Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
23


__ADS_3

Pintunya kebuka. Kali ini Jepri memberikan tasnya agar dibawahnya masuk sama Luna.


Luna mengambilnya lalu ia segera keluar dari mobil.


” Sem. sepertinya dia lagi senang apa gara² pria tadi makanya dia senang seperti itu?”.


” Saya gak tau tuan, apa yang membuat nona bisa senang seperti itu!”.


" Kamu harus tetap awasi dia Sem!".


" Siap tuan!".


Luna menaruh tasnya di meja, Sebaiknya aku mandi lalu aku berikan langsung kepadanya. Luna sangat senang karena ia mau memberikan kejutan sama Jepri.


Jepri masuk ke kamarnya lalu ia melihat ada paper bag di atas meja. Bukannya itu yang dia bawa tadi. Jepri melihat isinya ada dua buah kemeja.


Tidak lama terdengar suara pintu kamar mandi kebuka. Jepri melihat Luna memakai handuk kimono dan rambutnya di gelung handuk.


" Apa anda butuh sesuatu pak?”. Luna mendekatinya. " Kamu sengaja ingin menggoda ku?".


Luna tersadar lalu ia lari keruangan ganti. Sial aku lupa masih pakai handuk kimono rupanya. Luna cepat-cepat ganti pakaiannya.


Jepri membuka jasnya lalu duduk di sofa. Luna melihatnya.


Ko aku degdegan ya apa dia akan suka atau sebaliknya. Luna mematung di depan pintu sambil bergumam.


" Ngapain kamu di situ?”. Luna tersadar lalu ia mulai mendekatinya perlahan.


" Pak sebenarnya saya..” Jepri menatap wajahnya. Luna ragu-ragu ingin memberikan kemejanya.


" Apa?”.


" Apa bapak suka jika seseorang memberikan hadiah?”. Jepri langsung Ingat namun ia pura-pura tidak paham.


" Tergantung siapa dulu yang ngasih hadiahnya!”.


Gimana ini, dia bilang tergantung, apa dia akan menyukai hadiah dariku. Luna mengurungkan niatnya.


Sebaiknya aku tidak memberikan kemejanya dari pada nanti di buang, yang ada nanti aku sakit hati.


Sepertinya dia tidak berani bicara lagi. oke saya kerjain kamu. Jepri segera berdiri lalu masuk ke kamar mandi.


Luna segera menyiapkan pakaiannya untuk Jepri tidur.


Oh ia dua hari lagi pernikahan pak Japran dan besok mama, apa pak jepri hadir di acara nikahan abangnya?.


Jepri melihat Luna bengong mematung sambil memegangi pakaiannya.


" Kamu kenapa?". Sontak Luna kaget langsung membalikkan badannya. Mereka saling berhadapan. Jepri tiba-tiba mencium bibirnya lalu ia ambil pakaiannya.


Luna mematung terdiam dan berpikir. Tadi dia menciumku kan apa hanya imajinasi ku. Ia memegangi bibirnya. Jepri menatapnya sekilas lalu ia keluar duluan.


" Cepetan saya lapar!". Luna mendengar langsung sadar dan keluar menyusul Jepri.


Kurasa otakku geser, mana mungkin pak jepri menciumku, memalukan. Batin Luna.


" Siapa pria tadi pagi yang berdiri di depan butik mu itu?". Luna melihat ke arah Jepri.


Sebenarnya dia pasti tau kan, karena dia bisa baca pikiranku.


" Kamu melamun?”.


" Pak apa tadi anda menciumku?" Luna menutup mulutnya ia keceplosan nanya seperti itu apa lagi Lila di sampingnya.


Oh.. jadi tadi dia gak sadar kalau aku menciumnya, bagus lah kalau dia tidak tau itu nyata.


" Cium?, kapan aku mencium mu?”. Wajah Luna langsung memerah.


Sial, gara-gara ini mulut jadi aku malu kan sama dia. Luna langsung tersenyum.


Lila ikut tersenyum mendengarnya. Jepri melanjutkan lagi makanannya sembari menahan tawanya.

__ADS_1


" Oh ia tadi bapak nanya apa saya tadi lagi bengong"


" Tidak, saya tidak nanya apa-apa!”.


Hah, bukannya tadi dia nanya. Luna memilih mengalah karena ia takut Jepri marah.


Jepri ke ruangan kerjanya. Luna mengambil ponselnya lalu ia melihat ada chat masuk.


💌


(Selamat malam nona, apa saya boleh ke butik besok, ada beberapa gaun yang ingin saya beli?).


( Malam pak, boleh pak)


( Terimakasih nona, pagi-pagi sekali saya akan datang kesana).


Luna belum menutup ponselnya ia buru-buru ke kamar mandi. Jepri masuk ke kamarnya melihat ponselnya nyala. ia langsung melihatnya.


Mereka chatting rupanya, dan dia besok mau ke butik lagi!. Jepri menaruh ponselnya ke semula.


Ia rebahan di tempat tidur. Jadi dia manggil Pria itu dengan sebutan bapak juga!..


