
Lagi asyik-asyiknya makan, melihat Semi masuk jantung Luna langsung berdegup, ia takut Semi bilang soal tadi, Luna dan Semi saling menatap tampa mereka sadari.
Semi yang sadar melihat Jepri menatapnya juga langsung mengalihkan pandangannya ke arahnya.
Nona, kalau anda menatap saya seperti tadi saya akan kena masalah. Batin Semi.
” Ngapain kamu menatapnya??". Luna langsung sadar, ia segera menundukkan wajahnya.
" Maaf sayang, saya tidak sengaja". Jawabnya dengan gugup. Hampir saja, gimana kalau dia tau aku udah lancang nanyain soal hubungannya dengan Jeje.
Jepri jalan ke arah Semi, mereka bicara serius, terlihat jelas kalau Jepri langsung kesal setelah Semi bicara pajang lebar.
Ya tuhan, apa yang di katakan Semi sampai dia sangat marah. Batin Luna bertanya-tanya di hatinya.
Luna menghentikan makannya, ia segera mengelap mulutnya lalu merapikan mejanya.
Apa yang mereka bicarakan, aku ingin sekali mendengarnya. Namun Luna tidak bisa mendengar percakapan mereka.
Melihat Jepri memerintah Semi langsung pamit keluar dari ruangannya. Jepri melihat ke arah Luna.
Benar kan dugaan ku, Semi pasti bicara. aku harus apa sekarang.
" Sayang". Luna berjalan mendekati jepri ia bersiap untuk minta maaf.
" Mana ponselmu?". Tiba-tiba Jepri meminta ponsel Luna.
" Ponsel?, untuk apa?”. Jepri tidak menjawabnya.
Luna mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi, ia segera mengambil ponselnya lalu memberikan ke tangan jepri.
" Ini"
Dengan berat hati Luna memberikan ponselnya, kenapa dengan ponselku, apa gara-gara tadi, jadi aku tidak bisa main ponsel lagi huh!. Luna mendengus kesal.
Jepri menukar ponselnya dengan punyanya, lalu ia memberikan ponsel itu ke tangan Luna.
" Ini, kamu pakai punya saya, dan hp kamu saya pegang!". Luna mengambil ponsel Jepri.
" Sayang kode sandinya?”.
" Tanggal lahir mu!". Hah, Luna terkejut.
" Sebutkan kode sandi mu?"
" Nama papa sayang". Jepri segera merubahnya dan mengganti password-nya.
Tidak lama Semi datang lagi, " Mari nona?". Semi mengajak Luna pergi.
Luna hendak pergi namun ia ingat sesuatu , Luna menghampiri suaminya lagi.
" Much". Luna mencium bibirnya dan tersenyum manis.
Jepri mengusap rambutnya. " Hati-hati" Luna mengangguk lalu pergi.
Sampai di butik Luna terkejut melihat dari kejauhan ada 2 pria di dalam butik, ia cepat-cepat masuk kedalam.
" Mil, ada apa ini?". tanyanya serius.
" Kata mereka, disuruh suami anda nona". Hah Luna melotot mendengarnya.
Luna ingin bertanya sama Semi, namun Semi nya keburu pergi.
Ponselnya berdering, Luna melihat siapa yang menghubunginya.
" Halo sayang".
" Setiap satu jam sekali kamu harus telepon saya, dan ingat! kalau sampai lupa saya hukum kamu!".
" Iya sayang”.
" Ya sudah, saya tutup dulu teleponnya".
Luna bernapas lega sekaligus bertanya².
Kenapa jadi tambah ribet begini sih!!.
Luna masuk ke ruangannya dan melihat sudah ada terpasang CCTV.
Kenapa di ruangan ku juga ada?, lalu layarnya dimana?. Luna keluar lagi mau protes.
__ADS_1
” Pak kenapa ruangan saya juga di pasang sih?, lalu layarnya dimana?"..
" Maaf nona, kalau anda mau protes anda bisa langsung bicara sama tuan Jepri" Pria itu segera mengalihkan pandangannya.
" Pak saya masih bicara dengan anda, kenapa anda buang muka, saya ingin kamera pengintai nya di copot sekarang juga!”.
