Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
55


__ADS_3

Pagi harinya.


Ziya bangun ia mendapati dirinya tidur di sofa terakhir dia habis minum teh yang diberikan Jeje. Mengingat niat awalnya menuggu Jepri malah ketiduran. Mungkin aku ketiduran semalam, apa Jepri udah pulang?. Ziya langsung bangun dan segera mandi.


Jeje masih dengan semangat yang tinggi ia bangun lebih awal mambawa sarapan untuk suaminya ke kamar. Bahkan aku harus pura-pura baik pagi ini. Jeje mendekati suaminya yang masih terlelap tidur.


” Sayang bangun, ini udah siang, apa kamu lupa dengan janjimu semalam?".


Zapran tidak bangun juga, Jeje memegangi tangannya dan berusaha membangunkan suaminya.


Kalau dia tidak bangun dan pergi nanti Jepri akan curiga. Batinnya. Jeje terus berusaha membangunkan suaminya.


" Hmmmm " Jawab Zapran, dengan suara kas bangun tidur.


" Sayang bangun, kata kamu janji mau belikan gaun itu, kalau habis gimana!". Rengek Jeje dengan sedikit manja.


Zapran bangun dari tidurnya melihat jam pukul 6 pagi.


" Sayang apa kamu gak salah bangunkan aku sepagi ini?". Jeje menggelengkan kepalanya.


"Aku ingin gaun itu, kamu harus pergi pagi-pagi dan harus tunggu sampai toko itu buka!". Jeje berusaha membujuknya.


" Tapi sayang ini masih pagi, lagi pula kamu kan bisa pesan lewat online" Mendengar Zapran memberi alasan Jeje mulai kesal.


" Ya udah kalau kamu gak mau aku saja yang pergi!" Jeje hendak berdiri. Zapran meraih tangannya.


" Iya, iya, aku bangun deh, dan aku akan belikan untuk kamu". Jeje sangat senang akhirnya Zapran pergi.


Setelah Zapran pergi, Jeje segera pergi ke ruang tengah menuggu Ibunya turun.


" Nak, apa Jepri udah pulang?, ibu ketiduran semalam".


" Sudah bu, semlam aku liat wajahnya terlihat sedih". Ziya mendengarnya jadi sedih.


Di kamar Luna..


Luna menggeliat ia menguap sembari melihat punggung suaminya. Luna kaget melihat suaminya ada di sampingnya.


" Mataku belum minus kan?" Luna mengucek matanya beberapa kali. Matanya tetap saja melihat Jepri. Jepri bangun lalu duduk di hadapannya.


" Sayang, anda?" Luna bengong ternyata itu bukan mimpi..


" Iya saya, memangnya saya hantu!!" Luna terkejut karena nada suaranya terdengar kesal.


" Kapan anda pulang, apa anda butuh sesuatu?". Jepri ingat lagi dengan kata Ibunya.


" Saya tidak butuh apa-apa!" Jepri segera berdiri ia hendak pergi ke kamar mandi, namun hatinya tidak bisa ditahan lagi.


" Kamu tidak usah ke butik!, dan kamu tidak boleh keluar kamar tampa ijin dari saya!!". Jepri langsung pergi.


Luna bengong mendengarnya. Dia kenapa tiba-tiba marah seperti itu, memangnya aku salah apa. Gumamnya. Luna langsung bangun dan merapikan tempat tidurnya.


Ia segera mengambilkan pakaian suaminya. Melihat dirinya masih memakai kemeja milik Jepri.


" Oh saya tau, mungkin saja gara² pakaian ini dia marah" Luna segera ganti pakaian. Melihat Jepri keluar dari kamar ia cepat-cepat membawakan pakaiannya.

__ADS_1


" Sayang biar saya bantu?" Luna hendak membukakan kancingnya.


" Tidak usah, saya bisa sendiri!!". Dengan dingin Jepri menjawabnya dan langsung ambil kemejanya di tangan Luna.


" Sayang, saya minta maaf, sudah" Belum selesai Luna melanjutkan kalimatnya Jepri memotongnya.


" Oh! ternyata kamu sadar diri juga rupanya!!". Luna bingung dengan sikap Jepri yang tiba-tiba jadi ketus seperti itu.


” Pil apa yang sering kamu minum ??". Mendengar pertanyaan itu Luna langsung sadar dengan pil yang sering ia minum.


Luna menjatuhkan celana yang ia bawa di tangannya, ia cepat-cepat mengambilnya lagi, tubuhnya gemetar ketakutan melihat Jepri marah.


Jepri memegangi bahu Luna dengan kedua tangannya dan sedikit menekannya.


" Suruh siapa kamu minum obat penunda hamil, jawab?!!". Tubuh Luna langsung panas napasnya memburu ia takut sama pria di hadapannya.


" Kalau ibu tidak menemukan obat itu mungkin saya tidak akan pernah tau kalau kamu tidak menginginkan anak dari saya??".


Luna menjatuhkan air matanya. Jepri masih menuggu jawaban dari Luna. Tidak dapat jawaban, Jepri hendak pergi.


" Iya!. saya minum obat itu karena anda!!," Jepri terkejut mendengar Luna bicara dengan nanda tinggi kepadanya. ia pun berbalik dan menatapnya.


