Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
13


__ADS_3

Kenyang aku kenyang. Batin Luna seraya melihat ke arah jendela kaca mobilnya.


Pintu mobilnya kebuka...


Luna langsung paham ia jalan berdampingan dengan Jepri.


Jepri tersenyum melihat Luna jalan sedikit berlari. padahal dia jalan seperti biasa. Apa aku jalannya terlalu cepat, atau dia terlalu lemot?. Jepri bicara dihatinya.


" Pak saya ijin ke toilet yah" Luna meminta ijin.


Jepri langsung mengangguk.


Luna segera mencari toiletnya. " Itu dia!" Luna menemukan toiletnya..


Ketika Luna ingin masuk ke toilet. Mendengar dua wanita sedang membicarakannya.. Luna mengurungkan niatnya untuk masuk ke toilet itu, ia mencari toiletnya lainnya.


" Huh!. dia pikir aku pakai pelet apa coba!. dia tidak tau aja jika aku dan dia hanya sandiwara!" Luna bicara sendiri sembari menunggu liftnya kebuka.


Luna naik dua lantai, ia mencari letak toiletnya. Ia segera masuk. Ketika ia mau keluar pintunya susah di buka.


" Sial kuncinya macet lagi!. Luna berusaha mengendornya. " Apa ada orang di luar?. jika ada tolong bukain pintunya. teriak Luna dari dalam.


Staf yang bernama Sila, sebenarnya dia tau jika Luna yang ada di dalam kamar mandi tersebut. ia keluar tampa menolongnya. " Rasain kamu!!".


Semi dan Jepri sedang diskusi pekerjaan di ruangannya, namun Semi melihat Jepri terlihat gusar, matanya terus menatap ke arah pintu. Semi mengerti apa yang membuat bosnya itu gusar.


" Tuan saya akan mengeceknya!" Semi pamit keluar untuk mengecek keberadaan Luna.


" Sem. saya ikut!".


" Baik tuan!”..


”Ini hampir 30 menit. tapi ia belum kembali juga, apa dia kabur?" Jepri sangat panik.


Semi mendengarnya. Tuan apa anda mulai membuka hati anda kepada nona Luna?. Batin Semi.


Semi mengecek semua kamar mandi namun tidak melihat keberadaan Luna.


Sedangkan Jepri menuggunya di luar. Mereka segera ke ruangan cctv. Jepri dan Semi melihat Luna keluar di lantai dua, dan masuk ke kamar mandi, tapi dia tidak terlihat keluar lagi.


" Apa jangan² dia pingsan!" Jepri dan Semi segera turun dan mengeceknya.


" Tuan, saya akan mengeceknya, anda tunggu di sini saja, jika Semua karyawan tau anda bersikap seperti ini. maka mereka akan berpikir yang tidak-tidak tentang anda!.


Jepri akhirnya menurut. Benar juga yang di katakan Sem, harga diriku lebih berharga dari apapun.. Batinnya.


Semi masuk dan mengeceknya. " Nona Luna apa anda di dalam?". Semi memanggilnya.


" Iya Pak saya di dalam!" Jawab Luna dengan suara pelan. Semi membuka pintunya, ia melihat wajah Luna merah, " Nona sebaiknya anda minum dulu, dan basuh wajah anda agar wajah anda tidak memerah seperti kepiting!".


Luna mengangguk. Sementara Semi keluar untuk menemui Jepri. " Tuan nona tidak apa-apa!'" Jepri mengangguk lalu ia naik ke atas duluan.

__ADS_1


Seseorang menguping pembicaraannya. " Sepertinya tuan Jepri menyukai gadis itu!, Nona harus tau ini!" ucap penguntit tersebut.


Luna keluar dan langsung menuju ke ruangan Jepri. " Maaf Pak tadi saya..".


" Ayo pulang!". Jepri segera berdiri dan mengajak Luna untuk pulang. Ko dia marah sih, aku salah apa?. Batin Luna penuh tanda tanya.


” Sem. tidak perlu antar saya, tolong kamu urus semuanya”.


" Baik tuan muda!”.


Luna menarik napasnya lalu mulai jalan cepet mengikuti Jepri.


Diperjalanan suasana hening keduanya tidak bicara. Luna merasa canggung karena harus berdua di dalam satu mobil dengan Jepri.


Masih siang Jepri udah pulang dari kantornya, Ia turun lebih dulu dari mobilnya tampa bicara.


