
Sampai di rumah sakit, Mila langsung di bawa ke UGD. Luna langsung lemas dan tubuhnya gemetaran.
Sementara Jepri baru keluar dari ruangan metteng, Semi yang baru datang langsung menghampiri nya.
" Tuan, nona". Semi menceritakan semuanya sama Jepri..
" Gila!, hal seperti ini kamu baru ngomong Sem!!". Jepri langsung pergi. Semi mengikutinya dari belakang.
Sampai di rumah sakit Jepri secepatnya menemui istrinya. Jepri melihat Luna sedang duduk dan pandangan kosong. Jepri menghampirinya. Melihat Jepri datang Luna memeluknya.
" Sayang, Mila" Lirihnya sambil berdiri memeluk suaminya. Jepri membalas memeluknya.
”Saya tidak tau kenapa Mila tiba-tiba seperti itu, tidak lama habis makan cake, Mila langsung kesakitan". Jepri hanya bisa menenangkan Luna yang sesenggukan.
" Sayang Ingat kamu tidak boleh stres di sini ada anak kita!". Jepri mengingatkan kembali bahwa Luna sedang mengandung. Luna langsung mengangguk sambil mengusap perutnya.
" Maaf nona, tadi anda bilang habis makan kue Mila langsung kesakitan?". Tanya Semi.
" Ia, dia habis makan kue yang anda kirim ke saya" Jawab Luna. Jepri dan Semi melongo.
" Kue??" Jepri menatap ke arah Semi, Semi menggelengkan kepalanya.
" Saya tidak mengirim kue nona, saya hanya mengirim buah-buahan dan makan siang untuk anda!". Ujar Semi.
" Hubungi Lila cepat!". Kata Jepri. Semi langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Lila. Luna duduk lagi di kursi sambil melihat ke arah ruangan Mila.
>> Iya tuan.
>> Lila, apa benar kamu menerima kiriman kue dari saya?".
__ADS_1
>> Iya taun, kurir biasa yang mengirimkannya. Semi langsung diam sambil berpikir.
> Oke, kamu jangan makan kue itu!, saya akan ambil kue nya lagi
> Baik tuan.
Semi langsung pamit sama Jepri. Dokter yang menangani Mila keluar. Luna langsung berdiri.
" Dokter gimana teman saya?". Tanya Luna cemas.
" Nona mohon maaf, teman anda meninggal, sepertinya dia keracunan!". Luna menatap suaminya.
" Hiks, Hiks" Luna menangis sambil jalan ke arah ruangan Mila, kakinya gemetaran, Luna tidak sanggup melihat Mila terbujur kaku di atas ranjang.
" Mila". Panggilannya sambil mendekatinya. Luna menggoyangkan tubuhnya.
" Mil, bangun. Mila ini aku, aku mohon bangun". Luna berusaha untuk membangunnya. Jepri memegangi istrinya lalu memeluknya.
" Dia anak yatim-piatu yang, kasian dia!". Ujar Luna lirih. Jepri tidak bicara apa-apa dia membawa Luna keluar dari ruangan dan mengajaknya menjauh. Luna terus menerus menangis.
Ditempat lain..
Jeje senyum-senyum sendiri di dalam mobilnya.
" Aku udah tidak sabar melihat bendera kuning menggantung di depan rumahnya. Sampai di rumah Jepri. Jeje tidak melihat ada orang yang lalu lalang atau bendera kuning.
" Kenapa masih sepi, mana mungkin dia tidak kenapa-napa, obatnya aku kasih banyak tadi!". Jeje memantaunya dari Jauh. Tidak lama Semi keluar membawa kue nya.
" Loh, ko Semi keluar bawa kue itu, apa Luna udah mati!". Tidak lama Lila keluar dan masuk ke mobil Semi. Jeje masih menunggunya tidak jauh dari rumah Jepri. " Mau kemana mereka?". Jeje memakai masker lalu turun dari mobil, Jeje jalan ke arah rumah Jepri.
__ADS_1
Menekan tombol bel. Satpam baru keluar menghampirinya.
" Pak, nona Luna nya ada?".
" Nona Luna nya pergi nona mengantar temannya yang kejang-kejang kerumah sakit!".
" Teman?, kenapa temannya?". Tanya Jeje pura-pura.
" Temannya mengeluarkan busa setelah makan kue, jadi nona Luna membawanya ke rumah sakit". Jawab satpam.
" Sialan!, jadi bukan Luna yang makan kue itu" Gumam Jeje. Jeje langsung pergi setelah mendengar informasi dari satpamnya.
" Aneh?" . Ucap satpamnya.
Di mobil. " Sial!!, sial!!, sial!, lagi-lagi dia lolos dari maut!!" Jeje memukul setir mobilnya. Hatinya kesal..
" Kurir, dia harus pergi sebelum Jepri menemukan orang itu". Jeje mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi kurir tersebut.
>> Halo nona?.
>> Ada kerjaan untuk kamu".
>> Iya, pekerjaan apa nona?".
>>Kita ketemuan di cafe, lokasinya akan aku kasih tau lewat pesan.
>> Baik nona.
Jeje menutup teleponnya lalu ia pergi meninggalkan rumah Jepri.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