Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
20


__ADS_3

Luna melayaninya seperti tadi pagi. ia mengambilkan makanan untuknya. Hening keduanya sama-sama tidak bicara.


Jepri pergi duluan ke kamar wajahnya masih terlihat kesal. Luna melihat Lila merasa kasian.


" Lila apa pak Jepri tidak suka sama daging?”. Lila tidak menjawabnya.


” Nona saya permisi” Lila pergi ke belakang. Luna segera menyusul Jepri ke kamarnya. Ia meletakkan air di meja samping tempat tidurnya.


Kenapa wajahnya masih terlihat tampan, padahal dia lagi kesal. batinnya.


Jepri merasa di perhatikan ia pun langsung meliriknya. Luna cepet-cepet duduk di sampingnya.


” Semoga mimpi indah pak”. Luna segera tidur. Jepri melihatnya lalu ya ikut tidur juga.


**" Luna sayang. Papa sayang kepadamu, kamu harus ingat pesan papa hormati suamimu dan sayangilah dia seperti kamu menyayangi papa!”**.


Luna kebangun lagi. ”Papa”. Ia melihat ke arah samping, wajah suaminya sangat dekat dengannya. Kenapa papa datang terus di mimpi aku, papa menyuruhku untuk menghormatinya dan sayang kepadanya. apa papa tidak tau dia anggap pernikahan ini sandiwara pa. Batinnya.


Paginya.....


Seperti biasa ketika Jepri membuka matanya ia langsung melihat Luna sedang berdiri di samping tempat tidurnya.


" Pagi pak, hari ini bapak mau mandi air apa?. hangat atau dingin?”.


Sepertinya dia kumat lagi, atau semalam dia mimpi buruk lagi. Jepri malah bengong.


” Pak!” Kali ini Luna bicara sangat dekat membuat Jepri mencium aroma sampo yang di pakai nya.


" Wangi”


Luna bingung dengan jawabannya. Jepri langsung sadar.


" Maksudku air hangat"


Luna segera pergi ke kamar mandi lalu ia isi betup nya dengan air hangat.


Ketika Luna ingin keluar Jepri sudah berdiri di depan pintu. " Bruk" Luna menabrak tubuh Jepri.


” Bapak ngagetin saya, maaf”. Jepri segera memberi jalan untuk Luna keluar dari kamar mandi.


” Tunggu, bisakah kamu gosokan punggung saya?”. Luna terdiam sejenak ia membalikkan badannya.


" Tentu pak”. Luna menarik nafasnya lalu ia masuk lagi. Jepri membuka pakaiannya lalu masuk ke betup. Luna degdegan untuk pertama kalinya ia melihat pria telanjang bulat.


Luna menggosok dengan pelan.


Aku pikir dia akan menolaknya. Batin Jepri.


” Apa ini udah cukup pak?”. Jepri terdiam sejenak.


” Hmmm". Cukup lama Luna menggosok punggungnya. Apa aku tanyakan sekarang soal Jeje. Namun mulut Luna tidak bisa bicara.


" Udah cukup”.


Luna segera keluar dari kamar mandi, Jepri tersenyum melihatnya.


Luna benar-benar gugup tadi sampai gemetar. Untungnya dia tidak lihat tadi.


Jepri melihat pakaiannya sudah di siapkan. Ia segera keluar dengan pakaian yang di pilih Luna.


Mereka sama-sama turun. Luna lebih dulu duduk. Kali ini Luna mengambilkan nasi dan lauk pauk.


Luna melihatnya. Semoga dia tidak protes aku ambilkan nasi. Jepri memakannya. Luna langsung tersenyum. Jepri melihatnya.


Syukurlah dia tidak protes, jujur aku takut tadi dia marah. Batin Luna.


Semi sudah menunggunya diluar melihat Luna dan Jepri keluar. Semi segera berdiri lalu membuka pintunya.

__ADS_1


Apa aku tanya langsung aja ya warna apa yang dia suka, tapi aku takut dia akan marah. Luna ingat dengan Semi. aku tanya saja dia deh. Batinnya.


" Sem, apa saya boleh minta nomor kamu?”. Jepri menatap Luna dan juga Semi. Kenapa dia minta nomor aku. Batinnya.


" Untuk apa kamu minta nomor dia?”. Malah Jepri yang bertanya.


" Saya hanya ingin tau bapak keluar kantor jam berapa agar saya segera bersiap" Jawabannya masuk akal Jepri tidak bicara lagi.


Semi menyebutkan nomornya. Luna segera mencatatnya.


" Terima Sem”.


" Sama-sama non”.


Pintunya kebuka...


Luna meraih tangannya lagi lalu ia menciumnya. " Hati-hati Pak di jalan, semoga hari anda menyenangkan. Luna tersenyum manis lalu turun dari mobilnya.


Ia melambaikan tangannya ke arah Jepri. Makin hari makin aneh. batinnya.


Luna masuk ke butiknya dengan senang. Ternyata menyenangkan ia jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Batinnya.


" Selamat pagi Nona Luna?". Luna terkejut melihat Aris sudah ada di butiknya.


" Selamat pagi juga. saya pikir anda tidak akan datang sepagi ini Pak Aris?”.


” Saya tidak tau kenapa ingin sekali cepat-cepat kesini dan bertemu dengan anda". Luna terkejut mendengarnya.


