
Mata Luna terbuka lebar . Ini kan kawasan yang aku impikan dari dulu, sewa di gedung ini cukup mahal. tapi untuk apa dia ajak aku ke sini?. Luna makin penasaran.
Mereka turun dari mobil. Ketika pintu kacanya di buka. Luna takjub dengan isinya. " Apa kamu suka?” Mendengar pertanyaan yang tidak formal luna tau artinya apa.
" Suka Pak, saya suka banget!" Luna berkata jujur.
" Ayo kita pergi!" Ajak Jepri. Luna terdiam membeku. Apa!. maksudnya tadi dia nanya kepadaku aku pikir ini.. Luna melihat Jepri udah jauh, ia sedikit berlari untuk menyusulnya.
Di mobil Luna bingung sama Jepri. Dia itu aneh, tadi apa-apaan coba nanya suka atau tidak. Luna sedikit kecewa.
Jepri menatapnya ia menahan tawanya melihat Luna cemberut.
Mobilnya berhenti.
” Jangan jauh-jauh , kamu harus ikuti saya kemanapun saya pergi!". Luna melihatnya langsung mengangguk.
Pintu mobilnya kebuka.
Jepri turun lebih dulu di susul sama Luna, mereka jalan bersama masuk kedalam kantor.
Semuanya Staf berbisik-bisik melihat Luna dan Jepri jalan bareng. Tapi tidak ada yang buka suara.
Luna memperhatikan semuanya, ia juga gak mau jauh² dari Jepri karena takut hutangnya semakin banyak.
Sampai di ruangannya.
" Sem, tinggalkan kami berdua!"
Semi mengangguk lalu pamit keluar. Luna melihat isi ruangannya.
" Kamu bisa duduk dimana saja terserah, yang penting kamu nyaman!”. Luna langsung mengerti. Jika dia tidak bicara pormal maka ini sandiwara!. Batin Luna.
Luna memilih duduk di sofa besar yang ada televisinya disana banyak majalah popular Luna sangat suka sama majalah.
Sementara itu Jepri pokus dengan pekerjaannya. Luna pokus dengan majalahnya..
" Wah disini banyak sekali majalahnya. wow ini kan yang sering aku beli setiap minggunya disini malah komplit banget!". Luna tidak sadar bicaranya terlalu keras membuat Jepri menoleh ke arahnya.
Dasar ceroboh!. Batin Jepri.
Jepri merasa matanya sedikit lelah ia menyederkan kepalanya di kursinya. Ketika matanya melihat ke arah Luna semangatnya tubuh lagi, Luna terlihat asik membaca.
Apa dia tidak bosan dari tadi aku lihat hanya duduk dan baca.
Jepri pokus lagi sama kerjaannya, ia sesekali memperhatikan Luna.
__ADS_1
Tidak terasa jam makan siang tiba. Terdengar suara ketukan pintu keduanya langsung melihat ke arah pintu.
Luna melihat ke arah Jepri.
" Masuk!”.
Semi masuk ke ruangannya. " Tuan, apa anda mau makan siang di kantor atau di luar?”.
Jepri melihat ke arah Luna. " Apa kamu mau makan di sini atau di luar?" Jepri bertanya kepada Luna.
" Saya." Luna bingung kenapa Jepri malah bertanya kepadanya. Tapi ia ingat lagi kata-kata Jepri. " Saya ingin makan di luar pak”.
Saya tau ini bagian dari sandiwara kan. Batinnya.
Jepri langsung berdiri. " Ayo!" ajaknya sembari jalan duluan. Semi mengikutinya. Luna cepat-cepat mengalahkan kakinya mengejar langkah Jepri yang cepat. Dia ini jalan atau lari sih, cepat banget jalannya. gerutu Luna dalam hati.
Lagi-lagi staf di kantornya melongo melihat Luna ikut terus dengan bosnya.
" Siapa wanita itu, dan apa hubungannya dengan Tuan Jepri?" Seseorang memotretnya dari kejauhan.
Di perjalanan...
" Kamu mau makan dimana?" Luna melihat kesamping dimana Jepri duduk.
" Waroeng steak!" Jawabnya asal. Semi mendengarnya langsung mengarahkan mobilnya lagi ke arah waroeng steak.
Luna terkejut padahal ia hanya asal bicara. Tapi dia pikir lagi, jika ia mengubahnya takut Jepri akan marah dan dia menyuruh sesuatu yang tidak-tidak.
Pintunya kebuka. Jepri segera turun, Luna mengikutinya. " Jadi ini makanan kesukaan kamu!". Luna malah bengong dia saja tidak begitu suka dengan steak.
