
Paginya...
Sebelum Luna pergi ia mengirimkan pesan sama Mila akan telat ke butik karena ada janji dengan Jepri.
Luna membaca pesan dari jepri lalu ia menuju ke lokasi dimana mereka janjian.
Jepri keluar dari rumahnya dan langsung ke garasi. Ia lupa jika mobilnya sudah di benarkan sama Semi. ” Astaga aku lupa mobilnya sudah benar!” Jepri memikirkan cara agar bisa ketemu dengan Luna.
” Tuan apa anda memanggilku!”.
" Kamu setir mobil ini lalu tabrakan ke mobilku!”
Satpam itu bingung mendengar permintaan tuanya yang aneh.
Jepri menurunkan kaca mobilnya.
" Apa kamu tidak dengar?” Satpam itu langsung buru-buru masuk ke mobilnya. Lalu menabrakkan mobilnya ke arah mobil didepannya itu.
Jepri mengeceknya lalu ia tersenyum senang. " Kamu bawa mobil itu ke bengkel langganan saya!"
Satpam itu hanya mengangguk lalu membukakan pintu gerbangnya.
" Tuan muda aneh!". Satpam itu hanya geleng-geleng kepala.
Jepri membawa mobil yang sudah ditabraknya tadi.
Di perjalanan menuju ke lokasi Luna mendapatkan pesan dari Mamanya.
Tanpa pikir panjang Luna melajukan mobilnya.
Sebelum ia ke rumah Mamanya Luna menghubungi Jepri, niatnya ingin membatalkan rencananya untuk bertemu.
"Ya halo!”
Luna diam sejenak. mana bisa aku batalin pria ini sudah baik kepadaku!.
” Halo.. Halo?”.
” Maaf apa anda sudah sampai?”. Luna tidak tega membatalkan rencananya.
” Belum, sebentar lagi saya sampai!”.
” Ya udah hati-hati sampai jumpa!”
Jepri langsung tersenyum tipis ” Aneh!". Jepri langsung menutup telponnya.
Sampai di bengkel...
Luna sampai lebih dulu. Sebenarnya Luna tidak bisa lama-lama karena ia ada janji dengan Mamanya.
Tidak lama Jepri datang. Luna cepat-cepat keluar menghampiri Jepri. Jepri segera keluar dari mobilnya.
Luna berniat langsung pamit pergi lagi setelah membayarnya, ketika melihat wajah Jepri Luna mengurungkan niatnya..
” Apa ada yang ingin di tanyakan?” Mendengar pertanyaan Jepri Luna malah bengong
__ADS_1
" Halo!”
Luna tersadar dari lamunannya.
” Maaf, saya malah bengong!” Jepri langsung masuk dan memberikan kuncinya sama mekanik agar mobilnya segera di benerin.
Luna berdiri di depan bengkel ia sedang melamun dan tatapannya kosong.
Ponselnya bunyi. Luna melihat pesan masuk langsung melotot. Luna cepet-cepet menghampiri Jepri.
” Pak, saya tidak bisa lama-lama disini ada hal yang penting dan saya harus pergi sekarang, nanti tagihannya bisa di kirimkan ke saya Pak”. Luna segera naik ke mobilnya. Jepri hanya melihat kepergiannya.
Sampai dirumah orangtuanya Luna melihat ada mobil mewah beberapa disana.
” Pak tumben di rumah banyak mobil" Luna bertanya sama satpam namun satpam engan menjawabnya.
Apa Papa udah pulang?, makanya mama cepat-cepat menyuruhku datang, Luna mempercepat langkahnya untuk masuk.
Tampa pikir panjang Luna segera masuk kedalam tidak mengetuk pintunya lebih dulu. Di benaknya ia membayangkan kalau papanya ada di dalam dan langsung memeluknya.
Ketika Luna masuk ia melihat pemandangan di depannya begitu kacau dan melihat Mamanya duduk di depan pria yang Luna tidak kenal.
” Ada apa ini mah?” Luna melangkahkan kakinya menghampiri mamanya yang sedang nangis tiba-tiba 3 pria langsung menghalangi pintunya.
Luna melihat ke arah belakang. Mamanya segera menghapus air mata palsunya dan tersenyum licik. Zaki langsung muncul dari arah samping.
” Dia putriku dan dia masih Virgin aku akan melelangnya 2 M!" Luna melotot mendengarnya. ” Mama!!” Luna shock mendengar perkataan mamanya.
” Aku pikir Mama menyuruhku kesini untuk memperbaiki hubungan kita, ternyata Cieh!!" Luna benci banget sama mamanya.
” Cantik banget anaknya coba dari dulu aku tau, akan aku jadikan dia istri!”. celetuk seorang pria yang akan menawarnya.
” Aku tidak mau Zak.. lepaskan aku!". Luna memohon. Zaki sebenarnya tidak tega tapi ia tidak ada uang untuk membayar hutangnya. ” Zak aku mohon!” Luna sekali lagi memohon air matanya terus mengalir. Mata mereka bertemu.
