
Jepri belum puas karena tadi Luna bertemu dengan mantannya membuat hatinya kesal.
" Suruh siapa kamu tidur?”. Luna membuka matanya lagi.
" Maaf, saya gak tau”.
" Temani saya nonton film!". Luna mengangguk sembari beringsut dari posisinya dan menyederkan tubuhnya seperti Jepri. Jepri memberikan bantal di belakangnya agar Luna nyaman seperti dirinya.
Dia ini aneh, hukumannya tidak ada yang masuk akal. Batin Luna.
Jepri menonton film romantis, di film tersebut menceritakan tentang cinta seorang pria yang sangat mencintai pasangannya.
" Beruntung sekali wanita itu memiliki pria yang sangat mencintainya bahkan rela menyumbangkan bagian organ tubuh nya. Jepri menoleh ke arahnya.
" Apa kamu menyukai pria seperti itu?". Luna melihat juga ke arah Jepri.
" Kalau saya cukup dengan pria yang setia dan menghargai sebuah hubungan”. Jepri langsung tersenyum.
Tidak terasa malam makin larut, Luna tertidur dan kepalanya mengenai pundak Jepri.
Jepri membiarkan itu. Dasar gadis ceroboh..
Keesokannya, Luna membuka matanya dan posisinya sedang di peluk sama Jepri. Luna berniat untuk memindahkan tangannya namun ia takut membuat Jepri bangun. Suara detak jantungnya begitu jelas karena wajahnya di dekat dadanya.
Jepri bergeser dan tangannya tidak lagi memeluk Luna. Luna akhirnya bisa bangun, ia melihat wajahnya sangat dekat, Luna memberanikan dirinya untuk memegangi hidung suaminya.
" Hidungnya mancung matanya indah, namun anda ini sangat pemarah". Jepri membuka matanya melihat tangan Luna sedang memegangi hidungnya. Reflek Luna langsung menariknya dengan cepat dan sedikit mengenai matanya. Jepri teriak karena tangannya mengenai matanya.
" Sayang maaf, apa sakit?", Jepri masih memegangi matanya, padahal dia pura-pura sengaja agar wajahnya terus di pegangin Luna.
" Ambilkan es batu cepat!" Tanpa pikir panjang Luna langsung keluar kamar.
" Hahahaha!" Jepri tertawa terpingkal-pingkal. Pagi-pagi sekali dia sudah membuat perutku sakit. Jepri sudah tidak kuat, perutnya merasa sakit ia langsung pergi ke kamar mandi.
Luna yang baru masuk ke kamar dan bawa es bantu melihat tempat tidurnya kosong.
Dia dimana, apa sakitnya parah?. Luna mencoba mengeceknya ke kamar mandi.
" Sayang apa sakitnya parah?". Mendengar Luna hawatir Jepri hanya tersenyum di dalam kamar mandi.
Dasar bodoh, dia itu tidak sadar kalau aku ngerjain dia.
Pintunya kebuka. ” Ayo mandi bareng". Luna melotot. " Anda duluan saja, saya nanti saja”. Mata Jepri langsung tajam.
Sepertinya dia marah kalau aku menolaknya.
" Sebentar sayang saya simpan ini dulu". Luna menaruh mangkok isi es batunya di meja. Jantungnya berdegup Luna takut terjadi sesuatu di dalam.
Kenapa aku takut, dia suamiku dan aku istrinya, bukannya seharusnya ini terjadi. Gumamnya sembari jalan ke arah kamar mandi. Luna membuka handle pintu ia masuk melihat Jepri sedang berendam di bathtub. Dengan mata terpejam.
Cukup lama Luna berdiri dan belum juga membuka pakaiannya. Luna ragu-ragu ingin membuka pakaiannya.
” Kalau kamu tidak membukanya, saya sendiri yang akan membuka pakaian mu!”. Mendengar Jepri berkata, Luna langsung membuka pakaiannya dan berdiri memunggungi Jepri.
" Kamu lupa tidak boleh memunggungi saya?”. Luna lagi-lagi harus menahan malunya karena ia harus menunjukkan tubuh polosnya itu.
" Saya kan udah lihat, kenapa kamu masih malu-malu?".
Anda memang tidak tau malu pak. Batin Luna. Luna membalikkan badannya ia pun langsung menyalakan air shower lalu mandi. Jepri melihatnya ia tersenyum senang.
