
Luna langsung pergi meninggalkan rumahnya. Ia bertekad untuk tidak menangis lagi hanya gara-gara Zaki yang sudah adu domba dirinya dan mamanya.
Ponselnya berdering. Luna mengangkat teleponnya.
" Ia halo?".
” Nona ini barang-barang papa anda, apa anda bisa mengambilnya di kantor!”.
" Baik Pak saya akan segera kesana!”.
...~~~...
Di kantor Jepri memikirkan Luna, ia tidak bisa konsentrasi bekerja. Jepri ingat sekali ketika Luna menangis suaranya terdengar jelas ditelinga nya terus menerus. " Kenapa aku jadi memikirkan dia!". Jepri ingin pokus bekerja lagi, namun tiba-tiba wajah Luna muncul di laptopnya.
Jepri terkejut langsung menutup laptopnya. ” Ini gila bahkan sekarang dia muncul di layar laptop ku!”.
” Tuan!" Jepri terkejut melihat Semi ada di hadapannya.
" Sejak kapan kamu mulai berani tidak mengetuk pintunya terlebih dahulu?”.
” Tadi saya sudah mengetuknya tuan!".
Apa jangan² gara-gara dia, pendengaran ku jadi kacau begini!.
Semi melihat bos-nya bengong.
" Tuan!.. Tuan!" Semi membuyarkan lamunannya.
" Iya katakan!”.
" Saya tadi melihat nona." Semi menceritakan semuanya kejadian di rumah Luna, Jepri mendengarnya tambah kasian sama Luna.
Semi ternyata tidak langsung pulang ia menuggu Luna sampai masuk ke dalam rumah.
” Sepertinya pria itu menyukai nona tuan!” Jepri terdiam sejenak.
" Sem, cari tau soal pria itu! dan lantar belakangnya”.
Semi langsung mengangguk. ” Baik tuan, saya permisi. Semi segera keluar dari ruangannya.
Jepri langsung mencari tau soal Papa Luna di internet. "Kalau gak salah namanya Yusuf Zaidi di perusahaan V. Jepri mengetik namanya di laptop dan nama Pak Yusuf keluar. Jepri langsung senang ternyata perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan miliknya.
" Apa ini papanya wanita itu!” Jepri membaca artikel tentang Pak Yusuf dan ia tidak salah jika orang yang di carinya itu memang benar.
" Ini bagus!” Jepri segera mengirimkan Email ke perusahaan milik Pak Yusuf.
Di kantor polisi.....
Polisi memberikan dompet dan ponsel papanya sama Luna, Ia menahan sekuat tenaga agar tidak nangis lagi.
” Pak. saya ingin bapak melanjutkan lagi pemeriksaannya di TKP. dan kabarin saya jika ada perkembangannya..
Polisi itu mengangguk. " Baik Nona!”. Luna lalu keluar dari kantor polisi.
Ketika Luna hendak naik mobil Luna melihat mobil Mamanya masuk . Benar saja Mamanya turun dari mobil bersama Zaki.
” Berikan dompet papa!” Mama Lala tiba-tiba memintanya,. Luna langsung memberikan dompetnya.
__ADS_1
" Ayo sayang kita urus surat kematiannya!" Mendengar mamanya ingin mengurus surat kematian Papanya, Luna langsung emosi.
” Mama papa belum meninggal jasadnya saja belum di temukan, bisa-bisanya Mama berpikir Papa sudah tiada!" Mamanya hanya tersenyum tipis lalu pergi tampa menjawabnya.
"Sayang masih ada waktu, apa kamu mau jadi.." Belum selesai Zaki bicara Luna langsung naik ke mobilnya. Zaki hanya tersenyum mengejek.
Mau jatuh miskin saja sombong!. Zaki langsung menyusul Lala ke mobilnya.
Luna melihatnya langsung mengepalkan tangannya. Aku benci sama kamu Zak!..
Seminggu berlalu....
Luna memulai lagi hidupnya seperti biasa, tiem sar sudah tidak melakukan pencarian lagi terhadap Pak Yusuf. Luna pun pasrah menerima kenyataan jika papanya sudah tidak ada lagi.
Luna membaca koran setiap harinya. Matanya terbuka lebar mengetahui kalau Mamanya mengangkat Zaki sebagai direktur utama di perusahaan papanya.
Kebencian Luna makin besar terhadap keduanya. Luna merobek bagian halaman potonya.
" Mama sangat keterlaluan!!".
Luna tidak bisa berkonsentrasi menggambar pakaian rancangannya. Ia terus merobek halaman demi halaman, tampak Luna sadari tong sampah hampir penuh dengan robekan kertas yang dari tadi ia buang.
" Astaga apa-apaan ini!” Luna melihatnya kaget. Mila yang dari tadi lihat hanya bisa diam. " Mil tolong belikan saya makan, saya lapar!”.
" Mau dibeliin makanan apa non?”.
Luna berpikir sebentar sembari menatap ke arah Mila.
" Burger sama kentang goreng!".
Seseorang masuk kedalam butik. Luna yang sedang mengambar pakaian tidak tau jika seseorang mulai mendekatinya. ” Mil cepat banget!" Mata Luna terbuka lebar ternyata bukan Mila yang datang tapi Zaki.
