Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
52


__ADS_3

Zaki keluar dari kamar mandi melihat Lala masih di lantai ia memanggil penjaga dirumahnya.


" Pak, bawa dia ke kamar pembantu" Perintah Zaki. Penjaga itu bengong.


" Apa kamu tidak dengar??”. Penjaga itu langsung membawa Lala ke kamar pembantu. Tari tersenyum puas sembari melambaikan tangannya.


Zaki mengikuti dari belakang, Lala di letakan di tempat tidur yang kecil.


Ia tidak bicara apa-apa hanya diam membisu.


” Perhatian semuanya, jangan sampai di keluar dari kamar ini, dan juga tidak boleh dia menggunakan telepon, bagi siapapun yang bantu dia maka saya tidak akan segan-segan membunuh kalian!!". Ancam Zaki. Semua tercengang Mendengarnya.


Zaki mengambil ponsel di saku Lala dan membuka password nya dengan tangannya. Ia terkejut melihat ada CCTV di setiap ruangannya.


" Wow, dengan ini saya bisa mengawasi nenek tua!". Zaki segera keluar dari kamar pembantu meninggalkan istrinya sendiri.


Hari mulai sore seseorang sudah datang menjemput Luna.


Luna segera pulang.


Di rumah Ziya dan Jeje sudah menanti kedatangan Luna, mereka ingin mencecarnya.


Melihat Luna masuk dan hendak naik Jeje mencegahnya.


" Tunggu!". Jeje menghentikan langkahnya. Luna masih saja naik ke atas.

__ADS_1


" Saya bilang tunggu ya tunggu!!" Jeje menarik tangan Luna dengan kasar.


" Mau apa lagi sih anda, anda ini tidak capek apa gangu saya terus?”. Mendengarnya Jeje langsung emosi.


" Dasar ******!!" Jeje hendak menamparnya, namun tangannya di cekal Luna.


" Kamu pikir saya akan biarkan kamu memukul wajah saya!!" Luna segera menghempaskan tangannya.


Luna langsung cepat-cepat naik. " Awas kamu ya!!" Teriak Jeje. Jeje langsung pergi ke kamar Ziya ke untuk mengadukan Luna.


" Ibu lihat tanganku sakit gara-gara wanita lelang itu, saya hanya ngasih tau dia kalau pulang Jagan telat kalau gak ada suami". Ziya melihat tangannya.


" Dia itu kasar banget ibu" Jeje pura ² kesakitan. Ziya yang tidak kuat lagi segera menghubungi anaknya.


" Ibu mau apa?" tanya Jeje.


" Ya Bu, ada apa?”.


" Jepri ibu mau bicara penting soal istrimu?".


" Ada apa dengan Luna bu?".


" Barusan dia habis memelintir tangan Jeje, dan kamu harus tau juga soal obat yang ibu temukan di tong sampah kamarmu!".


" Obat, obat apa maksud ibu?”.

__ADS_1


" Ternyata istrimu tidak menginginkan anak darimu, dia mengonsumsi pil KB"


Tidak ada suara lagi dari Jepri,


" Nak, apa kamu masih di sana?".


" Aku akan pulang malam ini juga bu!!". Jepri segera menutup telponnya. Jeje mendengar suara Jepri yang kesal makin senang.


" Rasain kamu ******!" Ucapan pelan.


Luna yang merindukan suaminya ia mengambil kemejanya lalu ia pakai dan memeluknya.


Melihat poto besar di dinding ia pun bicara sama Poto. Luna sangat merindukan Jepri ia baru sadar sudah jatuh cinta sama suaminya itu.


Di luar kota Jepri langsung memutuskan untuk pulang malam itu juga. Ia merasa marah dan kesal mengetahui kalau Luna tidak ingin mempunyai anak darinya.


Semi yang terkejut segera mengatur jadwal keberangkatan pulang.


Semoga nona dan tuan tidak ada masalah besar. Batinnya.


Dirumah Jeje sudah merias wajahnya di depan cermin, ia ingin menyambut kedatangan Jepri.


" Aku yang akan memberimu anak Ji, bukan wanita ****** itu!". Jeje tersenyum licik sembari melihat ke arah jendela luar.


__ADS_1



Terimakasih jika suka tolong bantu like dan VOTE 🤗🙏🙏


__ADS_2