Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
54


__ADS_3

Mendengar ucapan Jeje Jepri langsung sadar dan ingat sama istrinya.


Jepri melepaskan tangannya dengan kasar.


" Lepas!, atau gak!".


" Gak apa Ji?, kamu mau apa?" Jeje malah menantangnya, tidak ada Jawaban Jeje langsung mencium bibirnya dengan rakus.


" Aku kangen dengan bibir ini, kamu milikku Ji" Jeje terus menjamahnya.


"Kamu sudah tidak waras!," Jepri melepaskan tangan Jeje dan sedikit mendorongnya, tubuhnya sedikit menjauh darinya.


Jepri mengambil sapu tangannya lalu mengelapnya. Jeje tidak tinggal diam ia bangkit lalu memeluknya lagi, Jeje sengaja agar obat itu berkerja cepat.


" Ji" Jeje menangis, ia mulai berderama, Jepri yang ingin mendorongnya lagi merasa tidak tega.


" Zapran tidak seperti dirimu Ji, dia kasar, dia memperlakukan aku tidak seperti kamu dulu". Lirihnya. Tiba-tiba saja tubuh Jeje lemas.


" Kamu kenapa?". Jepri langsung memegangi tubuhnya.


" Aku capek, tolong antar aku ke kamar belakang, aku tidak ingin tidur di paviliun.. Jepri menarik napasnya ia memapahnya ke kamar belakang.


" Zapran kemana?".

__ADS_1


" Dia baru pulang dengan keadaan mabuk". Jeje merasa senang rencananya hampir berhasil.


Tubuh Jepri mulai panas, ia merasa gerah dan merasa gusar. Jepri membantu Jeje untuk tidur. Jeje menarik tangannya membuat tubuh Jepri jatuh di atas tubuhnya Jepri segera menahannya dengan tangan agar tubuhnya tidak nempel dengan tubuh Jeje langsung. Namun tangan Jeje cepat-cepat bergelayut dilehernya.


" Ji, tidurlah bersama ku" Pintanya dengan nada menggoda. Jeje mulai membuka kancing kemejanya satu-persatu. Jepri tidak bergeming obatnya mulai bereaksi.


Melihat Jepri tidak marah Jeje mulai melanjutkan aksinya ia menarik lehernya dan langsung menciumnya. , keduanya sama-sama panas. Jepri pun membalas menciumnya.


Merasa sudah tidak kuat lagi , Jepri membuka pakaiannya. Jeje merasa senang karena rencananya berhasil. Ia pun segera membuka pakaiannya semua.


" Kamu akan dapat anak dariku bukan dari wanita ****** itu!!". Deg . Jepri mendengarnya langsung panas, Ia langsung sadar kemarahannya sama Luna membuat dia lupa diri.


Jepri segera memakai celananya lagi, dan mengambil kemejanya. " Sial!!" umpatnya. Jepri langsung pergi tampa melihat Jeje yang sudah siap tempur.


" Ji, kamu mau kemana??. Jeje segera menyelimuti tubuhnya dengan sprai dan cepat-cepat mengejar Jepri yang langkahnya sangat cepat.


Jepri sudah tidak terlihat lagi ia langsung masuk ke kamar istrinya. Jeje langsung terduduk lemas di depan pintu kamar Jepri. Ia tidak mungkin masuk ke kamar itu.


" Ji, kamu milikku bukan wanita ****** itu" Lirihnya sambil menangis lemas di lantai.


Di dalam kamar Jepri mengusap wajahnya ia hampir melakukan hal yang kotor dan hampir menghianati Luna. Jepri ingat lagi kata-kata ibunya, Ia menyalakan lampu kamarnya dan melihat Luna sedang tidur memeluk potonya dan juga memakai kemejanya.


Marahnya sedikit hilang melihat istrinya seperti itu. Jepri mendekatinya dan mulai duduk di pinggir tempat tidurnya. Obatnya mulai bereaksi dan ia sudah tidak kuat lagi.

__ADS_1


" Sayang" Untuk pertama kalinya Jepri memanggil istrinya dengan sebutan sayang.


Jepri mencium bibirnya dengan lembut ia merasa sakit harus menahan reaksi obat yang di berikan Jeje kepadanya.


Luna setengah sadar ia seneng melihat suaminya ada dan sedang menciumnya.


" Sayang anda datang, saya bahagia walaupun ini hanya mimpi?". Jepri menghentikan kegiatannya dan berpikir.


Oh, dia pikir ini mimpi, bagus lah. Batin Jepri. Ia melanjutkan aksinya, melihat Luna tidak memakai daleman membuat Jepri makin bersemangat.


Luna dengan mata terpejam ia membalas ciumannya, Jepri makin memuncak.


" Sayang bantu aku, sepertinya ada sesuatu dalam minuman itu" Jepri bicara sambil mencium istrinya.


Merasa sudah tidak kuat lagi Jepri mempersatukan tubuhnya dengan Luna. Jepri masih belum juga puas. Obat itu sangat tinggi dosisnya.


Ia terus mendorong tubuhnya, Luna beberapa kali mendengar Jepri teriak kenikmatan, Ia terseyum senang.


Akhirnya Jepri bisa menyalurkan hasratnya sama orang yang tepat.


Walopun kamu tidak menginginkan anak dariku, aku pastikan kamu akan cepat-cepat hamil. Bisik Jepri di telingan Luna.


" Aku juga mau sayang anak dari anda" Jawab Luna dengan mata terpejam. Jepri menatapnya dengan tatapan tajam ia masih kesal sama istrinya yang meminum pil kontrasepsi tampa sepengatahuan dirinya.

__ADS_1


Merasa puas Jepri langsung tidur di sampingnya sambil memeluk Luna .


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2