Aku salah apa coba, dia ko marah, Luna terus memikirkan dimana letak kesalahannya.


" Nona, anda sebaiknya istrhat, wajah anda terlihat merah, apa anda iritasi?”.


Luna terkejut tiba-tiba Lila ada di hadapannya.


" Tidak Lila. aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba wajahku merah seperti ini!”.


" Sebaiknya anda istrhat nona, saya akan ambilkan anda jus dan makanan ringan!". Lila segera pergi.


Luna masuk ke paviliun tidak melihat barang-barangnya di ruang tengah.


” Barang-barang ku?!". Tidak ada yang tersisa semuanya hilang.


" Aku harus protes ini tidak bisa aku biarin!" Luna menghapus air matanya. Luna langsung naik ke atas.


Melihat Jepri lagi santai di balkon Luna berniat menghampirinya. Namun langkahnya terhenti di depan pintu. Luna takut jika ia protes akan kena masalah lagi. Luna memundurkan langkahnya.


” Kenapa gak jadi?". Jepri bertanya namun matanya tidak melihat ke arah Luna.


Luna terkejut. Tuh kan benar dia bisa tau aku mau menemuinya. aku lupa jika dia itu punya indra keenam. Batin Luna.


” Apa kamu tidak dengar yang di bilang Lila tadi!”. Luna langsung diam membeku.


" Baik pak, saya permisi!”. Luna tidak jadi protes, sebenarnya hatinya masih kesal karena semua barangnya hilang.


" Huh!. aku takut sama dia. bahkan untuk bertanya saja aku tidak berani. Luna bicara sambil menuruni tangga.


Luna masuk ke kamarnya, ia melihat wajahnya masih merah-merah Ia merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Aku tidak menyangka hidup ku akan di kendalikan sama dia..


Luna mendengar orang bicara di luar kamarnya, ia segera bangun dan duduk.


" Siapa?"


" Buka pintunya!" Luna mendengar suara Jepri.

__ADS_1


Luna cepat-cepat membukakan pintunya. Luna terkejut melihat pria berseragam dokter berdiri di depan pintu bersama Jepri.


" Nona biar saya periksa anda dulu!". Siapa yang sakit kenapa aku di periksa sih!. Batin Luna.


" Ayo tunggu apa lagi!" Perintah Jepri.


Luna lalu duduk di tempat tidur, dokter segera memeriksanya.


Jepri berdiri menuggunya.


" Apa anda alergi terhadap makanan nona?".


Luna diam sejenak. " Oiya Dok. tadi saya makan daging dan kata papa saya waktu saya kecil alergi terhadap daging!”.


Jepri langsung terkejut.


" Lalu kenapa tadi kamu ajak saya makan di sana jika itu membahayakan kesehatan kamu sendiri!!”.


Dokternya bengong melihat Jepri marah seperti itu.


Mati aku!. salah lagi kan jadinya. Gumam Luna. Jepri menatapnya dengan tatapan tajam. Kamu harus jelaskan nanti kepadaku. dari sorot matanya Jepri meminta jawaban dari Luna.


" Saya akan kasih obat antibiotik tuan, ini tidak terlalu parah! nona akan baik-baik saja.


Luna diam membekuk.


Dokternya lalu pamit, sedangkan Jepri masih di kamar Luna.


" Pak saya minta maaf, sebenarnya tadi saya sedang bengong pas banyak nanya, saya ingin Jujur tapi saya takut pak sama bapak!. Luna bicara sambil menundukkan kepalanya.


Jepri hendak keluar. " Pak saya mohon maafkan saya?” Jepri segera pergi tampa menjawabnya.


Luna langsung diam. Tidak lama Lila datang dan membawakan makanan. " Nona makanlah setelah itu anda minum obatnya!”.


Luna mengangguk.


” Lila apa aku boleh bertanya?”. Lila mengangguk menandakan boleh.


" Keluarga Pak Jepri itu sebenarnya ada di mana, aku tidak melihatnya dari kemarin?.”


Lila tidak menjawabnya hanya diam.


” Kamu udah lama kerja di sini?”.


” Udah hampir 2 tahun Non!".


Giliran itu dia jawab, menyebalkan. Gumam Luna.


" Saya permisi nona, jika anda butuh saya lagi anda bisa tekan tombol itu". Unjuk Lila.


" Terima kasih Lila!".

__ADS_1


" Sama-sama Non!". Lila lalu pamit pergi.


bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2