Luna bisa bernapas lega karena tidak terjadi apa-apa, Jepri menahan sekuat tenaga menenangkan adik kecilnya agar tidak terjadi apa-apa.
Luna mempersiapkan kebutuhannya dari pakaian jam dan sepatunya. Kali ini Luna membantu Jepri untuk memakai jas dan dasi nya.
Jepri tersenyum dihatinya merasa Luna makin hari perhatian kepadanya.
" Mana ucapan selamat paginya". Luna yang hendak ambil jam terdiam. Aku lupa lagi. batinnya.
" Pagi sayang" Sambil mencium bibirnya dan Luna sedikit jinjit agar bisa mencium bibir Jepri.
” Pintar, sekarang ada peningkatan". Luna pura² tersenyum senang, sebenarnya hatinya menahan malu.
" Karena hari ini saya lagi senang maka saya akan beri kamu hadiah!". Luna terkejut mendengarnya. Mau ngasih apa dia. batinnya.
Tiba-tiba Jepri meraup wajahnya dengan kedua tangannya lalu ia mendaratkan ciuman mesra di bibir Luna. Luna terkejut.
" Itu hadiahnya".
Huh hadiah apaan kaya gini!. gerutu Luna
Jepri amat senang dengan sikap Luna yang patuh dan menurutinya.
__ADS_1
Mereka turun sama-sama ke bawah. Pagi ini wajah jepri amatlah cerah tidak seperti biasanya.
Jepri melihat Sem berdiri tidak jauh dari kursi tempat duduknya.
" Selamat pagi tuan?".
" Pagi Sem". Kali ini menjawabnya. Luna yang malu-malu di belakang Jepri segera duduk di kursinya, Mereka sarapan bersama.
Di mobil Jepri sibuk dengan laptopnya, sedangkan Luna senyum-senyum sendiri sambil balas chat wa dari Mila.
" Chat sama siapa kamu?" Jepri langsung mengambil ponselnya dari tangan Luna, dan melihatnya. Jepri mengembalikan lagi ponselnya.
" Saya pikir chat dengan pria!". Luna menarik nafasnya.
Semi memperhatikan wajah Jepri. Anda sangat cemburu buta tuan. Batinnya.
Sampai di kantor, Semi membukakan pintu mobilnya lalu mereka turun.
" Sem, saya ingin hari ini juga!".
" Baik tuan saya permisi”. Semi tidak masuk ke kantor ia langsung pergi. Luna tidak bicara ia hanya mengikuti Jepri memasuki gedung kantornya.
Semi menghubungi seseorang.
" Iya tuan?".
" Apa dia udah keluar?".
" Belum tuan!".
" Kalian awasi dia jangan sampai gagal!”.
" Baik tuan!". Semi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia menuggu di sebuah gedung. 3 jam berlalu belum ada kabar juga. Tidak lama seseorang datang dan membawa Zaki ke hadapannya.
" Bawa dia masuk!" orang suruhan Semi membawa Zaki ke sebuah gudang. Semi membuka penutup matanya.
" Sialan!, siapa lo beraninya main keroyokan!!. Zaki mulai berteriak.
Semi memelintir tangannya dengan keras. Zaki teriak kesakitan.
" Sialan bajingan!!". Teriak nya lagi.
" Memangnya siapa nona kalian??".
" Nona Luna!".
" Apa?, Luna!. mana mungkin dia bisa bayar cunguk² kaya kalian seperti ini”.
" Bug!". Bogem mentah mendarat di pipi Zaki, membuat bibirnya sedikit berdarah.
” Jika anda memang sudah bosan hidup kami akan mengakhirinya hari ini juga!!”.
Zaki menahan emosinya jika ia berbuat gegabah maka akan kehilangan nyawanya.
" Baik, saya minta maaf, saya tidak akan lagi menyentuh atau berurusan dengan dia”.. Semi dengan orang suruhannya saling memandang.
Semi mengangguk lalu pergi meninggalkan Zaki seorang diri disana dengan tangan patah dan wajah lembab.
Di kantor sudah waktunya jam makan siang. Luna masih asik baca di sofa sembari menyederkan kepalanya. Ia melihat jam di tangannya.
" Sayang apa anda lapar?”.
" Ayo kita makan!" Ajak Jepri langsung berdiri. Saya kan hanya nanya, kenapa dia langsung ngajak makan. Gumamnya.