Luna segera berdiri. " Mau apa kamu kesini??” Kali ini penampilan Zaki sangat beda, ia mengunakan jas mahal dan barang-barang limited edition.
Zaki malah bersiul sembari melihat sekelilingnya. ” Sayang, gimana kalau butik ini tiba-tiba jadi milikku apa kamu tidak keberatan!” Luna tidak memperdulikannya.
” Aku bisa saja minta butik ini sama Mama kamu, dia pasti langsung memberikannya!”
” Jangan mimpi kamu Zak!!" Zaki malah tertawa mendengar Luna bicara seperti itu.
” Kamu tau perusahaan papamu saja bisa aku miliki apa lagi butik kecil seperti ini!". Dengan tidak tau malunya Zaki duduk di depan Luna tampa disuruh duduk sama pemiliknya.
Luna menggeser kan kursinya agar menjauh sedikit dari Zaki. " Sayang kamu lihat ini, aku dan mama kamu sudah menikah sirih" Dengan bangganya Zaki menunjuk cincin di jari manisnya.
Luna sudah menduganya kalau pria yang di pacarinya selama 2 tahun hanya ingin hartanya saja.
" Ha-ha-ha!” Luna tertawa kali ini Zaki bingung melihat Luna bisa tertawa lepas seperti itu.
” Kamu tidak cemburu?, apa kamu yakin!”. Zaki ingin sekali Luna cemburu tapi Luna malah cuek menggambar rancangannya.
Zaki berdiri dari kursinya, hatinya jadi kesal karena Luna tidak cemburu dan cuek kepadanya.
Aku akan berusaha agar kamu jadi milikku Lun. Zaki menatap Luna ia ingin Luna patuh seperti Mamanya.
” Gimana kalau aku kasih tau siapa pembunuh papamu!” Zaki bicara sembari membelakangi Luna.
Luna langsung berhenti mengambar. ” Apa maksudmu??”.
__ADS_1
Zaki membalikkan badannya melihat ke arah Luna.
Aku tau dia pasti penasaran.
” Aku tau sayang, tapi tidak gratis!”.
Apa benar dia tau?, apa jangan² dia hanya ingin menjebak ku!, tapi.. dari mana dia tau sedangkan polisi hanya memberi tau aku dan Mama. Luna ingat lagi jika Zaki sekarang adalah suami Mamanya.
Zaki menuggu pertanyaan lagi dari Luna tapi Luna tidak bicara lagi.
” Sayang apa kamu tidak ingin tau?”. Zaki menanyakan itu lagi sama Luna.
” Siapa yang bunuh papa, dan apa buktinya jika kamu tau?”.
Zaki terseyum. " Sayang aku akan beri tau kamu siapa orangnya tapi.. kamu harus jadi istri keduaku!”.
Luna mengepalkan tangannya. ” Bajingan kamu Zak!!,".Luna hendak melayangkan tangannya, Namun kali ini Zaki mencegahnya dan mencium tangannya. Luna berusaha melepaskan tangannya namun tidak bisa.
Zaki mulai mendekatinya sembari memegangi tangan Luna. Luna berusaha menjauhkan wajahnya dari Zaki. ” Jika kamu tidak mau nikah dengan ku, apa kamu mau bercinta satu malam dengan ku sayang!”. Dengan suara pelan Zaki membisikkan kata-kata itu kepada Luna.
Luna mengeluarkan tenaganya agar tangannya lepas dari Zaki dan berhasil. " Pergi kamu!!". Dengan suara kesal Luna mengusir Zaki dari butiknya. Zaki melihat tangan Luna merah ” Sayang aku minta maaf". Zaki ingin menyentuh tangannya lagi.
” Aku akan teriak jika kamu sentuh aku lagi!!" Ancam Luna sembari menunjuknya.
Zaki mengangkat dua tangannya. ” Oke aku keluar sayang.. tapi aku akan mendapatkan apa yang aku mau kan?”.
Luna membalikkan badannya. Zaki langsung senyum-senyum sendiri dan keluar dari ruangan Luna.
Mila melihat Zaki keluar dari butik ia langsung kesal.
" Mau apa lagi sih tuh orang!!” Mila cepat² masuk ke dalam dan benar saja dugaannya, bosnya sedih lagi.
” Non, ini makanannya" Mila melihat ada air mata di mata Luna.
" Kamu makan saja, tiba-tiba selera makan ku jadi hilang!”
" Baik non!” Mila segera keluar dari ruangan Luna. Kasian Nona hidupnya tidak pernah tenang.
Di apartemen...
Luna meleparkan tasnya ke sofa. Ia masih memikirkan ucapan Zaki tadi siang. Siapa yang bunuh papa!.
Ponselnya berdering...
" Ya Halo!”.
” Anda lupa katanya mau tanggung jawab, udah seminggu lebih mobil saya belum di benarkan juga?".
Ya Tuhan aku lupa sama dia. Dia sudah banyak membantu ku.
" Oke besok kita ketemu!”.
” Kita ketemu di bengkel dekat rumahku saja!”.
” Baiklah!”
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗
__ADS_1