
Jepri turun ke bawah dan langsung ke ruang kerjanya, Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.
” Ji, aku kangen” Jepri hanya diam tidak bergeming. Jeje merasa senang karena Jepri tidak menolaknya. Jeje melepaskan pelukannya lalu ia pindah ke hadapan Jepri.
Jepri masih tetap diam, tampa pikir panjang Jeje langsung menciumnya, Jepri membalas ciumannya. Seperti mendapatkan angin segar Jeje sangat bahagia mendapati Jepri membalas menciumnya. Aku yakin kamu masih cinta aku kan. Jeje melepaskan ciumannya dan mengatur napasnya.
” Ji, aku tau kamu cintanya sama aku kan?". Jepri hanya tersenyum licik.
" Udah kangen nya?".
Jepri mengelap mulutnya dengan tangan. Lalu ia segera masuk ke ruangan kerjanya.
Jeje yang tidak bisa menahan amarahnya segera masuk tampa mengetuk pintunya dulu.
” Ji kamu jahat!, kamu tega sama aku, aku udah berusaha sabar tapi kali ini kamu sangat keterlaluan Ji!”. Jepri langsung menatap nya dengan tatapan tajam.
” Bukannya kamu yang pilih Japran dan pergi meninggalkan aku!!”. Jeje terdiam sembari mengatur napasnya.
” Ya aku salah!, aku pikir kamu orang biasa makanya aku memilihnya, tapi kenapa kamu tidak terbuka soal dirimu ji?”. Jepri tidak bicara lagi.
" Kamu cinta kan sama aku?”.
" Aku sudah menikah!”.
" Kalau kamu tidak mencintai ku, lalu apa tadi kamu balas menciumiku??"
" Bukannya kamu duluan yang menciumku!". Jeje merasa kesal dengan jawaban Jepri yang merendahkan dirinya.
__ADS_1
" Lalu ciuman tadi??". Jepri tersenyum tipis.
" Aku hanya melayani kamu saja tidak lebih!” Mendengar jawaban jepri Jeje langsung terduduk lemas.
" Kalau sudah selesai kamu bisa keluar saya tidak ingin istriku curiga!”. Sekali lagi kata-kata Jepri membuat Jeje sakit hati mendengarnya.
Jeje langsung keluar dari ruang kerjanya. Jepri langsung duduk dan mengusap wajahnya.
Jeje lari sambil menangis hatinya hancur mendengar orang yang di cintai nya sudah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak Ji, aku tidak akan menyerah aku ingin kamu kembali kepadaku.
Keesokannya.
Jepri dan Luna turun melihat Jeje sedang menunggunya di bawah.
Jepri bersikap biasa datar,
" Siapa yang suruh memasak itu??". Mendengar jepri marah Lila segera menjawabnya.
" Nona Jeje tuan, beliau memaksa untuk masak dan di hidangkan di meja”. Jeje terkejut karena Jepri marah dengan masakannya.
" Bukannya kamu suka dengan daging Ji?".
" Kalian dengar!, istriku alergi terhadap daging jadi saya tidak ingin melihat makanan ini lagi terhidang dimeja kalian paham!!".
" Baik tuan!".
Jeje hanya diam menatapnya. Sedangkan Luna biasa saja ya tau Jepri sedang sandiwara.
__ADS_1
Bahkan makanan kesukaan kamu sendiri kamu tidak ingin menyentuhnya lagi Ji. Batin Jeje.
Dengan cepat kilat makanan segera di ganti. Jepri dan Luna segera sarapan.
" Kapan kamu pulang?, bukannya kalian pengantin baru?". Jeje mendengarnya langsung diam.
" Dua hari lagi aku akan pulang". Selera makan Jeje langsung hilang mendengar jepri menyuruhnya untuk pergi.
Aku akan pulang dengan cintaku. Batin Jeje.
" Sayang, aku mau ijin hari ini aku mau ajak Mila ke mall?" Jepri menatapnya.
" Boleh saja, tapi tidak gratis!”. Luna terdiam.
" Ya udah kalau gak mau!".
" Tidak sayang, saya mau" Jepri langsung tersenyum.
" Oke saya ijinkan kamu pergi!".
" Terimakasih sayang”. Jeje tidak nyaman mendengar Luna dan Jepri bicara.
Apa-apaan mereka itu seperti orang bodoh. Batinnya kesel.
Dia mau apa lagi ya, udah lah palingan dia mau aku pijitin lagi. Batin Luna.
Jepri tersenyum jahat. Kesempatan lagi untuk ngerjain istrinya.
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🙏🙏