
Jeje datang lebih dulu dia memesan minuman dua. Jeje memasukan obatnya ke dalam minuman satunya. Kurirnya datang dan langsung duduk.
" Pekerjaan apa nona?". Tanyanya langsung.
" Minum dulu minumannya" Suruh Jeje. Kurirnya langsung minum.
" Tolong kirimkan paket ini ke alamat yang tertera di situ, dan ini upahnya". Tampa pikir panjang Kurirnya langsung mengambil paketnya dan juga uangnya.
" Baik nona, terimakasih" Ujar kurir sembari berdiri lalu pergi. Setelah kurirnya tidak terlihat. Jeje langsung menghubungi polisi, ia tidak menyebutkan namanya.
Setelah menghubungi polisi Jeje menutup teleponnya dan beranjak pergi.
Di jalan kurirnya merasa pusing, matanya kunang-kunang dan perlahan matanya mulai gelap, diapun langsung meminggirkan motornya ke pinggir, tidak lama dia jatuh di pinggir jalan.
Di rumah sakit Luna masih belum mau makan, hari mulai sore. " Sayang, kalau kamu tidak makan, gimana anak kita?". Ujar Jepri. Luna langsung mengangguk dan mau makan sedikit.
Tidak lama Pak Yusuf datang, beliau langsung menghampiri Luna dan Jepri.
" Ayah. Mila yah!". Luna memeluk ayahnya sambil menangis. Pak Yusuf menenangkan putrinya.
Semi datang menghampiri mereka. Jepri langsung menjauhi Luna, Semi mengikutinya dari belakang.
" Tuan muda, saya mencurigai kurir yang sering antar makanan untuk nona, saya sudah mengerahkan orang kepercayaan saya untuk mencarinya!". Jepri menatap tajam ke arah Semi.
" Sepertinya kue itu untuk nona, namun Mila yang memakannya lebih dulu".
__ADS_1
" Sem!!, kalau sampai itu terjadi sama istriku aku bunuh kamu!!". Ujar Jepri sambil memegangi kemeja Semi. Jepri sangat marah mendengar ucapan Semi soal racun itu.
Ponsel Semi berdering.
" Maaf tuan, saya angkat teleponnya dulu”. Jepri melepaskan tangannya dari jas Semi. Semi mengangkat teleponnya, dia bicara di telepon. Semi menutup telponnya lalu menghampiri Jepri.
" Tuan, kata orang suruhan saya dia melihat nona Jeje di rekaman Cctv di apartemen, nona Jeje juga sempat bicara dan bertukar nomor ponsel dengan kurir yang sering mengirimkan makanan untuk nona”. Semi menjelaskan semuanya sama Jepri.
" Jadi wanita itu yang ingin membunuh istriku Sem??”. Semi mengangguk. Jepri mengusap wajahnya.
" Sem laporkan kasus ini ke polisi, aku ingin wanita itu di hukum seadil-adilnya!!".
" Baik tuan muda!".
" Kerahkan semua orang untuk mencari kurir itu sampai ketemu Sem”. Perintah Jepri.
Menatap wajah istrinya yang sedih. Jepri memeluknya dengan erat. Hampir aku kehilanganmu sayang. Gumamnya sedih. Pak Yusuf menatap wajah Jepri yang sedih.
" Sayang ayo pulang, kamu harus istrhat, saya akan mengurus Mila dan menguburkannya!" Ujar Jepri. Luna hendak menolaknya.
" Nak, benar kata suami kamu, ingat kamu lagi hamil!. Ujar Pak Yusuf mengingatkan. Luna tidak jadi bicara.
" Nak Jepri, sebaiknya jaga putri ayah, biar ayah yang mengurusnya disini!".
" Terimakasih ayah, kami pamit". Jawab Jepri. Mereka langsung pergi dari rumah sakit.
__ADS_1
Di jalan Luna masih sedih, ia sesekali menitihkan air matanya. Jepri menatapnya merasa kasian. Sampai di rumah Luna melihat banyak orang di sana. Ada 6 orang bodyguard di depan gerbang utama. Seorang pria menghampiri mobil Jepri..
" Tuan muda, perkenalkan saya Bayu, saya di utus sama pak Sem di sini”. Jepri hanya mengangguk. Pria itu lalu mundur dan segera mendorong pintu gerbangnya.
Ada apa ini?. Batin Luna heran melihat rumahnya di jaga beberapa orang. Salah satu penjaganya membukakan pintu mobil. Luna turun lalu di ikuti Jepri.
Lila segera menghampirinya dan mengajak Luna untuk masuk, sementara Jepri bicara dengan bodyguard di luar sana.
" Lila, apa kamu tau kenapa banyak sekali penjaga dirumah ini?". Lila hanya tersenyum tipis dan memilih diam. Luna menarik nafasnya. Luna sedikit terhibur melihat kamar untuk anaknya sudah jadi.
" Nona, sebaiknya anda istrhat, nanti tuan bakal marahin saya kalau anda tidak istrhat”. Luna mengangguk sembari jalan ke atas.
" Nona maaf, kamar anda sekarang di bawah, anda di larang tuan naik turun tangga!". Luna tidak meneruskan naik tangganya, dia langsung mengikuti Lila ke kamar baru nya.
Jepri masuk dan menyusul istrinya ke kamar, Lila pamit keluar. Luna merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Jepri menarik selimutnya lalu menutupi tubuh Luna.
" Sayang, apa anda tau siapa orangnya yang sudah mengirim cake itu?". Tanya Luna penasaran. Jepri tidak mungkin memberitahu Luna, dia takut Luna nekat menemui Jeje tampa sepengetahuannya.
" Ini yang lagi di selidiki sayang, sebaiknya kamu istrhat, kalau butuh apa-apa kamu tinggal tekat tombol itu yah!'. Luna bangkit dari tidurnya
" Saya mohon, temukan orang itu!". Ujar Luna sambil memegangi Jepri.
" Iya, saya janji" Jawab Jepri sambil mengusap kepalanya. Luna memeluknya sembari menangis lagi.
Jepri menuggu Luna untuk tidur sambil mengusap-usap kepala nya.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