
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, Jepri masih pokus dengan laptop nya, ia menghabiskan waktunya berkerja.
Di ruangan lainnya Semi sedang mengawasi Cctv di ruangannya memantau pergerakan Jeje di rumah tersebut.. Matanya tertuju sama Jeje yang hendak pergi keluar.
" Awasi perempuan yang baru keluar itu, ikuti kemana dia pergi lalu kabarin saya!.
" Baik pak" Percakapan Semi dan orang suruhannya di telepon.
Setelah yang di pantau pergi Semi langsung menemui Jepri di ruangannya.
Melihat Semi masuk ke ruangannya Jepri menghentikan jarinya yang sedang mengetik.
Dari wajah Semi Jepri sudah bisa menebaknya kalau dia akan memberi kabar.
" Tuan, nona Jeje keluar setelah menerima telepon. sepertinya itu tuan Zaki!"
" Kamu harus awasi dia Sem!".
" Baik tuan. oiya tuan gimana kalau anda" Kata-katanya terhenti mendengar suara ketukan pintu.
Tok...
Tok..
Sekretaris Jepri langsung masuk.
" Pak, di luar ada tuan Zapran dan nyonya Ziya ingin bertemu dengan anda!”. Jepri mengganguk.
Ziya masuk di ikuti Zapran dari belakang. Tatapan mereka bertemu Ziya tidak bisa menahan dirinya untuk memeluk anaknya. Ziya langsung menghambur memeluknya.
" Maafin ibu nak, ibu tidak tau kalau wanita itu pacar kamu!". Terdengar suara tangisnya yang membuat hati Jepri sakit mendengar nya.
Semi mendengarnya ikut sedih dan dia hampir menangis melihatnya.. Zapran sudah mengeluarkan air matanya ia juga sedih melihat mamanya nangis.
" Bu sudahlah itu masa lalu, yang penting ibu dan Zapran bahagia sekarang!" Ziya melepaskan pelukannya lalu menatap Jepri.
" Apa kamu bahagia sekarang nak?". Jepri mengangguk sembari tersenyum.
Ziya memeluknya lagi dengan erat, pelukan itu terasa beda dari biasanya.
" Kabarin ibu kalau ada apa-apa, ibu menuggu kabar darimu!".
" Iya bu, Jepri akan ngabarin ibu. Zapran melihat jam di pergelangan tangannya.
__ADS_1
" Bu ayo kita pergi, kalau ibu nangis yang ada nanti banjir kantor Jepri sama air mata ibu. Ejek Zapran.
Semuanya tertawa tipis. Ziya mencium wajah Jepri beberapa kali.
" Ibu sayang kamu".
" Jepri juga sayang ibu!". Ziya lalu pamit sama Zapran untuk keluar negri, beban di hati Jepri terasa berkurang setelah baikan dengan ibunya lagi seperti dulu.
Semi ikut senang hubungan Jepri membaik. Jepri tidak menangis, ia tahan sekuat tenaga agar tidak terlihat lemah di depan Semi.
Tuan saya tau anda menahan tangis anda karena anda tidak mau menunjukkan sisi lemah anda. Batin Semi.
" Sem bisa tinggalkan saya sebentar?". Semi lalu pamit keluar. Jepri langsung tertunduk sambil menghapus air matanya yang menetes.
Di kediaman Zaki..
Satpam di rumah Zaki sudah tau Jeje itu siapa, ia langsung dibukakan pintu gerbangnya setelah Jeje menekan klakson mobilnya.
Dari kejauhan Zaki sudah menyambutnya dengan tatapan menggoda. Jeje turun dari mobil dengan sikap dinginnya.
Zaki ingin menciumnya namun tangan Jeje segera menghalanginya.
" Aku ingin tau pak Yusuf dimana?". Zaki tersenyum jahat ke arahnya. Hatinya kesal karena Jeje menolak untuk di cium.
