
Terdengar suara ******* suaminya dibalik pintu, Lala mencoba menahan perasaannya namun ia sudah tidak kuat lagi rasanya ingin sekali menangkap basah suaminya dengan Tari.
Lala memanggil susternya untuk bantu mendorong kursi rodanya ke kamar Tari. Sebelum masuk Lala menarik napasnya.
Lala sudah tidak kuat lagi melihat mereka bercumbu di atas tempat tidur anaknya. Ia mematikan kamera di ponselnya langsung membuka pintunya.
" Apa yang kalian lakukan di belakang saya hah!!" Dengan suara tinggi Lala bicara.
"Zaki!!" Panggil Lala, karena Zaki dan Tari belum sadar kalau Lala sedang melihat ke arah mereka.
Zaki dengan tubuh berkeringat wajahnya langsung pucat, ia segera bangun dari tubuh Tari, keduanya sama-sama berkeringat.
" Sialan kalian berdua!!".
Lala ingin sekali memukul Zaki, ia hendak berdiri namun kakinya tidak kuat untuk menopang tubuhnya dan ia pun terjatuh dari kursi roda ke lantai.
Melihat istrinya kesakitan bukannya di bantu Zaki dan Tari malah tertawa puas. " Hahahaha" Keduanya tertawa jahat sambil melihat ke arahnya.
" Sayang, sepertinya udah cukup kita bersandiwara di depan nenek tua itu, aku sudah tidak ingin menyembunyikan lagi hubungan kita ini!" Kata Tari sembari memeluk Zaki yang masih telanjang bulat.
" Suster, kamu boleh pergi dan tutup pintunya" Perintah Zaki. Suster itu langsung nurut dan pergi tampa membantu Lala terlebih dahulu.
" Sialan kalian berdua!!., kalian pergi dari rumah saya!!. Usir Lala.
Tari dan Zaki tertawa kembali.
Mereka masih di atas ranjang, sedang kan Lala di bawah lantai sembari memegangi kakinya yang sakit.
β Coba aja kalau kamu berani usir kami?" kata Tari. Zaki tersenyum jahat.
" Keluar brengsek!!".
Lala berusaha bangun lagi tapi ia tidak kuat bahkan untuk memukul suaminya saja ia tidak mampu. Zaki bangkit dari tempat tidurnya dengan telanjang bulat.
__ADS_1
Menghampiri istrinya yang sedang kesakitan ia pun langsung berjongkok di hadapan Lala.
" Liat dirimu, bahkan untuk bangun saja susah, apa kamu yakin bisa memenuhi kebutuhan rajang ku?" Zaki tersenyum jahat.
Dengan marah Lala langsung melayangkan tangannya, namun Zaki segera berdiri dan menghindar.
" Dasar nenek tua, beraninya kamu mau tampar wajah saya!!"
Zaki mendorong tubuhnya dengan kaki, Lala merasakan sakit hati yang luar biasa.
" Dasar parasit, brengsek kamu!!".
Lala terus mengeluarkan kata-kata kotor. Zaki mulai terpancing ia menarik Tari ke pangkuannya. Mereka ciuman di depan Lala, bahkan Zaki melanjutkan bercintanya di depan istrinya sendiri. Lala menangis sambil teriakΒ².
Mereka melakukan ritual panjangnya di depan Lala, Tari begitu menikmatinya sampai dia terus mengeluarkan suara-suara yang merdu.
" Hentikan brengsek!!" Lala tidak kuat lagi mendengar mereka bercinta didepannya langsung.
Selesai bercinta mereka merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil tertawa puas.
" Tentu sayang, kita akan pindah di kamar utama". Lala benar-benar tidak kuat lagi mendengar mereka, ia berusaha menggeser tubuhnya ke pintu ia ingin keluar dari kamar mereka.
Lala mengingat kembali soal Luna yang pernah ia khianati dulu.
Lala berusaha untuk buka pintu dan ingin keluar. Mendengar suara langkah kaki mendekat Lala diam sebentar.
β Eh nenek tua!, kamu gak tau kenapa kamu jadi lumpuh?". Mendengar ucapan Tari Lala langsung melihat Tari yang sedang bertolak pinggang di hadapannya tampa pakaian sehelai pun.
β Obat yang kamu minum selama ini sudah aku tukar dengan obat yang bikin otot-otot mu jadi lemah, di konsumsi terlalu lama membuat kelumpuhan permanen deh seperti ini contohnya!, hahahaha".
Mendengar kenyataan pahit, tenaga Lala langsung kuat r untuk menarik kaki Tari hingga jatuh ke lantai seperti dirinya. Tari sampai jatuh.
" Dasar ******, pelacur!" Lala menarik rambut Tari dan mengeluarkan tenaganya.
__ADS_1
" Lo yang ******, udah punya suami masih mau sama tunangan anak lo sendiri!! "
Tari tidak mau kalah ia pun sama melontarkan kata-kata kasar sama Lala.
Zaki segera menarik tangan Lala agar menjauh dari Tari.
" Sialan!" Tari hendak membalasnya tapi Zaki menghalanginya.
" Hentikan Tari, kalau dia luka semua orang akan curiga". Lala mendengar Zaki memanggil nama aslinya.
" Jadi dia wanita yang pernah Luna bicarakan waktu itu??" .
Mendengar lala bertanya Zaki langsung menjawab.
" Iya betul, bahkan Luna langsung memberi tau mu hari itu juga, tapi sayangnya kamu sudah di buta kan sama cinta palsu ku!" Zaki tertawa puas. Lala menangis kencang sembari memakai Tari dan juga Zaki. Zaki malah pergi mandi bareng Tari dan meninggalkan Lala yang sedang menangis.
~~
Di butik Luna merasa waktunya begitu lama, ia merasa kehilangan Jepri.
" Non" Mila mengetuk pintunya, tapi tidak ada jawaban.
" Nona Luna" Mila sedikit teriak, Luna langsung melihatnya.
" Ada apa Mila?" Mila memberikan makanan.
" Aku nunggu makanan dari suamiku Mil".
" Cie, sekarang sudah go publik ya, ini makanan penuh cinta yang anda tunggu nona".
Luna seneng Jepri tidak lupa sama kebiasaannya, ia segera membuka makanannya lalu melahapnya.
__ADS_1
Yu di like jika suka, tolong di bantu untuk vote nya ya. Terimakasih ππ