
Jeje masih mengikuti Jepri. Jeje terus memantau pergerakan Jepri dari jauh.
Ngapain dia ke restoran segala sih. Jeje hendak turun dan ingin melihat Jepri makan dengan siapa. Namun tidak lama Jepri keluar lagi dengan membawa kantong plastik isi makanan. Jeje cepat-cepat naik ke mobilnya dan sembunyi.
Setelah dari restoran Jepri mampir dulu ke toko bunga. Dari jauh Jeje makin penasaran melihat Jepri membawa bunga yang indah. Hatinya mulai panas di selimuti rasa cemburu yang amat besar.
Jepri masuk lagi ke taksi dan langsung pergi. Jeje mengikutinya dari belakang. Jepri turun di apartemen yang dekat kantornya. Penjaga apartment nya menyapanya. Melihat Jepri sudah mau masuk Jeje langsung cepat-cepat turun dan mengikuti Jepri.
Jepri terlihat bahagia sambil memegangi bunga di tangannya. Jeje makin panas melihatnya. Dia cepat-cepat pergi ke satpam yang tadi menyapa Jepri.
" Pak saya ketinggalan sama pak Jepri, di lantai berapa beliau tinggal?".
" Anda siapanya tuan Jepri?".
" Saya adik sepupunya. baru saja Kaka sepupu saya naik ke atas. Satpam langsung memberi tau Jeje. Jeje langsung cepat-cepat menyusul Jepri dan turun di lantai yang sama. Namum Jepri sudah tidak ada.
Jeje menemukan nomor kamar apartemen Jepri. Namun ia tidak ingin gegabah. Jeje memutuskan untuk menunggu Jepri keluar dari apartemen nya.
" Aku akan menunggu kamu Ji, dan aku akan buat perhitungan dengan wanita ****** yang sudah beraninya memberi tanda kepadamu!". Jeje memutuskan untuk menunggu Jepri di luar dia menuggunya tidak jauh dari apartemen Jepri.
Jepri membawa bunga untuk Luna dan menyimpannya di meja rias. Sedangkan makanannya dia taruh di dalam kulkas. Jepri merasa lelah ia melonggarkan dasinya dan membuka kemejanya.
Sebelum mandi Jepri melihat Luna terlebih dahulu. Luna tertidur pulas, Jepri memainkan jarinya ke wajahnya lalu mengecup bibirnya. Ia segera mandi lalu istrhat.
Di luar Jeje masih menunggu Jepri keluar namun tidak ada tanda-tanda Jepri keluar.
Oke aku akan tidur disini!. Ucapannya sambil menyederkan kepalanya di sofa yang tidak jauh dari apartemen Jepri.
Keesokkan harinya.
Jeje masih terjaga tidak jauh dari pintu apartemennya. Memantaunya dari jauh. Lift terbuka matanya langsung terbuka lebar melihat Lila yang keluar dan masuk ke apartemen Jepri.
" Tidak mungkin!, masa dia selingkuhannya Jepri!!". Jeje masih tidak percaya dengan yang barusan ia lihat. Jeje hendak mengetuk pintunya. Namum ia urungkan lagi dan menuggu Jepri pergi ke kantor baru dia melabrak Lila.
Di dalam Jepri bangun lebih dulu, ia menyiapkan makanannya untuk Luna. Lila melihatnya terkejut.
"Lila. jangan bangunkan dia, saya hari ini mau keluar kota dua hari ada pekerjaan penting, dan tolong jaga dia dengan baik oke!".
" Siap tuan!'. Jepri langsung membawa koper yang semalam ia bawa. Baru mau keluar luna keburu bangun dan melihat ada nampan dan bunga di samping tempat tidurnya.
__ADS_1
Luna terkejut sekaligus senang menerima kejutannya. Apa ini semua dari dia?. Luna langsung bangun dan keluar.
" Non, baru saja tuan pergi, kata tuan tadi beliau mau keluar kota dua hari". Luna cepat-cepat menyusulnya.
Di luar Jeje melihat Jepri keluar membawa koper dan menuggu di depan lift. Jeje masih melihatnya.
" Sayang". Panggil Luna lirih sambil lari dan memeluk Jepri. Jeje shock melihat Luna memeluk Jepri dari belakang.
”Jadi mereka??. Jeje sangat marah dan kecewa. "Rupanya wanita sialan itu tidak pergi!. Awas kamu Luna!!. Jeje menghubungi nomor Luna.
Namun Jeje melihat ponsel Jepri yang bunyi. Jeje melihatnya dari jauh. Jepri memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Jepri pokus lagi sama istrinya.
Jeje mencobanya lagi. Lagi-lagi Jepri yang melihat ponselnya.
