Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
22


__ADS_3

Jepri membuka matanya langsung melihat istrinya sedang berdiri dan memandanginya.


" Selamat pagi? A.. ” Belum selesai Luna bicara Jepri memotongnya.


" Saya ingin mandi air hangat, dan kamu bantu saya mandi”.


Luna hanya tersenyum sembari memegangi jantungnya dag-dig-dug


Ia tidak bisa menolak. mau gak mau Luna mengikutinya.


Ini penyiksaan bagiku ia tuhan, aku harus melihat dia telanjang bulat lagi.


Benar dugaannya tanpa ada rasa malunya Jepri membuka pakaiannya di hadapan Luna. Luna mendudukkan kepalanya merasa malu sendiri.


Luna mendongak menatap Jepri. Badannya keren. Batinnya.


” Udah jangan di lihatin terus, ayo bantu saya gosokkan punggung!”.


Luna menelan ludahnya sendiri. Jadi dia tau aku melihatnya tadi sial.


Luna menggosoknya dengan pelan.


" Udah cukup!”


Luna bernapas lega lalu ia keluar cepat ². Luna ingat dengan rancangan jasnya. Ia mengukur jas yang sering di pakai jepri. Setelah menyiapkan pakaiannya Luna turun duluan.


Kali ini ia menuggunya di bawah. Tidak lama Jepri turun. Luna tersenyum ke arahnya.


Kenapa dia senyum-senyum sendiri. Jepri seperti biasa memasang wajah yang cool. Ia makan dengan tenang.


" Selamat pagi Sem?”.


" Pagi nona”.


Semi membuka pintunya.


" Pak saya mau ijin antar customer nanti siang cari bahan!”.


Kenapa dia ijin segala. batinnya.


Jepri hanya mengangguk. " Boleh ya pak?”.


" Hmmmm!".


Pintunya kebuka. Seperti biasa Luna mencium tangannya.


" Terimakasih ya pak atas ijin nya, semoga hari bapak menyenangkan”.


Luna segera keluar dari mobil. Jepri melihat ada pria mematung di depan butik sedang menatap istrinya.


Luna segera menghampirinya lalu mereka ngobrol sebentar diluar. setelah itu mereka masuk.


" Sem tunggu. siapa dia?”.


Semi melihatnya juga. " Jangan² dia selingkuhannya??”


" Tuan, bukannya Nona tadi ijin mau antar customer. ia mungkin customer nya dia tuan”.


" Saya pikir perempuan Sem!”.


" Tuan tenang dulu. saya akan cari tau pria itu!". Semi melihat ada kemarahan di wajah Jepri.


jangan sampai nona tau anda cemburu tuan.


Jepri langsung diam. Yang di katakan Semi ada benarnya juga. ” Ayo jalan!”.


Di dalam butik..


" Pak saya tinggal sebentar ia, saya ingin menyiapkan yang lainnya dulu,!”. Luna segera masuk ke ruangannya lalu ia mengambil rancangannya.


Aris senang akhirnya dia bisa mengajak Luna, walaupun sekedar cari bahan.


" Mil saya pergi dulu!".


" Ia nona hati-hati".


Luna dan Aris naik mobil berdua.


" Nona Luna terimakasih sudah mau repot-repot mengatar saya neh, jadi gak enak saya".


" Gak apa-apa pak, saya gak repot kebetulan juga saya mu cari bahan untuk jas".


" Wah kebetulan sekali saya juga mau nona, apa anda bersedia merancangnya?”.


Saya kan hanya buat untuk pak Jepri dan hanya untuk dia saja. Batin Luna.


" Maaf pak, saya tidak bisa, saya ada date line ne kebetulan, mohon maaf banget!".


Aris merasa kecewa karena ia berharap sekali di buatkan jas olehnya.


Sampai di toko bahan, Luna membantu Aris terlebih dahulu mencarikan warna untuk gaun ibunya, setelah itu ia mencari bahan untuk di jadikan Jas.


Jas itu untuk siapa ia, apa nona Luna sudah memiliki kekasih. semoga dugaan ku salah. Batin Aris.


Di kantor...


Jepri merasa gusar..


" Sem, apa kamu tau dia cari bahannya dimana?”. Semi menarik napasnya mana dia tau memangnya dia intel.


” Sem apa kamu dengar!!”.


" Tuan saya sedang menyuruh seseorang untuk mengikuti nona dan mengawasinya ia belum memberikan info kepada saya.


" Awas aja dia kalau macam-macam!". Semi segera keluar untuk hubungi orang suruhannya.


Di toko bahan.


Dari awal Aris memang sengaja ingin jalan berdua dengan Luna dan rencananya berhasil, sebenarnya dia tau dimana bahan pakaian yang bagus.


Jika ibu melihat Luna beliau akan bahagia. Aris tersenyum sembari memandangi wajah Luna.


" Pak udah selesai”. Aris segera membayarnya.


Mereka keluar toko sama-sama.


" Nona Luna gimana kalau kita makan siang dulu”.


Aduh gimana ne, pasti pak Jepri sudah mengirimkan makanan ke butik.

__ADS_1


" Maaf pak saya udah pesan, dan mungkin makanannya udah ada di ruangan saya".


" Oh begitu, apa saya boleh mampir dulu ke butik ?".


Mau apa lagi sih, kan bahan udah selesai, Luna bingung harus Jawab apa.


