
Tidak lama, Pintunya kebuka. Semi dan polisi masuk ke dalam. Jeje melotot melihat polisi ada di sana.
" Nona, anda kami tahan!". Ujar polisi dan langsung memborgolnya.
" Bawa dia jauh² pak, saya sudah muak liat wajahnya!!". Ujar Jepri. Jeje melotot mendengarnya.
" Sem, berikan barang buktinya ke polisi, dia sudah mengakui kejahatannya dan saya sudah merekamnya ”. Jeje makin sedih mendengarnya.
" Jadi kamu yang lapor ke posisi Ji?". Jepri tidak menjawabnya dia tetap memeluk istrinya.
" Ayo nona?". Polisi mengajak Jeje keluar.
" Pak, apa yang dia bilang itu bohong!!, saya memang ngaku, tapi dia yang meminta saya untuk ngaku pak, semua yang saya katakan itu bohong pak!". Jeje mengelak. Namun polisi tidak mendengarnya mereka tetap membawa Jeje keluar.
Semi meletakkan paper bag nya di meja lalu menutup pintunya.
" Jadi kue itu memang untuk saya, saya yang sudah membuat Mila meninggal". Lirihnya sambil menangis.
Jepri mengambilkan air minum. " Minumlah, dan stop nyalahin diri sendiri". Luna menatap suaminya. Dia tidak bicara lagi. Jepri membenarkan rambutnya sambil berkata.
" Kamu tidak salah, dia yang salah, aku bisa gila kalau kamu tidak ada". Luna tertegun mendengarnya.
" Kamu adalah jantungnya aku, jadi kalau kamu kenapa-kenapa, aku yang bakal tiada". Untuk pertama kalinya Jepri bicara romantis sama Luna.
Jepri memeluknya dengan erat. " Tetaplah seperti itu, karena sikap kamu yang penurut membuat aku semakin mencintai kamu sayang. Luna merasa tersanjung mendengarnya.
__ADS_1
Di bawah Jeje teriak-teriak sama polisi dan orang-orang yang memandanginya dengan tatapan aneh.
Semi menggelengkan kepalanya melihat Jeje bersikap seperti itu.
Di kantor polisi Jeje tidak menjawab semua pertanyaan polisi dia tetap membisu.
" Saya akan jawab pertanyaan kalian, tapi saya ingin menghubungi papa dan pengacara saya!". Polisi menghela napasnya.
Ia memberikan teleponnya. Jeje langsung menekan tombol panggilan sama papanya.
Teleponnya terhubung.
>> Papa, tolong Jeje, Jeje di jebak pa, Jeje di kantor polisi. Tidak ada jawaban.
>> Halo pa, papa dengar kan pa. Jeje mengetuk teleponnya.
>> Maaf, mulai hari ini kamu bukan anak saya lagi, dan saya sudah mencoret kamu dari ahli waris saya, anak saya sudah meninggal dunia!. Tut.... tut.... Jeje shock mendengarnya.
>> Pa, jangan pa!, Jeje butuh papa. Halo, halo papa. Sabungan teleponnya terputus. Jeje menangis sejadi-jadinya.
" Ayo nona, ikut saya" Jeje di bawa ke sel, hatinya hancur berkeping keping. Untuk apa aku hidup di dunia ini. Gumamnya sambil berpikir.
Mendengar Jeje sudah di tangkap Zapran langsung ke kantor polisi. Dia tetap melanjutkan kasusnya.
" Apa anda ingin bertemu dengan istri anda tuan?". Zapran diam sebentar.
__ADS_1
" Iya pak, saya mau". Polisi segera membawa Jeje dari ruangannya. Melihat Zapran mengunjunginya. Jeje sedikit punya harapan, dia berharap Zapran mau mencabut laporannya.
" Sayang, kamu mau jemput aku kan?, aku senang kamu masih hidup, aku sayang kamu dan cinta sama kamu". Ujar Jeje seraya menyentuh tangan Zapran sembari memasang wajah sedih.
" Kamu tau kan aku tidak bisa tidur dengan alas tikar seperti itu, dan mandi ramai² bareng orang lain, makan gak sehat, apa lagi ruangannya tidak ada cahaya". Zapran sebenarnya tidak tega mendengarnya. Namun ia ingat lagi dengan apa yang Jeje lakukan kepadanya.
" Kamu tau, aku senang banget melihat kamu lagi dengan keadaan sehat sayang". Zapran melepaskan tangan Jeje dari tangannya.
" Sudah ngeluh nya?". Jeje terdiam sejenak.
" Apa kamu lupa, kamu juga tega ingin membunuhku??". Jeje menuduhkan kepalanya.
" Apa kamu juga lupa, sudah selingkuh dengan pria lain di belakangku??, apa kamu juga lupa, kamu sering bersikap tidak adil sama adik ipar??. Jeje menangis sejadi-jadinya.
" Rasa cintaku yang amat besar membuat kamu lupa diri dan buta. Kamu tidak tau artinya cinta sejati, yang kamu tau hanya keegoisan dirimu sendiri!!.. Jeje menatap Zapran dan melihat kesedihannya.
" Aku minta maaf sayang, aku nyesel".
" Terlambat, hatiku sudah tertutup rapat untuk mu, aku menemui mu cuma untuk bilang, aku talak kamu, mulai hari ini kamu bukan istriku lagi!, dan ini pertemuan kita terlahir.". Zapran langsung berdiri dan menahan kesedihannya di dalam hati.
" Hiks,, Hiks,,, Jeje menangis lagi. " Sayang aku mohon beri kesempatan untuk aku sekali lagi. Zapran terus melangkahkan kakinya keluar. Jeje menangis sambil menatap Zapran pergi.
" Aku nyesel, aku tidak mau kamu pergi, aku mohon kembali ke aku Zapran". Ujar Jeje sedih, Jeje baru sadar ternyata Zapran yang tulus mencintainya selama ini.
Jeje teringat terus dengan kata-kata Zapran soal cintanya yang besar. Jadi dia sangat mencintaiku. Gumamnya. Namun penyesalannya terlambat.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏🙏.