Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
21


__ADS_3

Tidak lama ponselnya bunyi. Luna segera membacanya.


πŸ’Œ


( Nona sebaiknya anda sendiri yang memilih warnanya dan diberikannya langsung agar seperti kejutan!)


Luna langsung mengerti. Tumben Sem chat nya seperti ini. Luna segera bilang ke Mila agar warnanya sama seperti yang pertama.


Luna membuka makanannya, ia langsung memakannya.


~~


Dia itu malah chatting ama Sem, chat saya malah di cuekin. Semi mendengar gerutunya


Oh jadi itu yang membuatnya tidak pokus dari tadi.


Jepri langsung memberikan ponselnya.


" Saya balikin, kalau dia chat lagi kasih ke saya. kamu jangan balas atau membukanya!”.


" Baik Tuan!" Semi mengambilnya lalu ia masukin ke saku jasnya.


Jepri mengeluarkan ponselnya dari laci. ia melihat masih belum ada balasan dari Luna.


Biasanya dia balas atau ngucapin selamat makan, ini gak!. Jepri bicara sendiri.


Tidak lama ponselnya bunyi. Jepri segera membukanya namun bukan dari Luna tapi dari ibunya.


πŸ’Œ


(Nak, ibu harap kamu datang, ibu ingin merayakan pernikahan kalian sama-sama).


Jepri tidak membalasnya ia menaruh kembali ponselnya di laci. hatinya kesal karena tidak dapat balasan dari Luna.


Ponsel bunyi lagi. Kali ini Jepri tidak membukanya ia pokus lagi kerja.


Luna menutup ponselnya setelah membalas pesan dari Jepri. Ia tersenyum sembari melanjutkan lagi rancangan gaunnya.


Sebagai rasa syukur, aku akan membuatkan dia jas agar dia tambah tampan. Batinnya.


Tidak terasa hari makin sore. Mila mengetuk pintunya.


" Non, jemputan datang!” Luna segera bersiap.


" Aku pulang ya?".


" Non, apa suami anda yang di dalam mobil itu?”. Luna mengangguk.


" Saya ingin sekali melihat wajahnya, apa dia tampan?”.


Luna tidak menjawabnya ia buru-buru pergi takut suaminya menuggu lama.


" Sore Pak?". Luna menyapanya. Kali ini Jepri tidak tersenyum atau menjawabnya.


Luna langsung diam membekuk. Wajahnya kenapa ditekuk seperti itu apa dia lagi ada masalah. Batinnya.


" Sem, thanks ya!”. Luna mengajak Semi bicara. Semi pokus mengemudi.


Dia pikir Semi yang balas pesannya. Batin Jepri.


Kenapa dia tidak jawab juga sih!. Luna merasa di cuekin ia pun memilih untuk diam.


Pintunya kebuka..


Luna berniat untuk mengambil tasnya namun Jepri segera mengambilnya lalu turun duluan.


Dia itu kumat lagi penyakitnya. Batin Luna. " Sem tunggu!”.


" Iya Nona?".


" Pak Jepri kenapa?”.


" Saya tidak tau nona, apa anda melakukan kesalahan?”. Luna sendiri saja tidak tau salahnya dimana.


Semi udah jalan duluan menyusul Jepri masuk. Luna merasa tidak nyaman melihat sikap Jepri dingin seperti itu kepadanya.


Di ruangan.

__ADS_1


" Nanya apa dia Sem?”.


" Tadi nona bertanya soal sikap tuan muda, saya rasa dia merasa tidak nyaman dengan sikap tuan yang dingin".


Jepri langsung tersenyum tipis. Senang kan anda tuan. Batin Sem.


Luna membersihkan tubuhnya, sambil menunggu Jepri selesai bekerja. ia memainkan ponselnya sambil rebahan di tempat tidur. Tiba-tiba ada chat masuk.


πŸ’Œ


( Selamat malam nona?) Aris)


Luna tidak membuka pesannya, ia malah chatting sama Mila. Pintu kamarnya kebuka. Luna cepat Β² menaruh ponselnya ia segera berdiri berniat menghampirinya.


" Pak apa anda butuh sesuatu?". Jepri tidak menjawabnya. Ia membuka jasnya lalu mengeluarkan ponselnya namun ia melihat pesan masuk.


πŸ’Œ


( Terima kasih makanannya enak pak, bapak juga jangan lupa makan siang). Pesan tadi siang yang di kirim Luna. Jepri langsung melihat ke arah Luna.


Rupanya dia balas pesan dariku. aku pikir dia lupa. batinnya.


Luna terlihat bingung karena Jepri menatapnya.


” Saya ingin mandi pake nanya lagi!”. Luna langsung senang karena Jepri menjawabnya.


" Saya siapkan dulu" Luna bergegas menuju kamar mandi. Lagi lagi Jepri membuka pakaiannya di depan Luna. Apa dia tidak ada rasa malunya harus menunjukkan tubuhnya di depan saya segala. Luna degdegan sembari menunggu airnya penuh. Jepri masuk ke betup sembari melihatnya.