" Karena saya takut anda memisah saya dengan anak saya nantinya, untuk apa saya harus mengandung anak dari anda bukannya dari awal anda bilang pernikahan ini hanya sandiwara? ". Jepri langsung ingat dengan awal pernikahannya.


Dasar bodoh!, apa dia tidak sadar kalau selama ini saya sudah menunjukkan cinta kepadanya, mana mungkin saya memisahkan dia dari anaknya, bahkan saya tidak akan membiarkan dia pergi dari hidup saya.


Luna memegangi dadanya ia tidak tau punya kekuatan dari mana bisa mengeluarkan unek-uneknya sama Jepri. Jepri melihat wajah Luna yang berderai air mata.


" Maaf, saya sudah berkata kasar sama anda " Ucapnya lirih sambil menundukkan kepalanya.


Jepri merasa sakit melihat Luna nangis dan sedih, Ia ingin memberikan pelajaran sama Luna.


" Ini hukuman untuk kamu, karena sudah meminum pil tampa ijin dariku!


Luna terkejut.


Jepri menciumnya lagi, kali ini dia tidak membiarkan Luna menutup bibirnya.


Merasa napasnya hampir habis Jepri melepaskan bibirnya.


" Dan itu hukuman ke dua untuk kamu yang sudah menuduh saya ambil anak dari ibunya sendiri. Jepri melanjutkan lagi menciumnya kali ini dia menarik tengkuk lehernya.


" Dan ini!, kamu sudah bicara dengan nanda tinggi sama saya tadi!". Luna bingung dengan sikap Jepri yang menghukumnya dengan cara menciumnya terus-terusan.


Jepri langsung mengendong Luna ke atas tempat tidur, ia langsung menidurkannya. Jepri segera menarik pakaian Luna dengan mudah, ia pun menarik handuknya yang melingkar ditubuhnya.


Jepri melakukan ritual paginya.


Di bawah.


Semi melihat Jam di tangannya. Menuggu Jepri tidak turun juga sudah hampir 2 jam dia menuggunya.


Jeje dan Ziya sama² saling memandang.


" Apa terjadi sesuatu sama mereka?”.

__ADS_1


” Aku juga tidak tau bu" Jawab Jeje cemas, ia pun takut melihat Jepri dan Luna baikan.


Semi mendapati telepon dari Jepri. Ia pun langsung menjauh dari Ziya dan juga Jeje.


Tidak lama Jepri turun, Ziya dan Jeje segera berdiri menghampirinya.


" Nak, apa kamu baik-baik saja?" Ziya sangat cemas terlebih lagi Jepri turun sendiri tampa Luna.


" Ibu bisa lihat sendiri kan kalau saya baik-baik saja" Dengan santai jepri menjawabnya.


Jepri menatap Jeje sinis yang berdiri di samping ibunya.


" Yang harus ibu hawatir kan itu dia, bukan aku!". Unjuk Jepri sama Jeje.


Deg, Jeje langsung pucat mendengarnya. Ziya bingung dengan ucapan Jepri.


" Memangnya kenapa sama Jeje?" Ibunya malah bertanya lagi sama Jepri.


" Tuh ibu nanya, bukannya semalam kamu ingin kasih tau ibu?". Jepri sengaja memancingnya. Jeje makin gugup.


" Jeje, memangnya semalam ada apa?". Jeje makin gugup jantungnya dag dig dog.


Sialan Jepri membuat posisiku bahaya ne. Jeje memikirkan alasan untuk menjawab pertanyaan dari Ziya.


" Semalam, Zapran bilang mau pamit sama ibu, tapi saya bilang jangan ganggu ibu karena ibu lagi istrhat". Jepri langsung tersenyum kecut mendengarnya jawaban dari Jeje. Dia sudah tau wanita itu sangat licik.


" Tumben, Zapran tidak pamit sama ibu?". Ibunya mulai cemas.


" Ibu tenang saja,. Zapran sore ini balik ko". Jeje berusaha menenangkan Ziya.


Ziya langsung ingat sama Luna soal pil itu ia pun mulai bertanya lagi.


" Nak, jika Luna tidak mau punya anak dari kamu, ibu akan carikan wanita lain untuk kamu!". Mendengar ucapan Ziya.


Uhuk... uhuk. Jeje langsung batuk padahal dia tidak lagi minum atau makan.


" Tidak usah repot-repot bu, Luna tidak ada bilang seperti itu!".


" Tapi kan ibu liat sendiri dan menemukan obat itu nak".


" Iya, ibu menemukan obat itu di tong sampah kan, Luna memang sengaja membuangnya".


Jeje dan Ziya saling memandang. Mereka tidak bicara apa-apa lagi.


" La, bawakan ke atas sarapan untuk nona" Printah Jepri sama Lila.


" Baik tuan!". Jepri langsung pergi, Jeje pun langsung pamit sama Ziya dan mengejar Jepri.


" Ji tunggu?" Jepri terus jalan ke arah garasi. Jeje menghadangnya.


" Ji, kamu sengaja ingin bongkar hubungan kita dulu?”. Jepri tersenyum kecut.


" Ji, aku tanya serius?!".


" Bukanya semalam kamu yang ingin beri tau mereka, lalu apa masalahnya!". Jeje langsung ingat kejadian malam itu langsung diam membisu

__ADS_1


Jepri langsung naik ke mobil dan pergi.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏


__ADS_2