Sepertinya dia bukan pria bodoh seperti Zapran, oke aku akan main cantik agar kamu sendiri yang menunjukkan nya langsung. Gumam Jeje.
Jeje langsung masuk ke dalam, ia mencari Tari.
" Di mana wanita ****** itu?". Zaki mengerutkan keningnya.
" Wanita ******??".
" Tari maksudnya!".
" Oh dia. ada di halaman belakang rumah!". Jawab Zaki. Jeje langsung duduk di sofa yang empuk sambil menyilang kan kakinya.
Zaki makin tergoda melihat kaki mulus Jeje dilihatkan.
Zaki langsung nyosor dan menciumnya dengan rakus. Jeje tidak bisa melawannya karena tenaganya sangat kuat. Zaki yang seperti kerasukan melakukannya dengan kasar. Jeje terkejut sekaligus takut melihat sikap Zaki yang tidak biasanya.
Di balik kaca Tari melihatnya sambil tersenyum jahat.
" Rasain kamu!, aku sengaja tadi beri dia obat perangsang agar kamu kewalahan menghadapi dia wanita ******!!". Tari langsung pergi ia sakit hati melihat Zaki malah menghubungi Jeje dari pada menyentuh dirinya.
__ADS_1
Jeje teriak² meminta Zaki pelan-pelan melakukannya namun ucapannya tidak di dengar. Mereka melakukan hubungan intim di ruang tamu di atas sofa. Zaki yang ingin cepat-cepat tersalurkan hasratnya langsung menarik pakaian Jeje dengan paksa.
Pakaiannya robek saat Zaki menariknya dan Zaki langsung mendorongnya hingga Jeje teriak kesakitan.
" Zaki kamu sudah gila!!". Makinya sambil dorong tubuh Zaki namun lagi-lagi gagal karena Zaki sangat kuat.
Napas Zaki terdengar seperti habis lari maraton Jeje merasa sakit hati diperlakukan kasar seperti itu olehnya.
Jeje akhirnya pasrah karena badannya pada sakit akibat mencoba menolaknya. Jeje sampai menangis di buatnya.
Di kantor Jepri melihat jam pukul 9 malam. Ia berniat untuk pulang namun ia ingat sama Luna yang sedang merindukan dirinya.
Jepri menghubungi Lila terlebih dahulu ia meminta foto Luna lagi ngapain.
Ponselnya bunyi tanda pesan masuk Jepri melihatnya langsung tersenyum senang.
Jepri keluar dari kantor lalu ia pergi ke butik untuk menemui Mila di sana.
Mila menyambutnya dengan sopan.
" Tuan, gimana kabarnya nona?".
" Dia baik, istriku lagi program hamil jadi untuk sementara kamu yang kelolah butik ini dulu. dan satu lagi kalau ada yang nanya soal istri saya kamu bilang saja tidak tau!".
" Baik tuan, oiya, hanya ada Pak Aris tuan yang setiap hari nanyain nona terus!". Jepri mengangkat alisnya tanda penasaran.
" Aris. siapa dia??".
" Castmer nona tuan, beliau sering kesini hanya untuk melihat nona!. Jepri merasa cemburu mendengarnya.
" Oiya, anda pernah ketemu dengan beliau tuan!". Mila merasa keceplosan sudah bicara lancang soal Luna.
Mati gua, gua lupa lagi. Batinnya. Jepri mengingat lagi pria itu, dan dia langsung ingat. Tapi kenapa dia masih menanyakan soal Luna jelas-jelas dia sudah tau Luna sudah punya suami. Batin Jepri kesal.
Jepri langsung pamit dan pergi
Mila menepuk jidatnya ia merasa bodoh sudah bicara lancang soal Aris dan Luna.
" Maaf nona saya tidak sengaja bicara tadi, ampuni saya nona". Mila bicara sambil melihat kepergian Jepri.
Jepri mulai gusar dengan ucapan Mila tadi.
****
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