Luna keluar dari kamar mandi, ia melihat Jepri lagi memainkan ponselnya di tempat tidur.


" Besok kamu ikut saya, gak usah ke butik dulu!". Kenapa gak boleh ke butik. Batin Luna.


Jepri mematikan lampunya ia menaruh ponselnya di meja samping tempat tidurnya.


" Ngapain kamu masih berdiri di situ, cepet tidur!”.


Dia itu kenapa sih tiba-tiba marah gak jelas. batin Luna. Luna segera naik ke tempat tidur.


Sebelum tidur Luna menghubungi Mila terlebih dahulu.


" Ya Halo".


" Mil, besok aku gak ke butik ya".


" Cieee mau bulan madu ya?”.


" Cieee, jadi iri saya nona, hahaha”


" Apaan sih kamu, Oia, besok pak Aris mau ke butik tolong layani dia ya".


" Siap nona".


Oh. nama pria itu Aris.


Tadi dia panggil aku suami. Lumayan lah dari pada bapak. Batin Jepri.


Jepri tidur sambil tersenyum memikirkan rencananya besok pagi.


Keesokannya...


Jepri bangun lebih dulu dari Luna. Luna membuka matanya perlahan ia melihat ke arah samping tempat tidurnya suaminya sudah tidak ada.


Aku kesiangan. Luna cepat-cepat mandi. Tidak lama Luna keluar. Luna tertegun melihat Jepri memakai kemeja.


" Pak!". Jepri melihatnya sembari santai mengancingkan kancing di lengannya.


" Iya!”.


" Anda sangat tampan pak” Luna tidak sadar kalau dirinya sudah memujinya.


" Memang saya tampan dari lahir!”. Luna terkejut. Jadi tadi aku memujinya bukan di dalam hati. Luna memukul kepalanya.


Bodoh. batinnya.


" Bapak menyukai kemejanya?.


Jepri malah duduk di sofa sembari memakai sepatunya. " Saya bantu pak!" Luna memakaikan sepatunya.

__ADS_1


Kenapa gak di jawab sih!" Luna menggerutu dihatinya.


" Oiya pak, apa bapak akan datang di pesta pak Japran?”. Jepri tidak langsung menjawabnya. Apa dia marah aku tanya soal itu.


” Memangnya kamu mau datang?”. Luna mendongak menatap Jepri. Sekali lagi Jepri langsung mengecupnya. Luna membekuk langsung.


Dia benar menciumiku tadi, apa aku yang terlalu berharap. Jepri segera berdiri sembari membenarkan jasanya.


" Pak!".


"Hmmmm!”. Lihat wajahnya lucu sekali dia, apa dia berani bertanya lagi. Batin Jepri.


Tidak ² pasti aku menghayal lagi. Luna segera berdiri. " Pak, saya ingin menemui ibu dan juga pak Japran!".


Ide yang bagus. Jepri akhirnya punya alasan untuk ngerjain Luna.


" Oke. tapi tidak gratis!".


" Apa kepala anda mau di pijit sekarang?”. Jepri berpikir sebentar. Lugu sekali dia ini.


" Akan saya pikirkan nanti, ayo kita pergi" Jepri jalan duluan sembari tersenyum bahagia.


Huh dia itu perhitungan sekali. apa-apa bilang tidak ada yang gartis. Luna menggerutu dihatinya.


Keduanya pokus dengan sarapannya masing-masing.


Seperti biasa Semi sudah menunggunya di luar. " Pagi Sem?". Semi baru mau menjawabnya namun tatapan mata Jepri membuatnya tidak jadi bicara.


Dia kenapa ko diam.


" Sem. lanjut saja ke kantor gak usah mampir ke butik.


" Baik tuan!”.


Luna hanya diam di sampingnya sembari melihat ke arah luar.


Jepri sibuk dengan ponselnya.


Luna mengirimkan pesan sama Sem.


💌


(Sem. Pak Jepri terlihat sangat tampan kan, dia itu pakai kemeja yang aku buat lo).


Luna langsung melihat ke arah Sem. Ko gak di baca sih. Luna mengirimkan pesan lagi.


💌


( Aku senang banget karena dia mau memakainya sekaligus takut jika dia tau itu dariku).


Jepri turun lebih dulu, di susul Luna dari belakang. Luna ngajak Semi tersenyum namun Semi malah membuang wajahnya.


Dia itu kenapa sih jutek banget.


Maaf nona saya harus bersikap seperti itu karena tuan mulai menyukai anda, saya tidak ingin ada masalah.


" Pak saya ijin sebentar ia, ingin beli jajanan di sebrang jalan itu!".


Jepri melihat ke arah yang jualannya.


" Saya antar kamu!”.


" Tidak usah pak saya bisa sendiri". Luna langsung menyebrang jalan.


" Tuan, nona tadi chat ini kepada saya!”. Jepri langsung tersenyum manis setelah membacanya.


" Kalau dia chat lagi kasih ke saya!".


" Baik Tuan.


__ADS_1



Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2