Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
17


__ADS_3

Jeje menabrak Luna yang sedang berdiri di dapur ia tidak minta maaf atau mengeluarkan sepatah kata pun. Jeje pergi gitu saja ke paviliun sembari menangis.


Luna dan Lila saling memandang.


” Lila, Jeje itu siapanya pak jepri?” Luna bertanya kepada Lila. Lagi² Lila hanya diam.


Aku lupa dia tidak akan menjawabnya. Luna melanjutkan lagi bikin ramuan herbal nya.


Melihat Semi turun Luna segera pergi. ” Lila titip ini ya kalau udah mendidih tolong kamu matikan apinya. Lila mengangguk.


Luna cepat-cepat melangkah agar bisa mengejar Semi. Luna menghalangi jalan Semi.


Mau apa lagi sih Nona?. Batin Semi.


" Sem aku ingin bicara penting!" Kali ini Luna menarik tangan Semi. Semi terkejut melihat tingkah Luna.


” Sem, Jeje itu siapa?”. Semi menatapnya. Apa yang ingin anda ketahui nona, suatu hari nanti anda akan tau sendiri.


" Sem. saya bertanya kepada mu?”. Luna mengulangi ucapannya.


" Kenapa gak nona tanyakan langsung kepada tuan?”. Jawaban Semi membuat Luna bungkam.


Sial lagi-lagi dia tidak menjawab, malah suruh aku nanya kepadanya, kalau aku berani sudah dari tadi aku tanyakan. Luna bicara di hatinya.


Anda takut kan nona, syukurlah anda takut, jika tidak saya yang akan pusing.


" Jika tidak ada lagi yang ingin anda tanyakan maka ijinkan saya untuk pergi!”. Luna langsung minggir memberikan jalan untuknya.


Luna segera masuk ke dalam rumah melanjutkan lagi membuat ramuannya.


Semi tersenyum tipis lalu pergi.


Luna tidak sengaja melihat Ziya yang lagi merapikan tasnya. Kebetulan pintu kamarnya kebuka. Luna mengetuknya terlebih dahulu.


" Nak Luna ayo masuk”. Ziya mengajak Luna masuk ke kamarnya.


Luna duduk di samping tempat tidurnya. " Ibu mau kemana ko sudah rapih²?”.


" Ibu harus pulang nak, seminggu lagi pernikahan Japran akan di gelar ibu harus mengurusnya!”.


Japran?, siapa dia. Luna memberanikan diri untuk bertanya kepada Ziya.


" Japran siapa bu?”.


” Jadi Jepri tidak cerita kepadamu?. Luna menggelengkan kepalanya.


" Japran itu abangnya Jepri!”.


Oh dia punya abang, jadi yang mereka bahas kemarin itu abangnya..


" Apa yang kamu bawa sayang?”.


Luna ingat dengan ramuannya. " Bu maaf. saya lupa mau memberikan ini untuk mas Jepri!” Luna lalu pamit.


Ziya melihat ke arah Luna. Jepri sangat tepat memilih calonnya, semoga pilihan aku untuk Japran sama seperti Luna.


Huh aku lupa kenapa gak sekalian tanya soal Jeje!. Luna menggerutu dihatinya.


Ia masuk ke kamarnya tampa mengetuknya terlebih dahulu.


Aku lupa tidak mengetuk pintunya, dia marah gak yah. Luna takut dimarahin.


” Bawa apa kamu?”.


Syukurlah dia gak marah.

__ADS_1


" Oh ini. saya tadi buatkan ramuan herbal agar tubuh anda jadi segar!”.


Luna memberikannya langsung. Jepri melihatnya.


” Itu tidak pait ko!”. Jepri melihat wajahnya.


Jepri meneguknya sampai habis, Luna tersenyum senang.


” Siang nanti kita akan resmikan pernikahan kita di kantor KUA!”.


” Apa!,”


" Kenapa. apa kamu tidak setuju??”.


Luna langsung diam,. ia sudah janji akan menuruti kemauan Jepri sebagai taruhannya.


” Bukan begitu Pak. pernikahan bukan untuk sandiwara. itu sangat sakral dan.. ucapannya dipotong langsung sama Jepri.


" Saya tau!, lalu apa masalahnya?”.


Masalahnya anda kan menganggap pernikahan itu sandiwara, andai saja aku punya kekuatan untuk bicara seperti itu.


Jepri segera bangun, ” Bersiaplah kita akan segera ke kantor KUA!”. Tampa persetujuan Luna Jepri memutuskannya sendiri.


Huh, untuk apa anda tadi bertanya kepada saya kalau ujung-ujungnya anda memutuskannya sendiri!.


Luna dan Jepri keluar sama-sama dari kamarnya, ia melihat ibunya dan Jeje di bawah.