" Mohon maaf nona bukan saya tidak sopan, ini perintah dan anda bisa bicara soal itu sama tuan, saya permisi!". Pria itu menghindari Luna.
Aneh, kenapa dengan wajahku ini, bahkan dia aja tidak mau melihat ku, Luna menghampiri Mila yang asik membereskan gaun-gaun nya
" Mila, apa wajahku aneh?". Mila melihatnya langsung.
" Aneh gimana maksudnya nona?".
" Kenapa pria itu dan juga Semi suka buang muka ketika kami sedang bicara?". Mila terseyum tipis.
" Kurasa mereka takut jika berlama-lama melihat anda, yang anda nanti mereka menyukai anda nona, apa anda lupa dengan pak Aris?, dia juga menyukai anda nona!".
" Ngaco kamu Mil, udah ah aku lanjut kerja dulu!".
Mila hanya geleng-geleng kepala. Nona, nona, anda itu benar-benar polos.
Sesuai dengan perintah Jepri, Luna setiap jam sekali menghubungi suaminya, Luna tidak habis pikir dengan sikap Jepri yang kadang-kadang aneh.
Aku harus menyalakan alarm untuk menghubungi dia lagi.
Di kantor..
" Tuan, saya sudah memasang CCTV di seluruh sudut di butik nona, dan saya sudah memberi instruksi kepada mereka agar tidak menatap nona”.
Jepri mengangguk.
" Oiya tuan, tadi nona bertanya soal nona Jeje" Semi menceritakan semuanya.
" Hahaha" Jepri tertawa mendengarnya.
" Aku ingin lihat wajahnya seperti apa, pasti mengemaskan bukan". Dengan penuh semangat Jepri membayangkan wajah istrinya.
" Iya tuan anda benar".
" Apa!, jadi kamu melihatnya??".
" Kerja mu bagus Sem, terimakasih".
" Sama-sama tuan"
****
Di butik.....
Mila yang sedang asik duduk melihat Jepri sedang jalan ke arahnya membuat matanya terbelalak ia cepat-cepat berdiri untuk menyambutnya.
" Selamat sore tuan?". Jepri tidak menyapa balik ia hanya tersenyum.
" Apa nona di dalam?".
" Iya tuan, silakan" Mila mempersilahkan Jepri untuk masuk.
Mila sangat kagum dengan ketampanan Jepri. Ya tuhan nona benar-benar beruntung mendapatkan tuan Jepri.
Mila senyum-senyum sendiri sembari melihat punggung Jepri.
Jepri pelan-pelan masuk keruangan Luna, ia melihat Luna sedang sibuk dan langsung duduk di kursi yang biasa Luna duduki.
Apa dia tidak melihat ku di sini?. Batin Jepri.
Luna sedang membenarkan gaunnya yang baru saja jadi. ia tidak sadar Jepri sudah ada satu ruangan dengan dia.
Jepri melihat penampilan istrinya dari atas sampai ke bawah, jadi ini penampilan aslinya, Luna mengunakan gaun rancangannya sendiri yang sangat minim dan elegan, rambutnya di ikat tinggi membuat leher jenjangnya terlihat jelas.
Luna melihat jam di tangannya, sudah waktunya ia bersiap pulang, ia hendak mengambil tasnya, namun matanya dikejutkan dengan sosok tampan di depannya.
" Sayang anda?”. Luna yang kaget menjatuhkan tasnya ke lantai.
Jepri membenarkan jasnya lalu ia berdiri mendekati istrinya.
" Jadi ini penampilan mu kalau di butik?". Luna sangat ketakutan karena ia lupa belum ganti baju, dengan tenang ia berpikir.
" Maaf sayang, kalau anda tidak suka saya akan ganti sekarang!” Luna berniat untuk pergi ke ruang ganti namun tangannya di raih Jepri.
__ADS_1
" Tidak perlu!". Jepri memegangi leher istrinya dan langsung menciumnya, Semi yang hendak masuk melihat Jepri dan Luna ciuman segera menutup pintunya dan pergi berjaga-jaga di luar agar Mila tidak melihat mereka.
Mila yang bingung melihat Semi belum juga masuk ia segera menghampirinya.
" Pak bukannya anda mau masuk?" Tanyanya penuh dengan curiga.
