
Jepri menahan tawanya melihat expresi wajahnya yang sangat lucu.
” Sayang boleh gak ganti yang lain?".
" Kamu mau ganti dengan apa memangnya?”.
" Saya bisa melakukan apa saja, asal jangan ciuman!”.
" Kamu pikir saya mau apa di cium sama kamu, di luar sana banyak perempuan yang antri ingin mencium saya!".
Luna langsung cemberut.
” Ayo nuggu apa lagi?”. Luna ragu-ragu mau menciumnya. Luna mendekatinya perlahan lalu ia mendekatkan wajahnya pada Jepri. Luna mencium bibirnya.
Jepri sangat senang lalu ia membaringkan tubuhnya. Wajah Luna langsung merah.
Huh katanya banyak yang antri, lalu kenapa dia mau aku menciumnya. Luna masih duduk di sampingnya.
Keesokannya. Luna sudah menyiapkan pakaiannya untuk suaminya. Ia mendengar Jepri bangun lalu menghampirinya.
” Sayang apa anda butuh sesuatu?”. Jepri menujuk air minum. Luna segera memberikannya.
” Bantu saya mandi!". Jepri segera bangun lalu ia duluan pergi ke kamar mandi. Luna mengikutinya dari belakang. Luna sudah biasa melihat Jepri telanjang bulat seperti itu.
Luna menggosok punggungnya lalu memberikan sampo di kepalanya.
Jepri segera masuk ke bathub lalu ia menguyur tubuhnya dengan air.
Luna siap². Sambil nunggu suaminya selesai mandi ia mempersiapkan kebutuhannya untuk pergi ke butik. Luna mengecek ponselnya ada nomor baru yang menghubunginya.
" Nomor siapa ini?, sepertinya penting sampai beberapa kali menghubungiku”.. Luna segera menghubungi nomor baru tersebut.
” Halo”.
Luna langsung tau suara siapa yang menghubunginya. Luna berniat untuk menutup telponnya namun ia mendengar suara itu lagi.
” Mama Lala sakit Lun!". Luna tidak jadi menutup telponnya.
" Sebagai suaminya kamu harusnya rawat Mama bukan malah ngeluh kepadaku!”.
" Kamu itu kan anaknya, apa salahnya kamu jenguk dia sih Lun!”. Luna terdiam.
Jepri merebut ponselnya.
" Giliran sakit kamu hubungi istriku, lalu apa gunanya kamu sebagai seorang pira hah!!".
Ponselnya langsung terputus.. Jepri memberikan ponselnya sama Luna.
" Kalau dia minta kamu datang sebaiknya kamu tidak kesana, saya takut itu hanya jebakan, kamu gak ingat dulu yang mereka lakukan kepadamu?”.
Luna tidak marah, ia hanya mengangguk. Jepri segera ke ruang ganti.
" Sayang, anda cari apa?”.
" Jas yang kamu buat lah!". Jadi dia ingin pakai jas dariku.
" Ayo cari, kenapa malah bengong!”.
" Sayang jasnya kan waktu itu di dalam mobil" Jepri berhenti mencarinya.
Ia meraih ponselnya lalu menghubungi Sem.
Di bawah Semi lagi membaca koran mendengar ponselnya berdering segera melihatnya. " Tuan”.
" Ia tuan muda!”.
" Kamu dimana?”.
" Saya di bawah tuan.
" Jas yang dia bawa waktu itu kamu simpan dimana?”.
" Saya berikan kepada Lila tuan!".
" Kamu tanyakan jas itu kepadanya dan bawa ke atas".
" Baik tuan!”.
Luna mendengarnya langsung senang.
" Sayang kalau anda suka nanti saya buat lagi untuk anda”. Jepri melihat ke arahnya.
” Memangnya saya ada bilang kalau saya menyukai jas itu?”. Luna langsung diam.
Benar juga yang di bilang, dia kan tidak bilang kalau menyukai jasnya. Gumam Luna.
Luna mendengar suara ketukan pintu. Luna langsung membuka pintunya, melihat Lila membawa jasnya berdiri di depan pintu.
”Nona ini jas yang tuan cari”. Luna mengambilnya.
" Terima kasih Lila".
" Sama-sama Non" Lila lalu pamit turun.
Jepri menghampirinya lalu ia segera memakainya, Jepri tersenyum ke arah cermin.
Mereka turun ke bawah langsung sarapan.
" Ini, kamu bisa menggunakan kartu itu". Luna menerima ATM.
" Ini apa?”.
__ADS_1
" Anggap saja itu bayaran selama ini kamu bantu saya mandi!”. Jadi dia anggap aku pelayan. Batin Luna sedih.
Jepri menatap wajahnya.
Kenapa dia sedih, harusnya dia senang kan aku kasih ATM. Batin Jepri.
Hati Luna sakit menerimanya. Aku pikir dia anggap aku sebagai istrinya ternyata tidak, kenapa hati aku sedih sih. batinnya. Di mobil Luna diam memandangi ke arah jendela.