Lala memegangi tangan Zaki ” Sayang!” Zaki mengalihkan pandangannya. Lalu Zaki menjauhi Luna.
” 4M!" Pria pertama menawarnya. Mama Lala dan Zaki terkejut ada yang menawarnya 4 M. " 5M!” Penawaran Pria kedua. Luna hanya bisa membekuk mendengar penawaran pria ² di depannya.
” Aku tidak mau!!" Luna berteriak. Mama Lala tidak memperdulikannya. Tidak ada penawaran lagi, Luna tidak menyangka dirumahnya sendiri ia di jual oleh ibunya.
” 7 M!” Lala dan Zaki langsung melihat ke arah pria yang memberi penawaran tinggi!. Mata Lala berbinar mendengar 7 M. "Luna memang membawa keberuntungan buatku!” Zaki senang uangnya ada sisa lebih dari hutangnya.
" Penawaran terahir 7 M, apa ada yang berani nawar lebih dari itu?". Tidak ada suara lagi. Lala sangat senang.
” Anak muda kamu pemenangnya, Kamu boleh bawa dia, terserah mau di jadikan dia apa karena aku tidak peduli sama dia! ” Hati Luna hancur mendengar mamanya bicara seperti itu, ia masih menundukkan kepalanya.
” Apa salah aku mah, kenapa Mama lakukan ini!”. Luna melihat mamanya sekaligus terkejut melihat Pria di sampingnya.
Luna berniat ingin bicara namun Jepri memberi tanda agar Luna tidak bicara lagi.
Lala tidak sadar kalau Jepri bukan bagian dari teman judinya.
" Ini cek, anda bisa mencairkannya di Bank swasta. Jepri memberikan selembar cek kepada Lala. " Sebelum anda mencairkannya anda harus tandatangani surat pernyataan dari saya jika anda tidak ada hak lagi atas putri anda!”.
" Oke saya setuju, itu tidak masalah, lagi pula dia bukan anakku lagi!”. Jepri menatap Luna dengan tatapan kasian.
__ADS_1
Luna menundukkan kepalanya lagi. " Ayo kita pergi!”. Jepri mengajaknya keluar. Luna masih bertanya-tanya kenapa Jepri tiba-tiba ada di rumahnya dan dia rela mengeluarkan uang sebanyak itu demi dirinya.
” Jika anda mempunyai uang sebanyak itu kenapa anda minta saya untuk bayarin servis mobilnya?".
” Berikan kunci mobilmu!” Luna terdiam. " Saya tadi tanya pak kenapa tidak di jawab?".
Jepri mengulurkan tangannya meminta kunci. Dengan berat hati Luna memberikannya.
Mereka lalu masuk ke mobil. Jepri segera melajukan mobilnya.
” Pasti kamu ingin tau gimana saya bisa ada di sana tadi!" Luna melihat ke arah jepri.
Ko dia bisa tau isi pikiran ku.
” Tadi saya diam-diam ikuti kamu dan mendengar semua yang mama kamu katakan di dalam!”
" Dia bukan Mamaku lagi!”. Jepri melihatnya.
” Mama macam apa dia yang tega merebut tunangan anaknya dan menjual anaknya sendiri demi suami sirihnya!!".
Jepri mengeluarkan beda kecil dari kantong sakunya.
" Ini!” Jepri memberikan cermin kecil. " Apa ini?” Luna bingung kenapa Jepri tiba-tiba ngasih cermin.
" Memangnya kamu gak tau beda itu apa?".
" Saya tau Pak ini cermin lalu untuk apa bapak berikan ini kepada saya!”.
” Saya sengaja memberikan itu padamu agar kamu sering liat dirimu sendiri di cermin, kapan terakhir kamu terseyum apa kamu ingat?, jika papamu lihat apa beliau akan senang, tentunya dia akan sedih.
Luna terdiam sembari memandangi wajah Jepri di sampingnya.
” Saya tau kamu sudah mengalami hari² buruk tapi sekarang sudah selesai, biarkan semuanya pergi dan kamu harus bahagia melihat masa depan, kamu tidak boleh menyerah kebahagiaanmu hanya milikmu dan hanya kamu yang bisa melakukannya.
Luna tertegun mendengarnya.
” Terimakasih kamu sudah menolongku dan juga membuka mataku Pak” Jepri tidak menjawabnya hanya pokus mengemudi.
” Ini semua tidak gartis nona!"
” Maksudnya?”. Luna terlonjak kaget.
" Kamu harus ganti uang itu.
" Tapi aku tidak punya uang sebanyak itu!".
” Kamu bisa ganti dengan yang lainnya?".
" Apa maksud anda pak, bapak pikir saya ini..!” Jepri langsung memotongnya
” Maksud saya kamu bisa bekerja sebagai sekretaris di kantor saya!”
Luna bernapas lega mendengarnya.
" Tapi!" Luna degdegan apa lagi yang jepri mau darinya.
__ADS_1
...~~~...
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