" Maaf.. maksud saya, saya ingin cepat-cepat gaunnya jadi!”. Luna bernapas lega mendengarnya.


" Oh gituh mari pak ikut saya!”. Luna mengajak Aris ke ruangannya ia membukakan pintunya lebar. Mila mendengarnya tadi.


" Saya harap Pak Aris bisa membahagiakan nona" Mila segera merapikan pakaiannya di depan.


Jepri lagi-lagi memegangi tangannya. " Sem. kamu tau tadi dia bantu aku mandi, dan wajahnya sangat lucu dan ketakutan. Jepri terlihat senang ketika membicarakan soal Luna.


" Apa dia ada chat kepadamu Sem?".


" Belum ada tuan".


" Berikan ponsel mu, aku ingin tau dia akan chat apa aja”. Semi memberikan ponselnya.


Aris terus memandangi wajah Luna. Luna tidak sadar jika Pria di sampingnya menaruh hati kepadanya. Ibu akan senang jika ia melihat gadis ini.


Luna sadar dirinya di perhatikan ia menoleh ke arah Aris.


" Pak Aris, ini udah selesai, anda tinggal memilih warna yng cocok untuk gaunnya”.


Aris sadar lalu ia melihatnya. " Anda sangat cantik nona?".


" Apa?".


" Maksud saya gaunnya sangat cantik nona!”.


Luna hanya tersenyum.


" Nona gimana kalau saya udang anda untuk makan malam dirumah saya?”.


" Maaf banget ne pak, kalau malam saya tidak bisa, terimakasih atas ajakannya". Luna menolaknya secara halus.


Saya makin suka sama wanita seperti ini yang tidak mudah untuk di ajak jalan. Aris tidak sedih dia malah senang.


" Oh baiklah nona. gimana kalau besok saya ajak anda untuk mencari bahan-bahannya, saya tidak tau bahan yang cocok untuk pakaian ini.”.


Luna merasa kasian jika tidak membantunya itu perkejaan yang mulia jika ia membantu memilihkan warna untuk ibunya.


" Saya tidak janji ya pak, tapi saya akan usahakan untuk mengantar anda".

__ADS_1


Aris senang walaupun itu belum pasti. " Saya sangat berterima kasih nona jika anda bisa, saya pulang dulu”.


Luna hanya mengangguk. Aris keluar dari butik sambil tersenyum senang.


” Hmmm. non sepertinya saya akan patah hati”.


" Apa maksud mu Mila".


" Ha-ha-ha nona liat tadi, dia sangat menyukai anda".


" Kamu jangan ngaco deh kita hanya bekerja sama soal pakaian ibunya selebihnya tidak ada hubungan apa-apa, dan kamu jangan hawatir saya tidak akan pernah menyukainya karena saya sudah memiliki suami!". Akhirnya Luna jujur kerena ia takut Mila salah paham kepadanya.


" Nona serius?, kapan anda menikah ko saya gak tau, bukan sama Zaki kan nona?”.


" Bukan.. dia pria baik Mil, dia yang sudah menolongku dan juga memberikan butik ini. kamu tau karena dia aku bisa bebas seperti ini jika bukan dia yang menolong ku mungkin aku udah di tempat yang sangat menjijikkan.


Mila melongo mendengarnya. ” Apa yang sering menjemput anda nona?".


" Bukan, dia itu." Luna terdiam sejenak. Mila melihat bos-nya sedih langsung mendekatinya.


" Nona tidak apa-apa kan?”. Luna mengangguk tanda dirinya baik-baik saja.


Seseorang datang. Mila segera keluar. " Non, apa dia yang suka mengirimkan makanan ini!”.


Luna mengangguk. Mila segera memberikannya.


" Saya pernah dengar kata pepatah jika cinta akan tubuh dari perut sampai ke hati nona, ha-ha-ha!”.


" Udah puas mengejeknya, Oiya kamu udah kasih rancangan saya Mil?"


Mila menepuk jidatnya.


" Saya lupa non, sekarang saya akan kesana"


" Tunggu Mil, saya kan tanya dulu dia suka warnanya apa!".


" Cieee nona!”. Luna segera meraih ponselnya dia melihat ada pesan masuk.


💌


(Jangan makan yang tidak² saya sudah krim makanan sama kurir kesana).


Luna tersenyum membacanya. Aku lupa menanyakannya sama Sem.


Luna tidak membalas pesan Jepri. ia mencari nama Sem di kontaknya.


( Selamat pagi Sem, saya ingin nanya soal warna yang di sukai pak Jepri?".


(Untuk apa, kenapa anda tidak menanyakannya Langsung?).


( Kamu kan tau saya takut sama dia, makanya saya tidak berani menanyakannya langsung)


( Menurut kamu bagus. saya suka ko)


Luna terdiam sejenak, membaca balasan pesan dari Sem. Dia gak nyambung. Batinnya


( Saya sedang membuatkan kemeja untuk Pak jepri, bukan untuk kamu!).


Jepri tersenyum senang melihat chat terahir dari Luna. Luna tidak tau yang balas pesannya bukan Semi melainkan Jepri.


Jadi dia mau bikinin kemeja buat aku. Jepri sangat senang.


Luna menuggu balasannya tapi tidak ada balasan lagi. Huh dia pikir saya tanya tadi untuk nya!. Luna menggerutu dihatinya



__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗


__ADS_2