" Tidak lama ko, boleh ia?”.


Luna hanya mengangguk.


Luna tidak merasa curiga karena ia menganggap Aris hanya customer.


Jepri membukakan pintunya.


" Terima kasih pak?".


" Sama-sama nona!”.


Luna melihat kurir sudah ada di depan butik. ia melihat kurir itu memberikan makanannya kepada Mila.


" Non, makanan penuh cinta sudah datang!”. Mila menggodanya.


Aris mendengarnya.


Makanan penuh cinta maksudnya apa ya?. Batin Aris. Luna menerimanya lalu ia simpan di meja.


Ponselnya bunyi.


💌( Jangan makan diluar. apa lagi makan yang tidak sehat awas!!).


Luna melotot membacanya. Kenapa seperti ancaman, tidak romantis. Gumam Luna.


Ia langsung membalasnya, setelah itu ia menghampiri Mila dan juga Aris.


" Mil, tolong pesankan makanan untuk Pak Aris”.


" Tidak perlu nona, saya ada meeting siang ini hampir saya lupa, saya permisi ya nona!".


Luna mengangguk.


Sebenarnya tadi saya batalin meeting nya demi bisa makan siang sama kamu Lun. Aris bicara di hatinya, lalu ia menghubungi asistennya.


" Halo".


" Do, saya jadi datang".


" Baik Pak, saya akan atur ulang jam nya!".


Aris menutup telponnya.



Ponselnya bunyi. Jepri melihatnya.



💌



( Ia pak. saya tidak makan di luar ko, ini makanan dari bapak udah ada di depan mata saya. terimakasih ia pak, bapak juga jangan lupa makan).




Semi masuk ke ruangannya. " Tuan, saya dapat informasi soal nona tadi, ia hanya beli bahan sehabis itu langsung ke butik lagi..



" Sem, aku ingin kamu tetap awasi dia, aku tidak percaya dengan wanita Sem!”.



" Baik tuan". Semi mengerti karena masa lalunya Jepri bersikap seperti itu.



ponsel Luna berdering.. Luna meraihnya lalu ia lihat siapa yang menghubunginya.



" Nomor Baru!".



" Halo!”.



" Hai Lun, apa kamu ingat suara aku?”.



Luna segera menutupnya ia merasa kesal ketika mendengar suara Zaki.



💌



( Lun, aku tau kamu benci banget sama aku, Jujur aku masih belum bisa melupakan kamu lun, aku ingin ketemu apa kamu bisa?).



Luna membaca pesannya lalu ia hapus lagi. bunyi lagi ponselnya.



💌



( Lun, kamu tunggu aku ia, aku kumpulkan uang dulu aku janji akan bawa kamu lagi dari pria itu. kita akan membina rumah tangga yang selalu kita impikan).



Hatinya mulai sakit lagi mengingat kembali kejadian dulu waktu bersama Zaki.

__ADS_1


Luna menghapusnya lagi. Ia langsung memblokir nomornya.



" Non, kemejanya udah jadi!”. Mila memberikannya langsung.



" Wah istriku kamu memang hebat, aku makin sayang sama kamu" Mila menirukan ucapan Jepri.



Luna tertawa " Ha-ha-ha".



" Lalu anda berkata, sama-sama suamiku, ini aku buat dengan resep penuh cinta!”. Mila menirukan ucapan Luna sembari melawak.



Luna merasa terhibur dibuatnya.



Kamu salah Mil, pernikahan kami hanya sandiwara, tapi aku akan membuat pernikahan ini nyata dan membuat pak Jepri sadar.



Hari menjelang sore...



Luna melihat jam di tangannya. " Tumben belum jemput" Luna merapikan barang-barangnya dulu, lalu ia bersiap.



Ia keluar dari ruangan sembari merapikan pakaiannya sambil melihat ke arah luar.



Mungkin di jalannya macet. Batinnya.



" Sem ada apa ini jalanan ko macet parah begini?”.



" Di depan ada kecelakaan tuan, jalannya hanya di buka satu jalur!.



Dia pasti menuggu ku. Jepri mulai resah.



" Non tumben suami anda belum jemput?”. Mila melihat Luna resah.



" Gak tau Mil, mungkin di jalannya macet”.



" Gimana kalau anda menghubunginya dan tanya suami anda di mana?”.



Hah, mana berani aku Mil, aku takut sama dia. Batin Luna.



" Nona ko bengong?”. Luna langsung melihat ke arahnya.


Tidak lama mobil mewah berhenti di butiknya.



" Pangerannya sudah datang tuh non”. Luna menoleh lalu ia ambil tas dan paper bag.



" Cieh wajahnya langsung terlihat cerah " Mila menggodanya.



" Saya pulang ya!”.



" Hati-hati non salam untuk suami!, hehehe?". Luna menggelengkan kepalanya lalu keluar.



Kenapa hati aku jadi senang melihat dia. Luna langsung masuk ke mobil. Ia melihat suaminya.



" Sore Pak?".



" Hmmmm!”.



Kali ini Luna mencium tangannya. Jepri hanya diam. " Saya akan melakukannya setiap saya pergi dan pulang”.



Kenapa wajahnya terlihat senang, apa dia suka sama pria itu?. Gumam Jepri.



Gimana cara ngasihnya ia. apa dia akan suka atau dia akan marah?.



Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗🤗.

__ADS_1


__ADS_2