Semi yang takut Mila menganggu bosnya segera meraih tangan Mila untuk menjauh agar tidak mendengar suara mereka yang aneh.
Mila yang senang Semi meraih tangannya hanya ikut saja ke depan.
" Nona bisakah anda membelikan saya minum?". Hanya alasan haus Semi bisa membuat Mila menjauh dari ruangan kerjanya Luna.
Aku pikir dia tadi?. Mila malah bengong.
" Nona Mila, apa anda mendengar saya?”.
Ternyata dia nyuruh aku belikan minum, menyebalkan!!. batinnya kesal
" Ia saya dengar, saya pergi dulu, tolong jaga butik!", Dengan nanda jutek Mila menjawabnya lalu ia pergi keluar dengan jalan kaki.
" Sayang kita bisa melakukannya di rumah, kenapa harus di sini juga?". Luna berusaha agar Jepri tidak melakukannya di butik.
" Sayang, di ruangan ini ada CCTV!".
" Saya tau!, dan hanya saya yang bisa lihat!". Jawaban Jepri membuat Luna terkejut sekaligus takut.
Jepri terus melanjutkan aksinya. Luna yang takut Jepri marah hanya bisa pasrah melayani suaminya.
Di luar Semi terus berjaga-jaga, Mila makin penasaran karena Semi terus berdiri tegap di depan pintu. Mila pura-pura menaruh barang dan mencoba melihat ke arah ruangan kerja Luna.
Ya Tuhan ini kan hampir jam 6, nona dan tuan belum keluar juga, apa jangan-jangan mereka sedang buat anak. Gumam Mila sembari senyum-senyum sendiri,
Merasa penasaran Mila melewati Semi yang asik memainkan ponselnya, ia mendekati ruangan kerja Luna dan mendengar suara-suara yang aneh, Mila yang sudah tau di dalam sedang ngapain ia pun cepat-cepat kedepan dan langsung geleng-geleng kepala.
Semi diluar masih menuggu, melihat Jepri dan Luna keluar, Semi segera pergi ke mobil, Luna merasa malu karena ia merasa tidak enak sama Mila dan Semi.
Mereka pasti tau aku tadi ngapain di dalam, ini semua gara-gara gaun ini!. Hardik Luna kesal di hatinya.
Jepri terlihat segar, sedangkan Luna terlihat tidak nyaman diwajahnya tersirat sekali kalau dirinya menahan malu.
" Mil, saya pulang ya?”.
Mila hanya tersenyum sembari melambaikan tangannya, " Hati-hati nona, tuan".
Luna dan Jepri segera keluar, mereka langsung naik ke mobil.
******
Di kediaman ibu Lala.
Lala di bantu perawatnya untuk bersiap, ia ingin menyambut Zaki dan ponakannya, ia berdandan sangat cantik. Tidak lama mobil suaminya datang.
Zaki dan sosok perempuan cantik dan seksi turun dari mobil, mereka melihat ke arah Lala yang sedang duduk mengunakan kursi roda di depan teras sedang menyambutnya.
Tari tersenyum kecut, sedangkan Zaki tersenyum licik ke arah Lala.
” Sayang apa aku harus panggil kamu dengan sebutan paman?".
" Ini hanya sementara sayang, kalau didepan nenek tua itu saja kamu panggil aku paman oke".
" Oke", Tari memasang wajah semanis mungkin agar Lala menyukainya dan membolehkannya untuk tinggal dirumah besar itu.
" Sayang" Zaki mencium kening istrinya,
" Apa dia ponakan mu sayang?”. Tanya Lala senang.
" Iya, saya Nina tante!, ponakan Om Zaki”. Tari merubah namanya agar Lala tidak curiga.
" Cantik banget, saya istri om kamu!" Lala mengenalkan dirinya. Tari tersenyum jahat di hatinya.
Ya mungkin sekarang dia suamimu, tapi sebentar lagi dia akan segera jadi suamiku, dengan senyuman licik Tari melihat ke arah Lala.
Mereka masuk sama-sama ke dalam.
Tari makin bahagia melihat isi rumahnya yang megah dan bagus, Zaki curi² pandang ke arah Tari sembari mendorong istrinya.
Tari membalas tatapan Zaki kepadanya.
*******
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🙏