Tiba-tiba pintu mobilnya kebuka. Luna ingin mencium tangannya. Jepri tidak memberikan tangannya.
" Sayang saya pamit"
" Kamu lupa hukuman yang aku berikan malam itu, kamu harus" Jepri menujuk bibirnya. Luna melotot.
” Tapi pak, eh sayang maaf, di luar ada Sem, gimana kalau dia lihat”.
" Sem, bisa kamu tutup dulu pintunya”. Semi mengangguk lalu menutup kembali pintu mobilnya.
" Sudah kan, ayo tunggu apa lagi”. Jepri sudah siap-siap menuggunya.
Luna menarik nafasnya lalu ia menciumnya. Jepri menatap wajahnya sangat dekat.
" Sayang aku pamit" Luna membuka pintu mobilnya sendiri lalu keluar tampa menoleh lagi ke arahnya. Jepri sangat senang ia tersenyum sambil memegangi bibirnya terus.
" Huh" Luna segera masuk ke butiknya. " Wah yang habis bulan madu gimana rasanya nona?”. Luna tidak pokus ia segera pergi ke ruangannya. Mila mengerutkan keningnya " Kenapa?, apa ada yang salah?”.
Luna menaruh tasnya sambil cemberut. Kalau lihat ATM ini rasanya ingin sekali saya lempar..
Hari menjelang siang. Luna masih sibuk dengan rancangan terbarunya. Seorang wanita masuk ke butiknya. Mila mengenali wanita itu.
" Jadi ini butik dia, atau kamu pindah kerja dari majikan mu yang sombong itu?”. Mila mendengus kesal.
” Tidak, ini memang butik Nona Luna" Tari melihat disekitarnya.
" Gua pikir dia bangkrut, lo ingat kan kata-kata gua dulu, kalau gua bisa beli butiknya!". Dengan angkuhnya Tari bicara.
" Ada yang bisa saya bantu nona?" Mila mengalihkan topik.
" Dimana bos mu?”.
" Anda mencari saya?" Saut Luna yang baru keluar dari ruangan.
" Saya ingin pesan gaun yang paling mahal di butik ini, apa anda bisa menunjukannya langsung?”.
" Tentu dengan senang hati nona!”.
" Biar saya bantu nona Luna" Saut Mila.
" Tunggu. saya hanya ingin di layani olehnya bukan kamu!” Unjuk Tari sama Mila. Dasar wanita sombong. Gumam Mila.
Luna hanya tersenyum ke arah Mila. Luna segera membawa Tari ke koleksinya.
" Ini berapa harganya?”. tanyanya sembari melihat-lihat gaunnya.
" Aku ingin tunjukkan ini kepada calon suamiku".Tari mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi pacarnya.
" Iya sayang?”.
" Sayang bisa tidak kamu mampir ke butik dulu, aku ingin tunjukkan gaun kepadamu”.
" Tentu, kamu serlok saja lokasinya, aku akan kesana".
" Terimakasih sayang, I love you".
" Love you too".
Luna masih setia menuggunya.
" Apa ada yang lebih mahal lagi dari gaun ini?".
" Untuk saat ini itu paling mahal di butik kami nona”. Tari tersenyum kecut.
" Oiya, kamu ingat gak dulu aku pernah bilang kan sama kamu kalau calon suamiku itu orang kaya, buktinya dia bisa menyingkirkan kamu dari tempat yang dulu!”. Luna berpikir sebentar.
Tidak lama seorang pria masuk. " Tuh dia calon suamiku!". Tari segera menghampirinya mereka cipika cipiki.
" Sayang, terimakasih udah mau datang kesini”. Luna tertegun melihatnya.
" Zaki!”. Zaki melihat ke arah Luna.
" Ko dia tau nama kamu sayang"
" Jadi dia calon suami kamu??”. Zaki langsung pucat seketika.
" Kamu selingkuh dari mama?”.
" Maksud kamu apa??" Tanya Tari. Mila melihatnya juga.
" Dia ayah tiri ku!!".
" Oh, jadi kamu putrinya!". Luna terkejut mendengarnya.
Kenapa dia gak marah jadi dia tau pria itu udah beristri. Batin Mila.
” Asal kamu tau ya, sebelum dia menikahi ibumu dia sudah lama menjalin hubungan dengan ku!". Luna makin terkejut, ternyata bukan cuma mamanya selingkuhan Zaki, tapi ada wanita lain.
" Tari diam!!" Zaki marah karena Tari malah membuka aibnya.
Tari langsung bungkam seketika.
" Ayo kita pergi!" Ajak Zaki. Tari mengikutinya lalu keluar dari butik.
__ADS_1
" Untung anda tidak jadi menikah dengan pria seperti itu nona!”.
Luna masih bengong. Apa mama tau suaminya selingkuh. Batin Luna.
" Permisi". Mila dan Luna langsung melihat ke arah suara.
" Atas nama nona Luna ada makanan untuk anda!" Mila langsung menerimanya.