” Bu, saya mau resmikan pernikahan saya di kantor KUA!”. Ziya senang mendengarnya. Jeje menjatuhkan gelasnya dan langsung pecah. Semua melihatnya.


" Maaf saya tidak sengaja!”. Jeje gemetar mendengar Jepri mau meresmikan pernikahannya.


” Apa ibu ingin menghadirinya?”. Ziya segera berdiri ” Tentu nak, ibu akan ikut kalian.


Mendengar pertanyaan dari Jeje Jepri segera menjawabnya.


" Itu tidak mendadak. memang hari ini rencana kami ingin resmikan, kebetulan ada ibu. dan saya ingin ibu menjadi saksinya!”.


Jeje langsung diam. Luna langsung melihat ke arah Jepri.


" Ibu senang mendengarnya, gimana kalau resepsi kalian ibu adakan barengan Japran?!”.


" Terserah ibu!”.


" Apa kamu setuju nak Luna!”.


” Luna ikut mas Jepri aja bu!”.


Jeje segera berdiri hendak pergi. " Saya mau istrhat dulu kepala saya pusing!”


" Ibu antar ke dokter ya?”.


" Gak usah bu, cukup istrhat sebentar nanti juga pulih lagi”. Jeje langsung pergi namun tatapannya tajam ke arah Jepri.


Aku yakin mereka menutupi sesuatu. Batin Luna.


” Nak, gimana dengan keluarganya Luna!”. Luna langsung sedih jika Ingat dengan keluarganya.


Jepri menceritakan semuanya namun bukan cerita yang sebenarnya melainkan karangannya sendiri.


Luna tidak bicara apa-apa hanya diam.


Ziya tidak ingin lagi bertanya ia takut melukai hatinya lagi.


...~~~...

__ADS_1


Kantor KUA. Keduanya melangsungkan pernikahan.


Jepri dan Luna resmi jadi suami istri didepan ibunya. ” Ibu senang bisa menyaksikan pernikahan kalian, selamat ia nak!”.


" Terima kasih bu!” Jawab keduanya kompak.


Di paviliun Jeje merasa gelisah.


Ini saatnya ibu tau, aku tidak bisa menahannya lagi.


Ketika mendengar suara mobil. Jeje melihat kedatangan mereka ia tidak kuat lagi segera menghampiri mereka dan berdiri di depannya.


Dengan napas tersengal-sengal Jeje menatap jepri. Semua menuggunya dengan penuh tanda tanya.


" Aku ingin bicara penting!!”. Jepri berdiri tegak lurus menatapnya.


Ziya segera menghampiri Jeje, " Ada apa nak!, apa kamu baik-baik saja?”.


Jepri tidak bergeming. Aku ingin tau seberapa beraninya dia akan bicara. Batinnya.


" Bu, sebenarnya!”


Ziya menuggunya. Luna makin penasaran dengan sikap Jeje.


Jepri hendak pergi. ” Tunggu Ji!”. Jeje menghentikan langkahnya.


Ji, itu siapa?. Luna bingung kenapa Jeje memanggil Jepri dengan sebutan Ji.


” Ibu Aku ingin jujur sama kalian. aku adalah!”.


Ayo Ji bicara aku mohon. Jeje berharap Jepri bicara namun Jepri tidak membuka mulutnya.


Jepri membalikkan badannya lalu meraih tangan Luna dan dia segera mengajaknya untuk masuk.


Jeje sakit hati melihat sikap Jepri seperti itu. Ziya memegangi pundaknya. " Aku apa, kenapa kamu memanggil Jepri dengan sebutan Ji!”.


Jeje diam membekuk. ” Aku sebenarnya!”. Ziya menuggunya.


Tiba-tiba Lila datang.


” Maaf nyonya. tuan muda Japran tadi menelpon, dia berpesan agar anda mengangkat teleponnya!”.


Ziya langsung ingat dengan ponselnya. ” Sebentar nak, ibu hubungi japran dulu!”.


Jeje di tinggal diluar begitu saja, ia pun duduk lemas. " Hiks.. Hiks. Jeje menangis sedih.


Di kamar.


Luna ingin sekali menanyakannya soal Jeje tadi, tapi ia tidak berani.


Jepri membuka jas nya lalu ia lemparkan ke sembarang tempat dengan kesal.


Luna makin takut jika ia menanyakannya sekarang. Luna hendak keluar namun tangannya di tarikannya lalu Jepri memeluknya.


Luna terkejut matanya hampir keluar. Luna hanya berdiri kaku seperti patung.


Luna hendak melepaskannya ” Sebentar saja!". Luna mengurungkan niatnya ia merasakan kesedihan yang Jepri rasakan.


Pak jika ada sesuatu tolong katakan, aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. Batin Luna.




Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗

__ADS_1


__ADS_2