
Zaki meraih tangan Luna lagi. " Lepas!!, jauhkan tangan kotor mu itu dariku!!”. Luna sekali lagi menepiskan tangannya. Zaki mengangkat Kedua tangannya.
" Oke, aku tidak akan menyentuh mu, tapi ijinkan aku antar kamu Lun aku mohon”. Luna membuang wajahnya dan melihat mamanya di atas balkon sedang melihat ke arahnya. ” Mama” Lirihnya. Zaki pun langsung melihat ke arah balkon.
Sial, sepertinya dia tadi lihat aku memegangi dia. Zaki berpikir sebentar. Tidak lama taksi datang Luna langsung masuk ke dalam mobil dan pergi. Zaki langsung masuk ke dalam rumah.
Zaki masuk ke rumah langsung naik ke atas menemui istrinya di teras. Zaki memegangi kursi rodanya.
” Sayang ayo masuk udara di luar sangat panas" Ajaknya sembari mendorong kursi rodanya.
" Apa kamu masih mencintai dia??”. Zaki berhenti lalu pindah posisi dan berjongkok di depannya.
” Sayang, kalau aku mencintainya mana mungkin aku menjualnya sama teman-teman kita, lagi pula aku sekarang milikmu seutuhnya" Zaki mengecup bibirnya.
” I love you" Bisik nya. Lala langsung memeluknya erat. Zaki terseyum jahat sembari membalas pelukannya.
Sampai di butik Luna melihat ada mobil suaminya.
Bukannya itu mobilnya, lalu dimana dia?. Luna melihat isi mobilnya tidak ada orang. Luna segera masuk ke butik di sana Semi sedang duduk sambil baca majalah.
" Sem, ada apa di mari?". Semi segera bangun lalu ia menghampiri Luna.
" Nona, tuan menuggu anda dirumah?”. Luna melihat jam di pergelangan tangannya.
" Ini masih jam 4 sore Sem, tumben udah balik?".
" Sebaiknya anda ikut nona, karena tuan lagi marah besar!". Luna takut mendengarnya.
” Mil, saya pulang dulu ya”.
" Iya nona, hati-hati". Luna dan Semi keluar barengan lalu ia naik mobil.
" Sem, memangnya tuan marah kenapa?”. Semi tidak menjawabnya. Lun mendengus kesal. Hatinya ketakutan.
Apa jangan² dia tau aku habis menemui mama?. tapi dari mana dia tau. Luna terus berpikir.
Sampai di rumah Luna langsung cepat-cepat masuk ke dalam dan melihat suaminya sedang duduk di sofa ruang tengah.
" Sayang saya pulang" Luna berniat ingin mencium tangannya namun Jepri menarik lagi tangannya. Dia kenapa?.. kenapa bersikap dingin seperti es?. Gumam Luna yang masih mematung.
" Dari mana kamu??”. Kalau aku jawab dari butik gak mungkin, jelas-jelas Sem tau aku dari luar, sial. batinnya.
" Saya tadi dari rumah Mama sayang”.
" Siapa yang mengijinkan kamu menemuinya??” Luna langsung diam. Jadi dia marah gara-gara aku menemui mama. Tenang Luna kamu harus tenang menghadapinya.
” Maaf sayang, saya hanya”.
" Hanya apa, kamu ingin hal yang buruk menimpamu kan??, apa sih di isi otakmu itu??, lalu apa yang kamu dapatkan dari rumah mamamu??". Luna makin takut karena Jepri sangat marah.
" Sayang maaf, saya janji tidak akan menemuinya atas ijin anda". Jepri masih kesal karena Luna tidak menurutinya.
" Karena kamu sudah membuat saya kesal, dan melanggar aturan saya, maka malam ini saya akan hukum kamu”. Luna mendongak menatap Jepri.
Lebih baik aku diam dan mengikutinya dari pada dia marah-marah. Batin Luna.
__ADS_1
" Sayang maaf, saya janji, saya tidak akan melanggarnya lagi”. Jepri melihat tangannya memar...
” Ini apa?” Unjuknya. Luna pun tidak sadar kalau tangannya memar.
" Kamu ikut saya!” Jepri meraih tangannya lalu mereka pergi ke kamar.
" Kamu duduk di situ, dan jangan bergerak!”. Aku mau di apain?, apa dia mau memukulku?. Batin Luna sembari melihat Jepri ambil kontak obat.
Jepri mengompresnya dengan alkohol sambil berjongkok.
" Pasti dia kan yang melakukan ini??”. Luna mengangguk. Luna tersentuh hatinya dengan cara Jepri perhatian kepadanya.
" Apa ini sakit?”. Luna malah bengong memandangi wajahnya.
Jepri mendorong keningnya dengan telunjuk. " Dasar ceroboh, malah bengong!" Jepri segera berdiri lalu menaruh obatnya di tempat obat.
Luna memegangi keningnya. Baru aja hati ini senang eh sekarang sakit lagi. Batin Luna cemberut.
” Mandi sana!, kita makan malam, saya lapar!".
" Iya". Luna segera bangun lalu pergi ke kamar mandi.
Dasar bodoh, tidak ada kapok²nya dia itu. Jepri mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Semi.
" Iya tuan?”.
