
Jepri terus tersenyum di dalam mobil, sedangkan Luna hanya diam sembari lihat ke arah luar. Semi melihat Jepri senyum-senyum sendiri langsung memperhatikan ke arah Luna.
Semi tidak sadar kalau sepasang mata lagi memperhatikan dirinya. Semi yang sadar langsung mengarahkan matanya ke depan. Sampai di butik seperti biasa Semi membukakan pintunya.
Luna mencium tangannya lalu bibir suaminya. ” Much, hati-hati sayang di jalan”.
" Hmmm" Luna langsung turun dan masuk ke butiknya. Setelah Luna tidak terlihat mobil Jepri baru jalan.
" Sem, apa kamu tadi memperhatikan istriku??”.
" Maaf tuan, tadi tidak sengaja saya melihat nona”.
" Saya tidak ingin kejadian tadi kamu ulangi lagi, kamu hanya boleh liat dia 3 detik, tidak lebih dari itu!".
" Baik tuan!".
" Dan ya, mulai hari ini setiap jam makan siang jemput Luna dan bawa dia ke kantor!”.
Semi hanya mengangguk dan bingung.
Di butik Luna merasa bahagia dengan aktivitasnya. Mila yang jeli langsung melihat ke arah leher Luna. Wah sepertinya nona tidak masuk karena itu. Mila senyum-senyum sendiri.
Luna yang tidak sadar dan rambutnya di ikat menunjukkan leher jenjangnya terlihat jelas tanda merah yang di buat Jepri. Luna memperhatikan Mila yang dari tadi senyum-senyum sendiri.
" Kamu kenapa?”.
" Tidak nona, hanya saja anda pagi ini terlihat sangat cantik”.
" Apanya yang cantik, bahkan saya tidak boleh mekeup sama dia!". Luna tidak sadar kalau dia mulai ke pancing.
" Tapi anda sangat cantik, apa lagi tanda yang di beri suami anda”.
" Tanda..?, maksudnya tanda apa?”. Mila mengambil cermin kecil lalu ya berikan kepada Luna.
" Ahhhh!" Luna kaget sekaligus malu. Jadi dari tadi Mila tersenyum gara-gara ini, dan aku tidak sadar. Luna cepat-cepat cari syal di butiknya dan memakai di lehernya. Mila cekikikan tertawa.
" Hmmm, suami anda romantis ya nona, dia tidak mau anda makeup karena takut anda di lirik pria lain, dan tanda itu menandakan kalau anda adalah miliknya. Luna tertegun mendengarnya.
Apa, mana mungkin yang di bilang Mila itu benar. Batin Luna.
Di Cafe. Jeje menemui seseorang. Tidak lama orang yang di tunggunya datang.
" Siang nona?".
" Siang, saya ingin cari tau soal wanita ini dan latar belakangnya" Jeje memberikan foto Luna.
" Baik saya akan cari tau dia segera!".
" Oke, terimakasih” Pria itu langsung pergi meninggalkan Jeje di cafe.
Ponselnya berdering.
__ADS_1
" Halo".
" Sayang kamu kapan pulang?”
" Aku lagi di luar kota, 2 hari lagi aku pulang!".
" Aku tunggu kamu, I love you" Jeje langsung menutup teleponnya. Sebaiknya aku ke kantornya. Jeje bersiap pergi ke kantor Jepri.
Jam makan siang....
Mila masih menuggu kiriman makanan untuk bos-nya. Tidak lama Sem datang.
Apa kurirnya sudah ganti kenapa pria itu yang datang.
" Siang nona, apa nona Luna nya ada di dalam?".
" Ada pak sebentar saya panggilkan!" Mila segera ke ruangan Luna.
" Non, ada pak Sem!". Luna segera menghampirinya.
" Ada apa Sem?”.
" Nona, anda ikut saya ke kantor" Semi cepat-cepat mengalihkan pandangannya.
Kenapa dia menunduk, aneh. Luna langsung ingat dengan janjinya.
" Ya Tuhan saya lupa, Sem, kamu tidak perlu repot-repot ke sini, saya bisa ko kesana sendiri!" Semi tidak menjawabnya hanya berdiri tegak dan pandangannya ke seberang jalan.
Di mobil tidak ada obrolan apa-apa Luna hanya diam sambil melanjutkan gambarnya di tab.
" Wanita itu lagi!. gak di luar gak di rumah selalu ngikutin Jepri dasar ******!!". Jeje segera membayar ongkosnya lalu masuk ke gedung kantor.
Luna dan Sem langsung ke ruangan Jepri. Jepri melihat kedatangan istrinya langsung menghentikan kerjanya.
" Sem, jangan ada yang gangu selama satu jam, kamu paham!".
" Baik tuan saya permisi" Semi mengerti lalu ia segera ke luar dan memberi tahu sekertaris nya agar tidak ada yang gangu Jepri. Merasa aman Luna langsung tersenyum dan menghampiri Jepri yang lagi duduk, berniat ingin menciumnya namun Jepri menarik pinggangnya dan langsung Luna duduk di pangkuannya.
