Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
96


__ADS_3

Jepri mengajak istrinya ke sofa, mereka melajukan yang tadi. Dua jam mereka melakukan ritual panjangnya. Luna senang karena Jepri tidak marah lagi kepadanya.


Merasa puas Jepri segera mandi, Luna masih tiduran di sofa. Jepri menghampirinya sembari mengusap rambutnya. Ia mengambilkan kain untuk menutupi tubuh istrinya yang polos.


Dasar gadis ceroboh, bisa-bisa dia tidur dengan tubuh polosnya. Jepri mengecup keningnya, lalu ia kembali lagi ke meja kerjanya.


Membuka lacinya lalu mengambil ponsel.


>> Iya tuan?.


>> Sem belikan pakaian wanita hamil, lalu anterin kesini.


>> Siap tuan. Semi segera pergi ke bawah untuk minta bantuan stafnya lagi.


Di lobby Jeje memperhatikan ke sekelilingnya. Jeje turun dan melenggangkan kakinya ke dalam gedung kantornya Jepri. Ia cepat-cepat sembunyi ketika Semi keluar dari lift.


Kesempatan untuk Jeje ia langsung menutup wajahnya dengan masker sambil jalan ke lift lalu naik ke atas.


Di bawah Semi mencari Tia.


" Tia" Panggilnya. Tia langsung menghampiri Semi


" Ada yang bisa saya bantu pak?". Tanyanya sopan.


" Kamu carikan pakaian yang bagus untuk perempuan hamil, dan dalamnya juga, setelah itu kamu hantarkan ke ruangan saya".


Tia malah tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


" Kenapa kamu senyum-senyum, mau saya pecat!!".


" Tidak pak, saya hanya ingin tersenyum saja melihat bapak". Tia langsung menutup mulutnya.


" Saya tidak suka candaan kamu!" Semi langsung pergi meninggalkan Tia.


Tia hanya tersenyum tipis melihat Semi marah kepadanya.


Pintu lift terbuka, Jeje bertekad untuk menemui Jepri dan meminta bantuannya, dia merasa yakin kalau Jepri akan membantunya.


Jeje cepat-cepat melangkahkan kakinya menuju ruangan Jepri. Ia langsung masuk tampa mengetuk pintunya terlebih dahulu. Jepri yang sedang pokus dengan komputer nya langsung melotot melihat wanita masuk tiba-tiba ke ruangannya.


" Siapa kamu??". Jeje melepaskan maskernya sembari menghampiri Jepri.


" Ji, ini aku, ji maafkan aku, aku mohon". Jeje berlutut di kaki Jepri sembari menangis.


Jepri tidak bergeming ia menekan teleponnya dan langsung terhubung dengan kantor polisi.


" Ji, kamu mau kan bantu aku agar Zapran menarik tuntutannya?, aku mohon Ji". Jepri masih saja tidak bergeming.


" Apa benar kamu yang sudah meracuni Zaki?". Jeje mendongak menatap Jepri.


" Dan juga Mila?". Luna langsung shock mendengarnya, tubuhnya langsung mengigil. Jeje terdiam sejenak.


" Jawab!!". Bentak Jepri. Jeje terlonjak kaget dengan bentakan Jepri kepadanya.


" Kalau aku jujur, apa kamu akan memaafkan aku?. Jepri tidak langsung menjawabnya.

__ADS_1


" Ji". Panggilannya lirih .


" Hmmm ". Jawab Jepri. Jeje sedikit lega mendengarnya.


" Aku senang kamu mau memaafkan aku ji, itu yang paling penting buat aku. Luna merasa sakit hati mendengarnya. Jeje berdiri menghadap Jepri sambil menatapnya. Tangannya memegangi wajahnya.


" Iya, aku melakukan itu agar wanita sialan itu mati!!, tapi apes nya malah cewek itu yang memakannya, itu bukan salah aku Ji, tapi Luna yang memberikan kuenya sama cewek itu. soal Zaki. iya aku sudah memberikan racun kepadanya agar dia tidak memeras aku lagi, semua ini aku lakukan demi kamu Ji, agar kita bisa kembali seperti dulu lagi". Jepri mengepalkan tangannya mendengar pengakuan dari Jeje. Matanya langsung merah mendengar kata-kata kasar yang di lontarkan kepada istrinya.


" Hiks,, Hiks" Luna menangis mendengarnya. Jepri langsung sadar dan melihat ke arah Luna, Jepri menghempaskan tangan Jeje dari wajahnya.


Jeje melotot dan langsung melihat ke arah Luna yang menangis.


Jepri langsung menghampirinya dan memeluknya.


" Sayang" Ujarnya sambil memeluknya. Jeje merasa panas dan cemburu melihat Jepri memeluk Luna, terlebih melihat tubuh Luna hanya di balut dengan kain.


Jeje langsung menghambur dan hendak memukul Luna. " Wanita sialan!!". Namun Tangan Jepri segera mendorong Jeje hingga jatuh ke lantai.


" Ji, kamu dorong aku?". Jeje menjatuhkan air matanya.


" Bukannya tadi kamu mau memaafkan aku Ji?". Jeje masih di lantai berharap Jepri minta maaf.


” Sayang, kamu tidak apa-apa?". Jepri malah perhatian sama Luna bukan dirinya.


" Jepri!!, kamu sangat keterlaluan sama aku!". Teriaknya kencang. Jepri tidak peduli dia tetap tidak menghiraukan Jeje.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE.🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2