Luna segera berdiri lalu mengambil pakaian kotor di bawah. Ia menetralkan jantungnya. Huh bisa-bisa aku serangan jantung kalau seperti ini terus. Luna segera menutup pintunya. Dari luar Luna mendengar Jepri tertawa. " Hahahaha!”.


Kenapa dia?. Luna bingung dengan sikap Jepri yang sering ubah-ubah.


Luna segera menyiapkan pakaiannya. Mataku sudah ternodai.


" Ternodai maksudnya!". Luna terkejut mendengar suara Jepri sudah ada di belakangnya.


Mati aku. Luna terlihat ketakutan. Lebih baik aku jujur saja.


" Maaf pak saya harus melihat anda telanjang tadi hehehe!". Luna memasang senyum paling manis yang dia punya agar Jepri tidak memarahinya.


Luna mundur kebelakang sampai mengenai tembok.


Jepri memandangi wajahnya dari jarak dekat. Luna degdegan.


" Bapak mau apa?”. Jepri mengulurkan tangannya untuk mengambil pakaiannya dari Luna. lalu ia segera memakainya. Luna bernapas lega sembari memegangi dadanya.


Jepri tersenyum dihatinya ia ingin sekali tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Luna tadi.


Sepertinya dia sengaja tadi. benar juga yang dia bilang dia kan memang suamiku. Luna bicara dihatinya.


Jepri sedang santai di tempat tidurnya. Luna duduk di sofa sembari menonton film. Jepri meliriknya. Ponselnya bunyi. Luna mengambilnya lalu ia buka.


Dia lagi. Luna mendapatkan pesan dari Aris lagi. Ia tidak jadi membuka pesannya.


" Pak, apa bapak lapar?”. Jepri melihatnya.


” Ayo kita makan!”. Jepri langsung berdiri jalan duluan. Luna langsung mengikutinya dari belakang.


Luna merasa lapar, ia tidak pokus kalau Jepri berhenti mendadak. " Bruk!" Luna melotot ia menabrak lagi suaminya.


" Maaf pak saya tidak pokus ”. Jepri tidak menjawabnya.


Jepri dan Luna melihat satpam membawa kertas undangan.


" Selamat malam tuan, nona. ini ada undangan untuk anda".


Jepri menerimanya lalu ia buka. Lalu Jepri membuangnya ke tong sampah.


" Kenapa anda buang pak?". Jepri langsung melihatnya. Luna menuduhkan kepalanya takut karena sudah lancang menanyakannya.


Mereka segera makan malam. Apa dia akan sedih mengetahui ibu dan mantannya mengelar pesta. Batin Jepri.


Di kamar, Luna mendengar ponselnya berdering terus. Ia melihat siapa yang menghubunginya.


" Mama!”. Lirihnya. Apa mama udah sadar dan dia mau minta maaf, atau dia mau apa ya?.


" Halo!”.

__ADS_1


" Gimana keadaan kamu, apa setiap harinya kamu melayani tamu?”.


" Maksud Mama apa?”.


" Bukannya kamu di beli sama pria kaya untuk di jual lagi sama pria hidung belang?”.


" Mama salah, jika mama menghubungi aku cuma ingin menghinaku lebih baik aku tutup telponnya!”.


" Lun tunggu ini ada hal penting!”. Luna tidak jadi menutup telponnya.


" Saya mau mengadakan resepsi pernikahan apa kamu bisa datang?”. Luna terdiam, kenangan pahitnya mulai teringat lagi.


" Luna apa kamu masih disitu, kalau kamu tidak hadir tandanya kamu masih cinta sama Zaki!”.


" Saya pasti datang!".


"Bagus. saya tunggu ya!”. Luna terdiam hatinya sesak mendengar ucapan ibunya.


” Jangan pernah nangis demi orang yang tidak punya hati!" Luna menoleh.


Jepri duduk di sampingnya.


" Kita akan kesana sesuai janji kamu!".


"Terima kasih pak, sejak ada bapak saya selalu bisa menyelesaikan masalah.


" Tapi tidak gratis nona!”.


" Maksud bapak?”.


” Kamu pijat kepalanya saya!". Saya pikir anda tulus ternyata. Gerutu Luna.


Enak juga pijitannya. Batin Jepri.



"Sayang, coba kamu tebak aku tadi menghubungi siapa?”.



Zaki tidak langsung menjawabnya.



" Tanya dulu donk!” Dengan nanda manja Lala memaksa Zaki untuk bertanya.



" Siapa?”. Lala terseyum licik.



” Luna, dia mau datang di pernikahan kita!".



Namun Zaki harus berpura-pura tidak senang karena jika ia terlihat senang, Lala akan marah kepadanya dan dia tidak di kasih uang lagi.



" Tapi kamu sudah tidak cinta lagi kan sama dia?.



" Tentu sayang aku hanya cinta kepadamu”.



Lila seneng mendengarnya. ” Saya ingin lihat hidupnya yang sekarang!".



Jadi Luna tidak ganti nomor, mungkin saja nomor ku di blokir makanannya aku tidak bisa menghubunginya. Batin Zaki.



Terimakasih jika suka tolong bantu like dan VOTEπŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2