepri mengangkat teleponnya.


>> Iya ayah?.


>> Nak, Zaki meninggal kemarin, dan dia pun sama keracunan.


>> Apa??.


Pak Yusuf menjelaskan semuanya sama Jepri. Jepri langsung diam mendengarnya.


Zapran bertanya-tanya melihat ekspresinya Jepri seperti itu. Setelah Jepri menutup teleponnya Zapran langsung bertanya.


" Ada apa?".


Zapran diam lagi, dia merasa geram mendengarnya.


Sampai di kantor polisi, Zapran turun lebih dulu, dia langsung membuat laporan atas kasus pembunuhan atas dirinya, dan berikut barang buktinya.


Di dalam mobil, Jepri masih tidak menyangka Jeje bisa melakukan hal yang jahat seperti itu, dia menyesal dulu perna mencintai wanita psikopat seperti dia.


Keluar dari kantor polisi Zapran masuk ke mobil, mereka langsung pergi ke kantornya pak Yusuf, di jalan ada mobil yang mengikuti mereka.


Jalanan ramai dan macet. Jepri terus melihat ke arah kaca spion yang dari tadi ada mobil mengikutinya terus.


" Bang, sepertinya ada seseorang yang mengikuti kita sejak dari bandara tadi!". Kata Jepri.


" Apa kamu yakin?”. Jawab Zapran sembari melihat ke arah belakang.

__ADS_1


" Aku yakin bang".


" Hati-hati Jep, siapa tau mereka suruhannya wanita iblis itu!!. Jepri tetap pokus.


Jepri mengambil jalan pintas, kecurigaannya benar, mobil itu masih mengikutinya.


Di kediaman rumahnya pak Judy. Polisi mendatanginya.


" Selamat pagi pak, saya ditugaskan untuk menangkap saudari Jeje atas kasus pembunuhan suaminya!". Pak Jody terkejut mendengar penjelasan polisi soal putrinya.


" Mana mungkin anak saya sejahat itu pak??”. Kata Pak Jody masih tidak percaya. Namun Polisi memberikan barang buktinya.


Pak Jody mengusap wajahnya.


" Bukan hanya itu pak, dia bahkan di curigai soal kematian nona Mila!". Pak Jody makin syok mendengarnya. Polisi menjelaskan semuanya sama pak Jody.


Pak Jody merasa marah dan kecewa sama putrinya itu.


" Tapi dia tidak di rumah pa, saya tidak tau dia dimana!". Ujar Pak Jody.


" Baik pa, kami minta kerjasamanya, jika saudari Jeje menghubungi anda maka anda harus kasih tau kami!. Ucap salah satu petugas polisi.


Pak Jody hanya mengangguk. Setelah polisi itu pergi Pak Jody langsung menghubungi orang suruhannya.


>> Iya tuan!.


>>Apa kalian masih mengikuti Zapran??.


>> Iya tuan, kami berhasil menemukannya.


>> Kalian jangan mengikutinya lagi, dia tidak bersalah.


>> Baik tuan. Pak Jody langsung meminta susternya untuk mengantarkannya ke kamar.

__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih


__ADS_2