” Sem, tangannya memar, kamu tau kan harus apa?”.
" Baik tuan!”.
Sambil nyanyi Luna memilih pakaian, dia tidak sadar kalau Jepri ada di sana, Tampa sepengatahuan nya Luna membuka handuknya lalu memakai pakaian di depan Jepri. Jepri membuka matanya lebar-lebar dan menelan ludahnya. Pemandangan didepannya begitu indah dan membuatnya gusar.
" Hmmmm!" Luna berhenti sejenak lalu menoleh ke arah sofa dimana Jepri duduk. " Sayang anda!" Luna cepat-cepat memakai celananya lalu buru-buru menutup bagian atasnya dengan handuk yang ada di kepalanya.
" Anda melihatnya?”
” Iya!".
Mati aku, jadi dia lihat tubuhku, sial, kenapa aku gak lihat sih kalau ada dia.
" Ayo cepat saya lapar!" Jepri keluar lebih dulu dari kamarnya sambil tersenyum lebar. Sedangkan Luna memukul kecil kepalanya dan menggerutu dihatinya.
" Bodohnya kamu Luna" Hardiknya. Jepri menenangkan pikiran, dan masih membayangkan tubuh polos Luna.
Dasar ceroboh. Namun hatinya sangat senang, bahkan Jepri senyum-senyum sendiri di kursinya. Lila melihatnya ikut senang. Senyumnya kembali lagi seperti dulu. Batin Lila.
Luna melihat Jepri di kursi merasa canggung dan malu. Aku malu, apa dia tidak malu sudah lihat tubuhku!, tapi kurasa dia tidak tertarik kepadaku, syukurlah. batinnya.
Suasana makan malam hening, Luna terus melihat wajah Jepri tampak expresi.
Sebenarnya Jepri terus menarik nafasnya jika Ingat kajadian tadi. Ngapain dia terus menatap kesini. Batin Jepri.
" Hmmmm, ada apa?, dari tadi kamu lihatin saya?". Luna yang kaget menjatuhkan sendok ke bawah. Jepri menarik napas panjangnya.
Sial rupanya dia tau aku lagi memperhatikannya.
__ADS_1
" Maaf sayang gak sengaja".
" Gak sengaja gimana?".
" Iya gak sengaja, habis anda.." Luna tidak melanjutkan bicaranya.
" Saya apa??". Aduh apa ya, masa ia saya harus berkata jujur.
" Anda malam ini sangat tampan" Luna menutup mulutnya dengan kedua tangan. Sial!, ini mulut kenapa harus keceplosan sih.
Jepri langsung senang namun ia tidak menunjukkannya, Jepri memasang wajah datar tampak expresi.
” Memang saya tampan sejak lahir!" Dengan percaya diri Jepri memuji dirinya.
" Anda benar, bukan hanya tampan anda juga baik" Lagi-lagi Luna memujinya.
" Hmmmm ², kamu pikir jika kamu memuji saya seperti itu saya akan melupakan kesalahan kamu?, mulai besok kamu ikut saya ke kantor selama dua hari”. Luna bengong mendengarnya. Jujur salah bohong apa lagi. Batin Luna.
Jepri langsung berdiri dan membalikkan badannya, ia sangat senang mendengar pujian dari Luna. Tampa Luna ketahui, sedangkan Luna kesal karena ia tidak bisa kebutik.
Di kamar Jepri sudah di posisinya duduk sembari memainkan ponselnya, Luna masuk sambil membawa air minum untuknya.
Gimana ia, apa aku protes, tapi aku takut malah bertambah besar hukumannya.
" Ngapain berdiri disitu, hukuman mu baru setengahnya belum full!". Luna melongo mendengarnya. Apa lagi ini. Batinnya. Luna segera naik ke tempat tidur.
" Mulai malam ini kamu tidak boleh memunggungi saya lagi jika sedang tidur, jika kamu membalikkan badan, maka hukuman mu akan bertambah menjadi dua kali lipat!". Luna menelan ludahnya. Apa-apaan ini, aneh banget hukumannya.
" Sayang, kalau saya tidak senagaja membalikkan badan, apa akan tetap di hukum?".
" Iya" Jepri langsung menjawabnya tampa berpikir dulu. Hah.
" Lalu gimana kalau saya tidak membalikkan badan saya, nanti badan saya sakit sayang".
" Itu badan kamu, bukan badan saya!" Huh, dasar tidak punya hati, Luna menggerutu dihatinya.
Jepri senang sekali, dihatinya ia ingin sekali tertawa terbahak-bahak. Namun ia tahan sekuat tenaga.
" Mana?". Luna bengong. Apa lagi sih?.
" Apa sayang?".
" Ucapan selamat malam?”.
" Selamat malam Sayang".
" Bukan itu!". Lalu apa gak jelas. Batin Luna.
"Hmmm" Jepri menujuk bibirnya. Hah jadi dia minta aku menciumnya.
" Jangan lupa itu bagian hukuman yang harus selalu kamu lakukan!, jika lupa maka!" Belum selesai bicara Luna langsung menciumnya. Mata mereka bertemu.
Luna langsung tersenyum dan membaringkan tubuhnya, Jepri menatapnya dengan senang.
******
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