" Ayo tunggu apa lagi!”. Luna segera berdiri lalu jalan bareng dengan Jepri. Di bawa Jepri dan Luna bertemu dengan Sila.
Sila membungkuk tanda hormat.
Jepri tidak memperdulikan keberadaan Sila disana. Luna yang terseyum ke arahnya namun Sila tidak membalas senyumannya.
Ponselnya berdering... Jepri melihat siapa yang menghubunginya.
" Ibu!" Menutup lagi ponselnya lalu ia melanjutkan lagi langkahnya ke kantin.
Giliran ponsel Luna berdering..
" Ibu" Lirihnya. Jepri melihat ke arah samping.
" Halo".
" Halo, Luna ini ibu, tolong sampaikan sam jepri ibu ingin bicara penting!" Luna melihat ke arah Jepri.
__ADS_1
" Sayang, ibu mau bicara sama anda?”. Jepri tidak bergeming.
" Sayang". Luna memberikan ponselnya. Dengan berat hati Jepri mengangkat teleponnya.
" Ya bu?".
" Jepri, apa lusa bisa datang, Japran akan melangsungkan pernikahannya?". Jepri diam sebentar.
" Nak, apa kamu dengar?”
" Iya lihat nanti bu".
" Sekalian ibu mau minta maaf sama Luna!”. Kenap baru sekarang minta maaf gak waktu itu. Batin Jepri.
Jepri menutup teleponnya. " Ayo makan saya lapar!". Jepri segera memberikan ponselnya kepada Luna.
" Kalau ibu menghubungi kamu lagi abaikan saja.
" Tapi sayang!" Jepri menatapnya. Luna langsung mengangguk.
Jepri memesan makanan beberapa di mejanya. Namun Jepri tidak makan hanya minum jus.
" Sayang anda tidak makan?". Jepri hanya menggelengkan kepalanya.
" lalu makanan sebanyak ini untuk siapa”.
" Untuk mu untuk siapa lagi!". Luna melongo mendengarnya.
Ini kan banyak mana mungkin aku menghabiskannya. Batin Luna.
Semua mata melihat ke arahnya, ada yang iri ada juga yang senang melihat kedekatan mereka berdua.
Dia kenapa, bukannya dia yang ngajak makan tapi kenapa malah aku yang makan. Gumam Luna sembari memperhatikan Jepri.
Semi langsung ke ruangan Jepri dan menuggunya di sana.. Tidak lama Jepri dan Luna masuk. Ketika Jepri masuk Semi langsung berdiri.
" Gimana Sem?"
" Sudah tuan muda!”. Luna langsung duduk di sofa dan melanjutkan baca novelnya.
" Terima kasih Sem”.
" Sama-sama tuan. Semi langsung pamit keluar dari ruangannya.
Hari menjelang sore Jepri sudah siap untuk pulang dan melihat ke arah sofa Luna tertidur pulas
Ia mendekatinya lalu melihat wajahnya dari dekat.
Cukup lama Jepri menatapnya, Tiba-tiba Luna membuka matanya dan langsung melihat ke arah Jepri.
" Sayang anda?". Jepri melihat ke arah jam di tangannya. "30 menit saya menunggu mu?”. Luna melihat ke arah jam di tangannya.
" Maaf"
" Huh, apa-apa minta maaf, bosen saya dengarnya" Jepri segera berdiri lalu melangkah keluar. " Ayo pulang!". Luna segera bangun dengan keadaan rambut berantakan dan pakaian kusut.
Di bawah semua mata melihat ke arah Luna. Jepri menengok ke samping dan melihat rambutnya berantakan.
Jadi gara-gara ini mereka menatapnya, rambut berantakan saja dia jadi pusat perhatian. batin Jepri.
Jepri segera berdiri menghalangi langkahnya lalu ia membenarkan anak rambut Luna. Luna tertegun melihatnya.
" Terimakasih sayang".
" Hmmm, lain kali kamu harus lihat dulu rambutmu sebelum keluar!”.
" Iya, maaf".
" Maaf lagi, hmmm".
*****
Di Rumah sakit...
Zaki menahan emosinya ia berniat untuk membalas perbuatan Luna kepadanya.
Kamu sendiri yang sudah mengibarkan bendera perang Lun, aku akan merusak hubungan mu dengan dia!. batinnya.
******
Terima kasih Jika suka tolong bantu like dan VOTE 🤗
__ADS_1