
Ezio merasa sakit mendengar Luna ingin berbaikan dengan suaminya. Dia masih berdiri di luar mendengarkan percakapan Pak Yusuf dan Luna.
Pak Yusuf melihat bayangan seseorang yang sedang berdiri di samping pintu ruangannya. Kebetulan pintunya tidak di tutup.
Pak Yusuf melangkahkan kakinya ke luar melihat bayangan siapa yang sedang berdiri disana. Mendengar langkah kaki Ezio cepat-cepat pergi menjauh. Pak Yusuf tidak melihat siapa-siapa dia pun langsung masuk lagi ke dalam.
" Nak, ayah urus administrasi nya dulu, kamu siap-siap sayang kita langsung menemui suamimu.
" Iya ayah". Jawab Luna sambil tersenyum lebar.
Di tempat lainnya.
Jeje mendatangi rumah Zaki. Kali ini satpamnya tidak membukakan pintunya. Rumahnya terlihat sepi. Jeje terus menekan tombol bel rumahnya. Namun tidak ada tanda-tanda orang yang membukakan pintunya.
Dia kemana sih!!. Umpatnya kesal sambil memukul pagar rumah. Jeje langsung masuk ke mobilnya dan pergi ke kantor Zaki.
Sampai di kantor Jeje segera turun, dia langsung menemui resepsionis.
" Ada yang bisa kami bantu bu?". Ujar resepsionis.
" Sampaikan sama tuan Zaki, kalau saya Jeje mau bertemu?". Dengan angkuh Jeje bicara.
" Mohon maaf bu, udah dua hari ini tuan Zaki tidak datang ke kantor atau memberi kabar kepada kami, kami tidak tau kapan beliau akan ke kantor lagi!β. Jeje terkejut mendengarnya.
Sial!, dia bawa Pak Yusuf lagi, gimana ini. hanya dia jalan satu-satunya untuk Luna agar pergi dari hidupnya Jepri. Batin Jeje.
Jeje langsung pergi ke luar dari kantor Zaki. Sementara Zaki lagi mendekam di penjara. Lala melaporkan Zaki ke polisi dengan bukti yang dia punya. Zaki belum boleh menghubungi siapa-siapa atau menyewa pengacara.
Lala masih di interogasi di kantor polisi karena dia mengakui atas perbuatannya kepada polisi soal kematian Pak Yusuf. Dia berharap dengan melakukan itu Luna dan suaminya memaafkan dirinya.
Tari bersaksi atas kejahatan Zaki kepada Lala dan dirinya.
Di rumah sakit..
__ADS_1
Pak Yusuf dan Luna pamit sama dokter Ezio, mereka sangat berterimakasih atas kebaikan dokter Ezio. Ezio merasa sedih melihat Luna pergi, hatinya hancur.
Pak Yusuf dan Luna langsung naik taksi menuju apartemen Jepri. Di perjalanan menuju apartemen. Pak Yusuf dihubungi sama Semi. Mereka bicara panjang lebar di telepon.
" Nak, ayah gak bisa anter kamu sampai ke atas, ayah ada urusan. kamu gak apa-apa ke atas sendiri menemui suamimu?".
" Iya ayah, ayah mau kemana?". Jawab Luna sambil memegangi tangannya.
" Ayah mau ngurus sesuatu , nanti ayah kabarin kamu kalau udah selesai!.
" Janji yah!, ayah Jangan kaya dulu lagi yang pergi tampa ngabarin Luna?". Pak Yusuf mengusap kepalanya.
" Iya sayang". Luna langsung menyederkan kepalanya di dadanya. Pak Yusuf mencium pucuk kepalanya.
Sampai di apartemen Luna mencium tangan ayahnya sambil melambaikan tangannya.
" Ayah hatiΒ²". Ujarnya.
" Iya sayang". Pak Yusuf melambaikan tangannya juga.Taksinya langsung melaju.
Dia cepat-cepat bangun dan mandi. " Awas kamu Sem, kau tidak bangunkan aku!!". Umpatnya sambil cepat-cepat mandi.
Setelah mengeringkan tubuhnya Jepri langsung keluar melihat ada pakaian di tempat tidur. Dia berdiri menatap pakaian yang sering Luna lakukan kepadanya.
" Lila!!". Panggilannya. Tidak ada jawaban. Jepri keluar kamar dengan memakai handuk.
" Siapa yang suruh ka..". Kata-katanya terhenti ketika Jepri melihat Luna yang sedang menyiapkan makanannya.
" Selamat pagi sayang, apa anda butuh sesuatu?" Luna memasang senyum semanis mungkin agar Jepri tidak marah kepadanya. Diapun langsung jalan ke arah Jepri.
Jepri merasa senang melihat Luna bersikap seperti biasa lagi. Jepri tidak langsung memeluknya ia mempunyai ego yang besar.
Tahan, tahan. Jangan sampai dia tau kalau aku bahagia. Batin Jepri sambil memandangi istrinya dari jarak dekat.
__ADS_1
Luna memegangi kupingnya pake dua tangan.
" Suamiku, maaf saya sudah bersikap dingin kepada anda semalam". Luna menceritakan apa yang Pak Yusuf sudah sampaikan kepadanya. Dari raut wajahnya Luna menunjukkan kalau dirinya merasa bersalah.
" Maaf sudah tidak percaya kepada anda". Lirihnya.
" Apa anda mau memaafkan saya?". Jepri masih diam memandangi istrinya.
" Saya akan pikirkan nanti!'. Jawab Jepri Lalu membalikkan badannya hendak masuk lagi ke dalam kamar. Luna langsung memeluk Jepri dari belakang.
" Saya sangat merindukan anda sayang". Ujarnya lirih. Jepri tidak kuat lagi diapun sama merindukan istrinya. Jepri membalikkan badannya menatap wajah istrinya yang membuatnya candu.
" Hei?β. Jepri mengangkat wajahnya. Luna mantap jepri. Mereka saling memandang.
Jepri mendekatkan wajahnya lalu " Much". Jepri menciumnya.
" Ini sebagai hukumannya kerena kamu bersikap dingin!. Jepri menciumnya dengan lembut.
Luna hanya tersenyum tipis dan wajahnya langsung merah seketika.
Melihat wajah istrinya merah Jepri tersenyum lebar. " Apa kamu masih malu?β. Tanya Jepri sambil memegangi pipinya.
Luna mengangguk sambil menundukkan wajahnya.
" Cium saya?". Pintanya. Luna langsung diam.
" Oh ya udah, kalau gak mau!". Jepri hendak membalikan badannya pura-pura ngambek. Luna mencegahnya pake tangan. Jepri tersenyum dihatinya.
Luna menarik tengkuknya lalu menciumnya. Kesempatan untuk Jepri, dia tidak melepaskan ciumannya. Sama-sama menginginkannya langsung lanjut ke tempat tidur.
Keduanya sama-sama melepaskan rasa rindunya.
Di tempat lain. Pak Yusuf datang ke kantor polisi. Dia melihat ada Lala mantan istrinya di sana. Pak Yusuf merasa kasian melihatnya, dia langsung duduk di sebelah Lala.
__ADS_1
Semi menuggunya di luar sambil tersenyum melihat CCTV di ponselnya. Giliran kejahatan anda yang akan tuan bongkar nona Jeje. Batin Semi.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih π€ππ