Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
66


__ADS_3

Zapran masih belum percaya kalau Luna meninggalkan Jepri demi mantannya.


" Kalian percaya Luna pergi dengan mantannya?”. Jeje mendengarnya langsung kesal.


" Sayang sebaiknya kamu siap-siap aku sudah buat kan jus untuk kamu" Jeje mengalihkan pembicaraannya.


" Iya nak, sebaiknya kamu pokus sama kerjaan kamu, kamu beruntung bisa mendapatkan istri sebaik Jeje". Saut Ziya. Zapran tidak bicara lagi ia memilih untuk diam.


Jepri langsung pergi ke kantor, di jalan ponselnya bunyi, Jepri meraihnya lalu ia baca. Bibirnya langsung tersenyum dan mengarahkan mobilnya ke apartemen.


Sampai di apartemen Jepri langsung masuk, di sana ia hanya melihat Lila yang sedang masak.


" Lila istri saya dimana?"..


" Ada di balkon tuan". Jepri segera pergi ke balkon disana Luna lagi asik baca.


" Hmmm" Jepri pura-pura batuk agar Luna tau dia ada di sana.


" Sayang anda" Luna bergegas berdiri lalu menghampiri suaminya. Luna terlihat senang sembari tersenyum ke arahnya. Jepri ingin sekali memeluknya namun rasa gengsinya membuat dirinya tidak melakukannya.


" Kapan anda ke sini?, apa anda udah sarapan?". Jepri menggelengkan kepalanya. Luna meraih tangannya lalu mengajaknya untuk sarapan.


" Kamu lupa dengan tugasmu?". Luna langsung ingat dan berbalik ke arah Jepri, Luna sedikit jinjit lalu menciumnya. Jepri tidak melepaskannya begitu saja ia memegangi pinggangnya lalu membalas menciumnya.


Cukup lama mereka ciuman, satu sama lain sama-sama ingin melepaskan rindu, napas mereka hampir habis mereka melepaskan ciumannya, keduanya sama-sama saling memandang. Jepri memegangi tangan Luna dan mengajaknya ke kamar.


Luna menurut saja, karena tubuhnya sama menginginkannya juga. Jepri menciumnya lagi. Kali ini mereka sama-sama menikmatinya. Jepri langsung membuka pakaiannya menjamah tubuh Luna sampai Luna merasa kepanasan. Luna mengeluarkan suara-suara merdunya.


Mendengar suara Luna Jepri makin bersemangat mendorong tumbuhnya . " Sayang aku sangat merindukanmu". Tubuhnya penuh dengan keringat Jepri terlalu bersemangat memompanya sampai² dirinya mengeluarkan kata-kata yang tidak dia sadari. Luna sangat senang mendengarnya.


Lila hendak memberi tahu Luna kalau sarapannya udah jadi malah mendengar suara yang aneh. Lila jadi malu sendiri, ia langsung keluar apartemen setelah menyiapkan sarapan untuk mereka. Jiwa jomblo nya meronta-ronta karena ia harus mendengar suara aneh itu.


Luna dan Jepri sama-sama pelepasan, mereka saling berpelukkan keduanya sama-sama merasakan kehangatan Jepri mengecup bibirnya. " Hari ini kamu berbeda sayang". Luna terkejut mendengarnya.

__ADS_1


Apa aku tidak salah dengar tadi dia bilang sayang. Batin Luna. Jepri masih belum sadar sama ucapannya, ia bangun dari tubuh Luna dan baring di sampingnya.


Jepri memberikan tangannya untuk di jadikan bantal sama Luna, ia memeluknya sambil memejamkan matanya.


" Sayang, kapan saya boleh ke butik?".


" Nanti Kalau sudah waktunya?".


" Apa gara² saya minum pil kontrasepsi makanya saya di hukum!". Jepri langsung punya ide ia tidak menjawabnya.


" Sayang saya lapar!". Mendengar Luna kelaparan Jepri langsung ingat tadi niatnya mereka mau sarapan. Jepri langsung mengangguk dan bangun, Jepri pergi ke kamar mandi mengunakan handuk kimononya.


" Ayo sarapan?" . Ajak Jepri.


" Tapi sayang, saya mau mandi dulu di luar ada Lila!". Jepri malah ambil handuk kimono juga lalu memberikannya.


" Pakai itu, ayo keluar, kalau tidak, aku akan melakukannya di luar!".


Mendengar ancaman dari Jepri Luna langsung memakainya dan keluar dari kamar sama-sama.


Jepri duduk di kursi sambil membuka ponselnya. Luna menyiapkan makanannya. Jepri melihat leher Luna banyak noda merah, ia ingin sekali tertawa namun ia tahan.


Liat dia lucu sekali. Batin Jepri. Jepri langsung memotretnya dengan ponsel. Mendengar suara kamera Luna sadar dan langsung melihatnya.


Jepri menatapnya, Luna langsung menundukkan kepalanya. Jepri menepuk pahanya.


" Duduk sini?". Perintahnya. Luna melotot.


" Gak mau ne??". Luna langsung bangkit dari duduk dan pindah duduk di pangkuan Jepri.


" Suapi saya?". Luna merasa gerogi karena jaraknya sangat dekat ia menyuapinya seperti anak kecil. Jepri memeluknya sambil memandangi wajah istrinya.


" Gantian kamu yang makan" Jepri mengambil sendok nya lalu memberikannya kepada Luna.

__ADS_1


Wajah Luna merah seketika karena ia merasa malu, Jepri malah senang membuat Luna salah tingkah seperti itu.


" Apa wajahmu semerah itu kalau malu?". Mendengar ucapan Jepri Luna makin gugup.


" Sayang saya ambilkan anda minum dulu!". Luna hendak menghindar namun pelukannya makin di eratkan sama Jepri.


Jepri langsung menggendongnya.


" Sayang kita mau kemana?". Luna udah gugup duluan.


" Bukannya tadi kamu bilang mau ambil minum?'. Luna menelan ludahnya sendiri. Jepri membantu Luna untuk ambil air minum sambil menggendongnya.


Luna merasa bahagia, terlebih lagi Jepri makin romantis terhadapnya.


Selesai sarapan Jepri mengajak Luna mandi bersama.


Luna membantunya mengeringkan rambutnya lalu menyiapkan semua.


" Sayang apa malam ini anda tidur disini?" Jepri langsung menatapnya.


" Kamu ingin saya tidur disini?". Luna malu ingin menjawabnya.


" Karena kamu yang minta, jadi saya akan tidur di sini!". Jepri seneng karena Luna menginginkan dirinya tidur bersamanya. Luna tersenyum senang.


" Aku pergi" Jepri mengecup bibirnya lalu keningnya. Luna melambaikan tangannya. Jepri sangat senang Luna sudah membuatnya bahagia. ia berjalan menuju parkiran sambil senyum-senyum sendiri.


Dirumah.


Jeje sudah menaruh obat di minuman suaminya. Ia tersenyum jahat sambil melambaikan tangannya.


Mungkin ini terakhir kita berjumpa sayang, selamat tinggal. Batin Jeje.


Setelah Zapran pergi, Jeje bersiap untuk pergi ke salon ia ingin selalu tampil cantik di hadapan Jepri.

__ADS_1


Ini kesempatan aku masuk di kehidupannya, kamu pasti kesepian kan Ji. aku siap memuaskan mu. Batin Jeje sambil tersenyum bahagia.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗


__ADS_2