" Maaf sayang saya tidak sengaja" Luna hendak berdiri namun Jepri tidak melepaskannya.
" Apa ini?, tadi saya liat kamu tidak pakai ini?" Jepri membuka syalnya dan melihat noda merah yang di buatnya.
" Kamu coba menutupi ini!!" Luna hanya bisa menelan ludahnya dan takut Jepri marah.
" Sayang, saya hanya menutupinya diluar, kalau di butik saya lepas ko" Luna takut Jepri marah jika dia sengaja menutupinya. Jepri sebenarnya kesal karena Luna tidak ingin semua orang melihatnya.
" Saya tidak ingin melihat kamu pakai ini lagi, kamu paham!". Luna hanya bisa pasrah dan mengangguk melihat Jepri membuang syalnya ke tong sampah.
Aku lebih baik malu dari pada dia marah dan melakukan hal-hal yang tidak aku inginkan. Batin Luna.
" Mana janji kamu semalam?". Luna yang takut tambah Jepri marah langsung menciumnya, kali ini Jepri tidak melepaskan Luna begitu saja. Luna yang sadar kalau adik kecilnya Jepri bangun hanya melotot.
__ADS_1
" Kamu harus tanggung jawab!, sudah buat saya kesal". Jepri menggendong Luna ke sofa ia langsung menindihnya dan melanjutkan aksinya di atas sofa.
Luna ingin menolaknya, namun tubuhnya tidak, sama-sama menginginkannya. Keduanya sama-sama bergelut di kantor.. Semi melihat Jeje yang hendak masuk buru-buru mencegahnya.
" Anda mau apa nona?".
" Saya mau menemui Jepri?".
" Anda tidak boleh masuk sebelum anda buat janji terlebih dahulu, dan di dalam tuan lagi bersama istrinya!". Jeje ngotot ingin masuk namun tangannya di cekal Sem dan menyeretnya jauh dari ruangan Jepri.
" Lepas Semi!!" Jeje menepisnya tangannya.
" Saya gak peduli dia mau sama siapa, kamu tau kan aku siapanya Jepri!!".
" Ya saya tau Nona anda hanya masa lalunya tuan, saya tidak akan segan-segan membuat anda menangis jika anda mengangguk mereka!. Ancaman Semi membuat nyali Jeje ciut.
Semi segera pergi dan berjaga lagi. Dua jam berlalu, Jepri belum juga menghubungi Semi, Semi yang mengerti hanya diam. Sedangkan 10 menit lagi Jepri ada metteng.
Semi memberi tau sekertaris nya agar meeting nya di undur satu jam lagi.
Di ruangan begitu panas, sedangkan AC terus menyala, dua sejoli sama-sama di mabuk dan menikmatinya, Jepri sangat candu dan tidak bisa menahannya. Luna yang kelelahan langsung tidur pulas di atas sofa yang besar. Jepri mengecupnya lalu ia mengambil kemejanya untuk menutupi tubuhnya.
Ponsel Semi berdering.
" Tuan" Semi mengangkat teleponnya.
" Ya tuan?".
" Sem bawakan kemeja baru dan selimut, dan alat mandi!".
" Baik tuan!" Semi hanya tersenyum lebar. Lalu ia meminta sama sekertaris nya untuk membelikan pesenan Jepri.
Sekertaris nya langsung membelikannya tampa bertanya dulu, takut bosnya marah.
” Ingat jika ada omongan orang lain soal ini apa lagi staf kantor tau, kamu akan kehilangan pekerjaan mu, kamu paham!. Sekertaris itu hanya mengangguk tanda paham. Semi segera memberikan pesenannya kepada Jepri.
Jepri menyelimuti istrinya yang terlelap, Jepri hanya tersenyum melihat Luna yang tidur pulas, Ia segera mandi lalu berpakaian rapih. Melihat pakaian berserakan dimana-mana ia tidak merapikannya hanya duduk.
" Sem, masuk lah". Semi pun masuk dan terkejut melihat sofa berantakan bantal dimana-mana dan pakaian luna di sembarang tempat. Ruangan Jepri tidak terlihat seperti kantor melainkan seperti kamar hotel.
Semi tidak berani melihat ke arah Luna, ia takut Jepri marah.
" Sem, saya ingin seseorang menjaganya sampai saya kembali. lihat dia sangat lucu ketika tidur. Jepri langsung melihat ke arah Sem.
"Sem, kamu melihatnya?".
" Tidak tuan saya tidak berani"
" Bagus lah, ayo kita pergi”. Semi dan Jepri ke luar ruangan, sebelum pergi Semi menemui sekertaris nya agar berjaga di depan pintu. Semi melihat jam di tangannya. Hampir 3 jam, pantas saja nona lelah.
Jeje mendengar ketika Semi menyuruh sekertaris nya untuk berjaga di depan pintu ruangan.
__ADS_1
Sialan bahkan dia menyerahkan tubuhnya untuk Jepri, pantas saja Jepri dingin kepadaku, rupanya dia perempuan licik. Gumam Jeje.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🙏🙏