Aku salah ngomong tadi, kalau aku tadi bilang asal jawab aku takut dia marah.
Jepri berdiri di depan restoran, ia melihat orang-orang ambil nota kecil dan pulpen berikut dengan buku menunya. " Ayo pesankan yang biasa kamu makan?" Ucap Jepri seraya duduk di tempat yang masih kosong.
Mati aku!, Luna malah tersenyum tipis, dia aja gak tau mana steak yang enak, sedangkan dia aja tidak suka steak. Luna memperhatikan semuanya orang cara memesannya.
Ia segera ambil nota dan buku menu. Semi menuggunya di mobil.
Luna duduk di depan Jepri. Ia membuka menunya lalu membacanya.
Aku pesankan dia yang doublle aja biar dia kenyang, kalau untuk aku, aku pilih yang singgle steak saja. Luna bicara dihatinya sembari menuliskan menu yang dia mau. Sausnya dia apa yah kira-kira yang enak!. Luna memilih saus barbeque sedangkan untuk dirinya lada hitam.
Luna melihat lagi ke arah orang yang lalu lalang disana, Oh habis nulis mereka langsung ke kasir rupanya!.
Luna hendak berdiri. " Kamu mau Kemana?”.
__ADS_1
" Saya mau antar ini ke kasir pak, jika tidak makanannya tidak akan di antar!".
" Kamu duduk biar aku yang melakukannya!”. Luna duduk kembali lalu menyerahkan nota kecil kepadanya.
" Liat Pria itu sepertinya dia sangat menyayangi pacarnya, dia itu pria romantis bukan!" Ucap salah satu pengunjung disana.
Jepri dan Luna mendengarnya sama-sama. Luna melihat ke arah Jepri. Jepri segera pergi sambil tersenyum namun Luna tidak melihat ketika Jepri tersenyum.
Orang itu tidak tau saja jika ini hanya sandiwara!. Batin Luna. Luna ingat lagi waktu bersama Zaki. Ia segera menepis bayangan Zaki, lalu pokus lagi melihat interaksi Jepri dan kasir restoran.
Jepri kembali, lalu ia duduk lagi di hadapannya. Tidak lama pelayan datang dan memberikan makanannya.
Luna terlihat senang melihat makanannya, Jepri melihat makanannya berbeda dengan Luna ia pun langsung bicara.
" Tunggu!, aku mau itu!". Luna melotot mendengarnya. Dengan berat hati Luna menukarnya dan dia lihat makanannya di ambil sama Jepri.
Luna menarik nafasnya, ia melihat makanannya sangat banyak, Luna memasukkan makanannya kedalam mulut, rasanya benar-benar membuat Luna ketagihan. Ini enak. sumpah ini enak banget. aku tidak tau sausnya bisa seenaknya ini. batinnya sembari terus mengunyah makanannya.
Jepri belum menyentuh makanannya, ia melihat Luna sangat lahap, Jepri menelan ludahnya sendiri.
" Aku ingin itu!" Ucapnya sembari menukar lagi makanannya. Luna melotot makanannya di tarik Jepri.
Luna hendak protes lagi-lagi kata-kata Jepri membuatnya bungkam.
" Pak itu bekas mulutku?" Namun Jepri tidak memperdulikan ucapan Luna. Ia menyantapnya dengan lahap. Lumayan. gumam Jepri setelah mencoba makanan bekas Luna.
Dia tau gak sih secara tidak Langsung itu bekas bibirku!. Batin Luna sembari melihatnya. Ingin sekali ia protes tapi apa daya Luna hanya bisa pasrah makanannya di ambil sama Jepri.
Jepri menghabiskan makanannya, melihat Luna sedang memperhatikan dirinya iapun langsung diam dan melihatnya.
" Apa?, apa kamu tidak iklaz makanannya di tukar lagi!.”.
Luna menggelengkan kepalanya.
” Tidak!" Belum selesai Luna menjawabnya Jepri memotongnya.
"Apa!.. kamu bilang tidak.. jadi!!". Jepri terlihat kesal.
" Bukan, bukan begitu pak, tadi saya belum selesai bicara. bapak main potong saja, maksud saya, tidak apa-apa pak!". Luna udah takut ketika mendengar nada bicara Jepri tadi.
" Oh. aku pikir kamu tidak iklaz". Nanda suaranya terdengar pelan.
Luna langsung tersenyum padahal dihatinya menjerit kesal campur takut kepadanya.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih.🤗🤗🤗
__ADS_1