" Apa jangan ² ini ulah Jepri. dan selama ini Jepri yang pegang ponsel Luna??. Jeje mencobanya lagi. Dan benar saja Jepri yang ngecek hp nya. Sekali lagi Jeje mencobanya. Dan firasat dia benar. Jeje mengepalkan tangannya.
" Jadi ini ulah kamu Ji?'. Jeje menitihkan air matanya. Jeje menatapnya dengan tatapan tajam. Jeje melihat Jepri memeluk Luna sambil menciumnya. Hatinya sakit dan panas.
Aku akan balas kamu Ji!, lihatlah. kamu akan menyesal sudah mempermainkan aku. Kata Jeje sambil menatapnya dengan tatapan membunuh.
Jepri merasa senang melihat Luna manja kepadanya.
" Berapa lama?". Tanya Luna lagi.
" Hanya dua hari. memangnya kenapa?". jawab Jepri sambil memainkan rambutnya.
" Tidak hanya nanya saja!". Jawab Luna malu-malu. Sebenarnya Luna tidak ingin jauh dari suaminya namun ia malu mengungkapkan perasaannya. Jepri menuggu Luna bicara lagi namun ia tidak bicara.
" Ia sudah kalau tidak ada lagi yang di tanyakan saya pergi ya" Jepri langsung pamit dan segera masuk ke lift yang baru saja kebuka. Luna merasa sedih di tinggal sama Jepri. Luna hanya melambaikan tangannya.
" Cepat pulang sayang" Ucapnya dalam hati.
Luna membalikan badannya hendak masuk tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.
" Jeje" Luna terkejut melihat Jeje ada di hadapannya.
Jeje melihat Luna dari atas hingga bawah. Apa istimewanya wanita ini sampai-sampai Jepri memilih dia. Batin Jeje kesal.
" Kamu itu wanita tolol atau bodoh sih!!". Luna bengong mendengarnya.
__ADS_1
" Maksud anda apa tiba-tiba bicara seperti itu?". Jeje tersenyum licik sembari membuka ponselnya.
" Lo liat ini!”. Luna melihat Vidio dari ponsel Jeje. Hatinya sakit melihat Jeje menggandeng suaminya. Jeje langsung mematikan videonya padahal durasinya belum selesai.
" Lo itu disuruh keluar kan dari rumah sama Jepri?". Jeje berusaha memancing Luna.
Luna tidak menjawabnya ia ingin masuk ke apartemennya, Jeje meraih tangannya.
" Dengan lo diam gua tau jawabannya. lo harusnya sadar diri kalau lo itu di tendang dari rumah agar Jepri bisa berduaan terus sama gua!”.
Luna mulai terpancing.
" Bohong!. anda pasti bohong kan, suami saya sering tidur sama saya setiap malamnya, jadi anda jangan coba-coba membuat cerita palsu. Luna langsung melangkahkan kakinya hendak masuk ke apartemen nya.
" Hahahha " Jeje tertawa jahat sambil memikirkan sesuatu agar Luna percaya kepadanya. Luna berhenti sejenak sambil memikirkan ucapan Jeje tadi.
" Lo bisa liat sendiri kalau lo gak percaya!”. Jeje menyakinkan Luna lagi. Tidak ada jawaban.
" Ayo ikut gua!" Jeje menarik tangan Luna. Mereka langsung pergi dari apartemen itu. Perasaan Luna tidak enak dan mulai gusar, jujur ia ingin bukti yang akurat.
Apa benar yang di katakan Jeje barusan, jadi dia memindahkan aku kesini agar dia bebas. Hati Luna mulai gelisah sambil meremas tangannya.
Sampai di rumah Jeje menyuruhnya untuk turun. Luna langsung turun dan memandangi rumah tersebut. Jeje mengajaknya untuk masuk dan melihatnya semuanya. Luna langsung sedih melihat foto-foto diruangan tengah.
" Kamu bisa liat sendiri kan, bahkan dia mengusir ibunya pergi dari rumah ini demi aku". Luna sudah tidak kuat lagi. Luka lamanya kembali sakit, bahkan ini lebih parah dari sebelumnya.
Jeje senang melihat wajah luna sedih.
Jeje terus bicara soal Jepri yang akan segera mengumumkan pernikahannya dengan dirinya.
" Apa kamu mau liat kamar yang dulu kamu tempati, sekarang itu jadi kamar aku dan Jepri!".
Luna yang sakit hati langsung pergi keluar buru-buru.
Jeje tertawa senang melihatnya.
Kalau aku tidak bisa mendapatkan kamu Ji, dia juga sama. Ucap Jeje.
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗
__ADS_1