" Cie, makanan penuh cinta sudah datang nona”. Ejek Mila sembari membawanya ke arah Luna.
Luna menerimanya lalu membukanya. ( Jangan makan sembarangan yang membuat kodisi mu memburuk). " Apa dia tidak bosen setiap mengirimkan makanan selalu bilang seperti itu. Mila mendengarnya.
” Bukannya itu sangat romantis nona?”.
Luna tidak menjawabnya langsung masuk ke ruangannya.
Di kantor...
Jepri masih memegangi ponselnya, menuggu pesan dari Luna.
Tidak lama ponselnya bunyi.
💌. Luna
( Sayang terimakasih, oiya sayang, saya boleh tidak ijin keluar nanti sore?).
Jepri langsung membalasnya.
💌 Jepri.
( Kemana?)
💌 Luna.
( Menemui Mama!)
Dia itu sangat keras kepala. Jepri tidak membalasnya.
Luna masih menuggu balasan dari Jepri.
Ko dia gak balas. Gumam Luna yang masih melihat ponselnya. Luna melihat jam di dindingnya.
Kurasa kalau aku pergi sekarang dia gak akan tau ini kan sangat penting. Luna segera meraih tasnya lalu ia keluar dari ruangannya.
" Mil, aku keluar sebentar, kamu jaga butik ya?".
" Baik nona, anda hati-hati" Luna segera keluar dengan taksi online.
Mama harus tau soal Zaki, kalau dia itu pria bajingan!. Gumam Luna.
Sampai dirumah orangtuanya....
Luna segera masuk, " Apa kabar nona?" Sapa satpam.
" Saya baik pak, apa mama ada di rumah?".
" Ada nona, silakan masuk". Luna segera masuk kerumah.
Luna merasa sedih ketika melihat poto keluarganya di ganti dengan poto pernikahan ibunya dan Zaki. Luna tidak melihat poto ayahnya dan dirinya.
" Wah, ada angin apa kamu kerumah Mama?”. Tiba-tiba Lala muncul dengan di dorong suster menggunakan kursi roda. Luna melihatnya.
" Mama sakit?".
" Tidak, mama hanya lelah habis bulan madu, kamu tau kan Zaki sangat liar makanya mama kelelahan”.
" Maksud mama apa?".
" Udah lah Lun, jangan pura-pura kamu pasti tau Zaki seperti apa!".
" Ma, aku keisni cuma ingin beri tahu mama kalau Zaki pria berengsek!. dia memiliki kekasih lagi ma, dan wanita itu bernama Tari”. Lala tidak bergeming ia masih terlihat santai mendengarnya.
" Jadi dia selingkuh dari mama?" Luna mengangguk, Luna menceritakan semuanya sama Lala sembari memegangi tangannya agar mamanya kuat.
" Sekarang mama harus apa Lun?”.
" Mama ceraikan dia, itu jalan satu-satunya, aku gak mau mama di permainkan sama pria berengsek seperti dia!!"..
" Hebat... Hebat... Aku salut sama kamu Lun, segitu inginnya kamu memiliki aku sampai-sampai fitnah aku seperti itu" Ujar Zaki sambil turun dari tangga.
Luna langsung melihat ke arahnya dengan tatapan tajam.
" Aku bilang apa sayang dia akan selalu merecoki hubungan kita ini". Ujar Zaki.
" Kamu benar sayang, untung kamu cepat-cepat kasih tau aku. Saya tau, kamu kesini cuma mau menjelekkan Zaki kan?, kamu pikir saya akan percaya, kamu berharap sekali rupanya kalau saya ceraikan dia lalu kamu mendekatinya lagi, itu kan rencana kamu Luna!!, mulai sekarang saya akan keluarkan kamu dari kartu keluarga saya, dan saya anggap kamu mati!!".
" Tapi Ma, aku gak bohong".
" Luna cukup, pergi!!, pergi!!" Lala mengusir Luna dari rumahnya.
" Sus, bawa nyonya ke kamarnya dia harus banyak istirahat” Printah Zaki. Susternya segera mendorong Lala ke kamarnya. Zaki melihat istrinya sudah tidak terlihat ia segera mendekati Luna.
Luna berniat untuk pergi namun tangannya di cekal Zaki.
" Maaf, aku terpaksa bersikap seperti ini, aku sayang kamu Luna, aku akan ninggalin mama kamu asal kamu balik lagi sama aku". Luna merasa Jijik tangannya di sentuh, Luna menepis tangan Zaki lalu keluar dari rumah ibunya.
Di kamar Lala merasa kesal dengan sikap Luna yang ingin memisahkannya dari Zaki. " Sus, antar saya ke balkon saya ingin lihat wanita itu!" .
" Baik Nyonya" Suster mendorong Lala pergi ke balkon disana Lala melihat Luna sedang jalan keluar gerbang, tiba-tiba ia melihat Zaki mengejarnya.
Lala Melihat jelas Zaki mengejar-ngejar Luna keluar.
__ADS_1
******
🙏🙏🙏🙏🙏 jika anda suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