
Di mobil Zapran terdiam sembari menatap ke kantor polisi, dia menangis di dalam mobil. Membuka dompetnya masih ada foto istrinya, dia mengeluarkan fotonya lalu membuangnya ke luar dan segera melajukan mobilnya pergi.
Jepri dan Luna pulang ke rumah, Luna merasa tenang setelah mendengar kebenaran dari Jepri soal Jeje dan perasaannya. Luna merasa bahagia mendengar Jepri menyatakan perasaannya kepadanya.
" Sayang, apa saya boleh memanggil anda dengan sebutan mas?". Jepri berpikir sebentar.
" Hmmmm " Jawab Jepri.
" Terimakasih mas". Luna memeluknya erat. Jepri merasa senang sudah membuat istrinya bahagia. Jepri mengantar istrinya ke dalam kamar dan memintanya untuk istrhat.
Mereka duduk di ranjang. Jepri hendak pergi tangannya di tarik Luna.
" Apa lagi?" Tanyanya pelan
" Mas, saya ingin tau, kapan anda mulai mencintai saya?”. Mendengar pertanyaan dari istrinya, Jepri langsung memasang wajah datar.
" Kamu mulai berani sama saya?". Luna terkejut mendengar Jepri masih bicara galak kepadanya. Luna menggelengkan kepalanya merasa takut. Jepri tersenyum di hatinya.
" Saya juga tidak tau kapan saya mulai cinta sama kamu.. Luna tersenyum setidaknya Jepri menjawabnya. Dasar egois masa dia lupa sih!. Gumam Luna.
" Lalu kamu?". Tanya balik. Luna melotot mendengarnya. Kalau saya jawab tidak tau juga, dia pasti marah. Gumam Luna.
" Hey?". Panggil Jepri.
" Saya mulai mencintai anda dari pas anda mencium saya". Mendengar pengakuan istrinya yang serentak Jepri tertawa.
__ADS_1
" Hahahaha, dasar mesum!". Ejeknya. Luna menatap Jepri yang tertawa lepas.
Syukurlah jawaban aku tidak membuat dia marah. Gumam Luna sambil berpikir. Luna ingat lagi dengan jawabannya. Bodoh kenapa aku jawab itu sih!. Gumam Luna menggerutu di hatinya.
Jepri terus saja tertawa. Luna yang cemberut langsung membaringkan tubuhnya dan tidur.
Keesokannya. Luna bangun lebih awal dia melihat suaminya masih tertidur pulas. Luna bangun dan segera ke dapur.
" Nona, ngapain anda ke dapur, nanti tuan bisa marah!". Tegur Lila.
" Saya hanya ingin membuat teh Lila untuk suami saya".
" Nona, saya mohon sebaiknya anda tunggu di sana, saya akan membuatnya untuk anda". Mendengar Lila memohon. Luna akhirnya mengalah, ia duduk di meja makan sambil mengelus-elus perutnya yang mulai membesar.
Tidak lama Zapran datang, langsung pergi ke dapur. " Halo adik ipar?". Sapa nya.
" Baru saja datang, saya hanya ingin pamitan kesini, apa Jepri sudah bangun?".
" Pamit, memangnya mau kemana?, Mas Jepri belum bangun, dia masih tidur".
" Cie, sudah ganti panggilannya jadi Mas mas" Ejeknya sambil duduk di hadapan Luna. Wajah Luna langsung merah padam mendengarnya.
" Pagi-pagi sudah berisik, ngapain sih godain istri aku". Saut Jepri dari belakang.
Luna dan Zapran langsung melihatnya. Jepri langsung mencium bibir istrinya di depan Zapran dan Lila.
__ADS_1
" Biar makin cinta" Ujar Jepri sambil mengelus perutnya. Jepri sengaja menggoda istrinya. " Hmmm, hmmmm, serasa rumah ini milik berdua". Ejek Zapran.
" Memang milik kita berdua " Jawab Jepri sekaligus membuat Luna makin malu..
" Oiya aku lupa, hehehe". Jawab Zapran. Melihat wajah istrinya merah padam, Jepri ingin sekali memakannya.
" Udah² di tatap terus, oiya Jeep aku kesini mau pamit, kalau adik ipar udah lahiran kalian harus jenguk ibu di luar negri! yah.
" Itu pasti bang". Jawab Jepri.
" Salam untuk ibu abang ipar". Ujar Luna.
" Siap, nanti saya sampaikan kepada beliau". Zapran langsung berdiri dan memeluk Jepri.
" Hati-hati bang" Ujar Jepri. Zapran mengangguk.
" Boleh gak saya sentuh perut adik ipar" Goda Zapran.
" Nih!". Japri memberikan tangannya yang siap meninju.
" Hahahhaha" Zapran tertawaan lepas melihat Jepri marah.
" Jaga adik ipar baik-baik Jep" Ujar Zapran sambil menepuk pundak adiknya. Jepri mengangguk sambil tersenyum..
Luna dan Jepri mengantarnya sampai pintu. Zapran melambaikan tangannya dan pergi.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏🙏