
Jeje terus mengikuti taksi yang Jepri tumpangi. Ia tidak ingin kehilangan jejaknya.
" Apa ada wanita lain ji!". Ucapnya sambil pokus mengemudi.
Jepri memainkan ponselnya di dalam mobil sambil chat sama Semi.
Semi masih belum bisa masuk ke rumah Zaki. Ia hanya bisa memantaunya dari jauh. Semi menangkap seorang wanita tidak jauh dari rumah Zaki.
Ia mendekati wanita itu. Dia langsung kaget dan hendak pergi.
" Apa anda kerabat dari keluarga nona Luna?". Tanya Semi langsung.
Wanita itu ingin pergi.
" Ampun tuan, saya tidak bermaksud untuk bantu nyonya Lala, saya hanya ingin melihat kodisi nyonya saja". Dengan suara ketakutan wanita itu menjawabnya.
" Anda siapanya Nyonya Lala?". Wanita itu langsung melihat ke arah Semi.
" Saya Lani susternya nyonya Lala tuan!”.
" Anda ikut saya!".Lani langsung sujud dan memegangi kaki Semi.
" Ampun tuan saya mohon jangan bawa saya ke tuan Zaki saya mohon!". Semi makin curiga sama Lani. Lalu ia mengangkat tubuhnya.
" Saya bukan suruhannya pak Zaki". Kata Semi.
Lani langsung melihat ke arah Zaki.
" Saya adalah kerabat Pak Yusuf, apa anda mengenalnya?".
Jadi dia bukan orang suruhan pak Zaki. Gumam Lani.
" Tuan, saya tidak tau soal Pak Yusuf. yang saya tau beliau udah lama di sekap di besment. Lani menceritakan semuanya. Semi mendengarnya langsung panas.
" Apa kamu bisa bantu saya untuk menunjukan lokasinya?". Lani langsung mengangguk.
__ADS_1
" Kalau anda mau anda bisa masuk lewat belakang, disana tidak ada yang jaga. biasanya tuan Zaki tidak pernah turun ke bawah kalau malam hari".
" Kamu yakin?". Tanya Semi.
" Saya jamin tuan. Tuan saya mohon selamatkan nyonya Lala dia sudah baik sama saya". Semi mengangguk lalu menghampiri orang suruhannya. Mereka bicara panjang lebar.
Semi mengikuti Lani dari belakang ia masih menyimpan kunci cadangannya dulu.
Satpam yang biasa jaga di depan melihat Lani datang.
" Mau apa kamu ke sini, bukannya kamu udah di usir?". Tanya satpam ketus.
Orang suruhan Semi membekap satpam dari belakang, dia langsung pingsan. Lani langsung masuk di ikuti oleh Semi. Lani langsung menuju ke bawah, di sana Lani melihat Tari juga di rantai kakinya seperti orang tahanan.
Kasian sekali wanita itu, dia juga pasti korbannya si Zaki. Gumam Semi. Semi melihatnya juga namun ia hanya pokus sama tujuan utamanya.
Lani langsung mengambil kunci di patung ia segera membuka pintunya dan terlihat pak Yusuf sedang tidur dan Lala juga mereka langsung bangun ketika ada cahaya dari luar kamarnya.
Ruangan yang sangat kokoh dan kedap suara disana hanya ada lubang kecil untuk udara.
" Nyonya!" Lani langsung menuju ke arah Lala dan membantunya. Semi menatap pak Yusuf yang baru saja bangun.
Lala senang akhirnya ada yang membantunya lagi. Lala belum sadar kalau dirinya akan di bebaskan.
" Lani mereka siapa?". Tanya Lala sambil menunjuk ke arah Semi yang sedang membantu pak Yusuf.
" Mereka kerabat tuan Yusuf nyonya!". Lala langsung berpikir.
" Kalian siapa, mau apa?".Saut Pak Yusuf dengan suara kas bangun tidur.
" Saya Semi asisten suaminya nona Luna tuan, saya akan bawa anda ke nona!". Pak Yusuf mendengarnya langsung senang.
" Apa anak saya baik-baik saja?". Tanya Pak Yusuf.
" Nona baik tuan, dia sudah menunggu anda". Pak Yusuf menitihkan air matanya merasa bahagia. Mendengar Pak Yusuf mau keluar dari sana Lala langsung mendekati Semi.
__ADS_1
" Apa putri saya tau keadaan saya sekarang?". Tanya Lala sama Semi penuh harap.
" Tidak nyonya!". jawaban Semi membuat Lala jadi sedih.
" Pasti dia sakit hati sama saya, makanya dia tidak peduli sama ibunya". Kata Lala sedih. Semi tidak memperdulikan ucapan Lala ia pokus membantu Pak Yusuf.
" Suster, tolong bantu saya keluar dari sini?". Lala memohon sama Lani. Lani mengangguk lalu mendorong kursi rodanya keluar. Lala menatap pak Yusuf yang sedang di bantu Sama Semi.
Lala memegangi tangan Lani agar dia berhenti.
" Pa, jaga dirimu baik-baik. sekali lagi aku minta maaf". Ucap Lala lirih. Pak Yusuf tidak menjawabnya, dia pura-pura tidak mendengar. Tidak ada jawaban. Lala menganguk sama Lani agar segera mendorongnya.
Semi membuka rantai di kaki Pak Yusuf dengan kunci yang diberikan Lani. Pak Yusuf mulai jalan perlahan.
Semi mengunci pintunya lagi lalu ia buang kunci pintunya ke lubang saluran air. Pak Yusuf sudah di luar, dia melihat rumahnya sendiri batinnya sakit mengingat rumah itu banyak kenangan dirinya dan Lala dulu.
" Nak, saya tidak ingin anak saya melihat saya seperti ini, saya ingin mandi dan memakai pakaian yang layak". Pinta Pak Yusuf sambil melihat dirinya di kaca mobil
" Baik tuan!'. Semi membukakan pintu mobilnya. Pak Yusuf langsung masuk ke mobil. Pak Yusuf menurunkan kaca mobilnya sambil menghirup udara luar dan melihat keindahan kota.
Sedangkan Lala langsung di bawa sama Lani mengunakan taksi. Lala sedih karena dia tidak bisa seperti dulu lagi.
Pak Yusuf masih tidak percaya kalau dirinya sudah bebas dia merasa bahagia sekaligus sedih.
" Nak saya ingin tau soal suaminya anak saya, apa dia mencintai Luna?".
" Tuan muda sangat mencintai putri anda tuan" Semi menceritakan semuanya tentang Jepri sama Pak Yusuf. Pak Yusuf merasa senang mendengarnya.
Sepanjang perjalanan Pak Yusuf terus bertanya soal Jepri dan melihat poto Luna. Matanya berkaca-kaca sambil memegangi poto Luna di ponselnya Semi.
Melihat kesedihan pak Yusuf Semi ikutan sedih melihatnya.
Semi mengajak Pak Yusuf ke apartemen miliknya. Ia langsung menghubungi Jepri namun tidak ada jawaban.
Semi mengurungkan niatnya untuk menghubungi Jepri. Aku akan memberi tau tuan besok pagi. Batin Semi.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih🙏🙏
...******...