
Suasana mulai panas Jeje terus menghindar ketika Zaki ingin menciumnya.
Zaki yang mulai panas ia sedikit kasar dan mencengkram tengkuk lehernya. Zaki langsung menciumnya dengan rakus bibirnya mulai menjamah ke setiap inci tubuhnya. Zaki makin bersemangat melihat kemolekan tubuh Jeje yang mulus putih bersih kaya susu.
Tubuh Jeje mulai panas, ia mulai membalas serangan yang di berikan Zaki kepadanya.
Hatinya menolak namun tubuhnya tidak, Jeje mulai terangsang dengan sentuhan yang diberikan Zaki kepadanya. Zaki tersenyum licik sambil melihat wajah Jeje yang sudah tidak kuat ingin mempersatukan tubuhnya.
Jeje mulai mengerang ia memeluk Zaki dengan erat, Zaki mempermainkan gerakannya, Jeje yang sudah kepanasan mulai menukar posisinya, ia sekarang di atas dan mengatur sesuai keinginannya. Zaki sangat menikmatinya sambil memainkan gunung kembarnya.
Jeje mulai mengeluarkan suara merdunya ia tidak merasakan sensasi seperti itu bersama suaminya. " Sayang kamu luar biasa, membuat saya jadi gila seperti ini" Mendengar Zaki bicara seperti itu Jeje mulai ingat dengan Jepri, ia ingin sekali memiliki Jepri seutuhnya, Jeje tambah semangat ia ingin membuat Zaki tergantung kepadanya.
Maaf nona, saya tidak akan melepaskan kamu begitu saja, kamu akan selamanya jadi budak **** ku. Zaki tersenyum jahat hatinya.
Sama-sama melakukan pelepasan keduanya langsung mengatur napasnya masing-masing. Jeje merasa lelah begitu juga dengan Zaki. Zaki bangun dan ingin melihat wajah Jeje yang kelelahan..Ia ingin menciumnya namun Jeje membalikkan wajahnya lagi.
Sialan!, wanita ini lagi-lagi so jual mahal. Zaki sedikit memaksa agar bisa mencium bibirnya.
__ADS_1
" Terimakasih sayang?". Jeje tidak menjawabnya, ia langsung bangun dan pergi ke kamar mandi. Zaki merasa bahagia dan senang.
Keluar dari kamar mandi Jeje melihat Zaki sedang tidur pulas ia mendekatinya sambil membangunkannya dengan tangan.
" Zaki, Zaki bangun!". Zaki membuka matanya.
" Hmmm" Jawabnya asal.
" Mana buktinya kalau papanya Luna masih hidup?". Zaki segera bangun lalu duduk memandangi wajah Jeje yang terlihat polos tanpa make-up.
" Cantik" pujinya. Jeje tidak suka mendengarnya.
" Tidak mudah sayang!, kamu harus janji dulu?". Jeje terkejut.
" Janji??".
" Iya!, kamu harus janji kalau aku butuh kehangatan kamu harus mau!". Jeje mengepalkan tangannya ia tau pria di depannya sedang bermain-main dengan nya.
__ADS_1
Sialan dia tidak tau aku siapa, oke kali ini kamu memang. Jeje bicara di hatinya.
" Oke, mana vidio nya?". Zaki mengirimkan vidio nya lewat aplikasi. Jeje segera melihatnya. Di vidio tersebut terlihat seorang pria paru baya dalam ruangan yang sempit sedang duduk.
" Apa kamu menyekapnya?”. Zaki hanya tersenyum tipis.
" Tidak!, bukan aku tapi istrinya sendiri!". Jeje mengerutkan keningnya.
" Istrinya?". Zaki mengangguk.
" Istrinya pak Yusuf sendiri yang menyekapnya, karena malam itu dia tau hubungan kami, dan pak Yusuf marah besar sampai dia mau menceraikan istrinya, bahkan Pak Yusuf tidak memberikan harta sedikit pun untuk nya. Jeje mulai mendengarkan cerita Zaki.
" Waktu itu Lala memberi tau aku kalau ayahnya Luna mengetahui semuanya, dan dia memintaku untuk mencarikan seseorang yang bisa bantu menculik pak Yusuf, dan aku membantunya, Lala membuat TKP seolah-olah mobilnya kecelakaan masuk jurang ketika pak Yusuf mau ke luar kota, dan rencananya berhasil.
Jeje kagum sama Zaki dan Lala, membuat dirinya makin ingin bergabung dengan mereka.
" Cerita kamu boleh juga, aku ingin sekali membuat Luna lenyap dari muka bumi ini!,". Zaki mencium bibirnya. Kali ini Jeje tidak menolaknya ia membalasnya, bahkan mereka melakukan hubungan intim kembali.. Persetan dengan pria ini, aku butuh dia agar rencana ku berhasil. Gumam Jeje.
__ADS_1
~
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