Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
49


__ADS_3

Jepri masuk ke kamarnya melihat istrinya termenung di dekat jendela ia hanya melewatinya saja.


Luna melirik sembari menghampirinya.


" Sayang apa anda mau ganti baju?". Jepri menatap istrinya wajah terlihat sedih.


Jepri mengangguk sambil pergi ke kamar mandi, Luna menuggunya di luar kamar mandi lalu menyerahkan piyamanya.


Jepri keluar dari ruang ganti.


" Tadi kamu ke kamar ibu, ngapain?". Luna menatap suaminya.


" Iya, tadi Jeje mengajak saya ke kamar ibu, beliau mau bicara" Luna tidak melanjutkan perkataannya.


" Lalu?".


Luna menarik napasnya, ia sendiri tidak mau bahas itu apa lagi kasih tau Jepri keinginan ibunya.


" Ibu mau anak sayang" Belum selesai Luna bicara Jepri memotongnya.


" Oh, kenapa gak kita buat saja". Dengan entengnya Jepri bilang seperti itu.


" Memangnya anda mau seorang anak sayang?. Jepri mengangguk.


" Anak dari saya?". Luna sebenarnya takut nanya seperti itu, takut jawaban Jepri tidak sesuai dengan keinginannya.


" Ya sama kamu, memangnya mau sama siapa lagi, istri saya kan hanya kamu" Mendengarnya Luna langsung menangis bahagia.


" Hiks,,,, hiks..." Jepri kaget melihat istrinya menangis bahkan tambah kencang.


" Kamu kenapa?" Jepri mendekati istrinya yang sedang berdiri ia sangat hawatir kepadanya


Luna masih belum berhenti menangis. Jepri menangkan Luna sembari memeluknya.


" Kamu kenapa?". Pelan-pelan Jepri bertanya.


" Saya pikir anda mau anak dari wanita lain bukan sama saya" Luna menjawabnya sambil menangis. Jepri senang mendengarnya.

__ADS_1


” Ibu meminta saya untuk menyuruh anda menikah lagi" Lagi-lagi Luna bicara sambil menangis sesenggukan


" Lalu kamu jawab apa?”. Jepri masih menikmati pelukannya.


" Saya bilang, ibu saja yang suruh anda, kalau saya gak mau!”.


" Kenapa kamu gak mau?". Sebenarnya Jepri udah tau ceritanya dari Lila , ia sengaja memancing Luna.


" Karena saya sayang sama anda" Luna menangis lagi, jawaban ini membuat Jepri tercengang sekaligus bahagia. Luna belum juga sadar sudah mengungkapkan perasaannya.


Diluar kamar. Jeje mendengar suara tangisan. Jeje amat senang mungkin saja Jepri akan menikah lagi. Jeje buru-buru pergi sebelum orang melihatnya.


Jepri menghapus air matanya, ia mengecup bibirnya, makin lama ciuman itu mulai panas, keduanya sama-sama merasakan kehangatan. Luna yang sedang bahagia begitu terbuai dengan sentuhan yang diberikan Jepri kepadanya.


Jepri yang bersemangat ingin memiliki anak mulai membuka pakaian istrinya dan juga dirinya, ia mengendong istrinya ke tampat tidur dan merebahkan tubuhnya.


Jepri dan Luna mempersatukan tubuhnya.


Keesokannya.....


Jeje dan Ziya sudah masak makanan kesukaan Jepri.


Luna mengelliat meregangkan tubuhnya ia baru sadar tidak ada pakaian sehelai pun di tubuhnya, segera menarik lagi selimut ke tubuh polosnya, Luna mengingat lagi kejadian semalam. Ia merasa senang mendengar Jepri ingin anak darinya.


Jepri menatap istrinya yang belum juga turun dari ranjangnya. Melihat punggung polos istrinya yang mulus Jepri menarik lagi istrinya ke pangkuannya.


Mereka melakukan ritual kembali sebelum mandi.


Di dibawah


Sem sudah datang pagi-pagi seperti biasa karena ada metteng pagi ini di luar kota. Melihat ada Ziya dan Jeje dirumah, Semi tidak banyak bicara.


" Tumben Jepri belum turun?”. Tanya Ziya sembari merapikan makanan dimeja


" Mungkin wanita itu menghalanginya bu" Jawab Jeje sambil membantu Ziya


" Kalian ini kenapa sih mereka kan suami istri, ngapain juga kita urusin mereka" Dengan santai Japran menjawabnya sambil duduk.

__ADS_1


" Sayang lebih baik kamu diam!" Jeje membentak suaminya. Ziya tidak senang mendengarnya.


Jeje makin kesal karena Jepri tidak turun². Jeje langsung ingin naik namun langkah kakinya terhenti melihat Jepri dan Luna sama-sama turun mereka berpegangan tangan.


Jeje tidak jadi naik ia turun lagi ke bawah dengan wajah judes. Ziya melihat Jepri terlihat bahagia di samping Luna, wajah itu ia tidak pernah liat lagi setelah Japran mengenalkan Jeje kepadanya.


" Halo bu" Jepri menyapa ibunya duluan. Ziya senang karena Jepri menyapanya.


" Pagi Nak" Jawab Ziya seraya duduk di kursi.


Mereka duduk di kursinya masing-masing.


" Adik ipar, apa Jepri begitu garang sampai leher adik ipar merah-merah seperti itu?" Ejek Japran.


Luna langsung memegangi lehernya ia sendiri tidak tau kalau di lehernya banyak tanda kepemilikan.


Luna menatap suaminya Jepri tidak bergeming ia duduk santai sembari menikmati susu hangat.


Jeje tidak sadar meremas roti ditangannya ia sangat marah melihat Jepri menyentuh Luna.


" Sayang kamu kenapa?" Jeje yang sadar segera melepaskan roti ditangannya. Ziya memperhatikan wajah Jeje yang amat kesal.


Jepri tidak peduli dengan Jeje ia hanya memperhatikan istrinya yang sedang malu-malu.


" Nak, ibu buatkan makanan ini untuk kamu, dulu kamu suka banget kan?". Jepri melihat makanannya ia hendak mengambilnya.


" Aku yang bantu ibu masak tadi" Saut Jeje senang. Mendengar Jeje yang membantu ibunya membuat makanan itu Jepri tidak jadi ambil.


" Sayang, aku ingin makan yang sedang kamu makan boleh?". Pinta Jepri sama Luna. Luna langsung terkejut ia melihat suaminya.


" Tapi ini bekas saya sayang?"


" Memangnya kenapa, bahkan aku sering mencium kamu kan"


Luna langsung diam menahan malunya. Japran tersenyum senang melihat adiknya bahagia.


Jeje lagi-lagi harus menahan rasa marahnya. Ia tidak kuat lagi segera berdiri dan pergi.

__ADS_1


" Sayang kamu mau kemana?" Jeje tidak menjawabnya. Japran dan Ziya saling memandang.


Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗


__ADS_2