Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
32


__ADS_3

Jepri memperhatikan wajah Luna. ” Mulai besok kamu boleh ke butik” Luna langsung menoleh. " Terima kasih sayang”.


" Hanya itu?”. Luna bengong. Memangnya harus apa?. Batinnya.


” Ya udah saya tarik lagi kata-kata saya!”. Luna langsung ingat dan langsung menciumnya. " Much" Semi yang lagi nyetir hanya diam tersenyum di dalam hati.


Jepri langsung senang. " Sebenarnya bukan itu maksud saya, tapi ya udahlah kamu yang mau kan bukan aku yah!". Luna mendengarnya langsung kesal, jelas-jelas dia tau kalau Jepri maunya di cium.


Tuan memang pintar, dan nona terlalu polos. Batin Semi.


Sampai dirumah Luna langsung ke kamar sedangkan Jepri dan Semi ke ruangan kerjanya.


" Sem, apa kamu yakin dia tidak akan menggangunya lagi?".


" Saya sudah ancam dia tuan, dan saya yakin dia tidak akan pernah berani lagi ganggu nona".


" Baiklah, kamu boleh pergi". Semi mengangguk lalu segera pergi.


Di kamar, Luna sudah mandi dan dia lagi mengeringkan rambutnya di depan cermin.


Jepri melihat ke arahnya. ” Kenapa tidak menungguku sih?”. Luna terdiam sejenak. Menunggu?, menunggu apa maksudnya.


" Malah bengong lagi" Luna makin bingung.


" Apa anda butuh sesuatu sayang?”. Jepri mulai mendekatinya sembari melangkahkan kakinya ke hadapannya.


" Bisa tidak nanya nya yang lain?”.


Luna sangat gugup karena jarak mereka sangat dekat. jepri sengaja mendekatkan wajahnya. Luna menundukkan pandangannya ke bawah. Jepri mengangkatnya dengan tangannya.


Matanya sangat indah dan. Jepri melihat ke arah bibirnya. Luna menelan ludahnya sendiri karena merasa gugup di lihatin terus. ” Tak!” Luna segera memegangi keningnya.


Sakit. lagi² dia melakukannya. Batin Luna.


” Kalau orang nanya tuh di jawab, bukannya nanya balik!”.


” Maaf sayang, saya tidak tau maksud anda apa makanya saya nanya!”. Jepri ingin tertawa mendengarnya. Dasar bodoh, soal beginian aja dia tidak ngerti!.


" Maksud saya, kenapa kamu tidak menunggu saya mandi?”. Luna langsung melotot mendengarnya. Apa dia sudah tidak waras mandi pun harus menunggunya..


Luna baru mau menjawabnya keburu Jepri pergi ke kamar mandi.


Gimana ini kalau dia marah yang ada nanti aku ikut dia ke kantor besok. Luna memikirkan gimana caranya meminta maaf. Tidak lama Jepri keluar, Luna segera menghampirinya.


" Sayang biar saya bantu keringkan rambutnya”. Luna langsung mengambil handuk kecil, dia meraih tangan Jepri lalu mengajaknya ke depan cermin. Jepri diam saja mengikuti yang Luna suruh.


Luna mulai memijat kepalanya.


Jepri sangat menyukai pijitannya. ” Lumayan” . Luna senang mendengarnya setidaknya Jepri tidak marah. Setelah mengeringkan rambutnya Jepri langsung pindah ke tempat tidur, ia menekan telepon yang terletak di samping tempat tidurnya.


" Ya tuan?".


" Bawakan makan malam ke kamar!".


" Baik tuan".


Jepri menutup teleponnya langsung. Luna baru mau nyalain tv.


" Suruh siapa kamu nonton, sini saya ingin di pijit lagi seperti tadi”. Luna membuang napas kasarnya sembari jalan ke arah Jepri. Baru aku mau nonton film, eh malah di suruh. gumam Luna.


Jepri tersenyum jahat di balik bantalnya. Luna mulai memijat kepalanya.

__ADS_1


" Turun ke bawah!" Perintah nya lagi. Luna memijat tangannya, Jepri masih senyum-senyum sendiri. " Turun lagi. Luna menghela nafasnya, sembari memijat kakinya.


" Naik sedikit!". Luna terdiam. Naik ke mana maksudnya?. Luna malah bengong. Jepri meletakkan tangannya di bagian pahanya. Apa dia sudah gila!. Batin Luna.


" Gak mau nih?”. Luna langsung memijatnya.


Jepri lagi-lagi tersenyum jahat.


" Tok....tok. Suara pintu di ketuk. Luna segera berdiri lalu membukanya.


" Selamat malam Non?”


" Malam juga Lila!”. Luna mengambil nampannya.


" Terimakasih Lila?".


" Sama-sama nona, saya permisi!”.


Luna segera mendekati suaminya. " Sayang, makanannya udah ada". Tidak ada Jawaban dari suaminya. Luna melihat ke arah wajahnya. Rupanya dia tidur. Luna duduk di sofa lalu menyalakan tv.


2jam kemudian Jepri membuka matanya dan melihat istrinya sedang nonton film.


Rupanya aku ketiduran, lihat dia, masih bisa tertawa padahal tadi saya kerjain dia. Jepri segera duduk.


" Sayang makanannya udah dingin apa mau saya panaskan lagi?". Jepri melihat wajahnya. Dia ini kenapa tidak terlihat kesal malah terlihat senang. Jepri menggelengkan kepalanya.


" Tidak perlu ayo makan" Jepri langsung duduk di sofa dan mengambil makanannya. Luna pun memakannya sangat lahap.


" Hubungan mu dengan Zaki berapa lama?". Tiba-tiba Jepri mulai bertanya.


" 5 tahun".


" Tidak ada, hanya Zaki".


Kenapa dia tiba-tiba nanya seperti itu?, aku yakin mantan dia jauh lebih banyak dariku. Batin Luna sembari mengunyah makanannya!. Jepri tidak bertanya lagi. Selesai makan jepri balik lagi ke tempat tidur. sedangkan Luna ingin melanjutkan nonton film.


" Suruh siapa kamu nonton?”. Luna tidak jadi menyalakan tv nya , ia langsung ketempat tidur.


" Mana?".


Luna langsung paham yang di maksud Jepri ia langsung menciumnya.


" Selamat tidur sayang".


" Hmmmm"


Luna langsung baring dan tidur menghadap Jepri.


" Kamu mulai pintar ya sekarang?" Luna tersenyum namun hatinya kesal. Jepri pun langsung ikut tidur.


...*******...


Keesokannya...


Seperti biasa Luna bangun lebih dulu, Luna lagi-lagi harus memindahkan tangannya agar ia bisa bangun. Namun kali ini Jepri makin memeluknya dengan erat.


Duh gimana ini, awalnya Luna merasa tubuhnya panas, lambat laun ia mulai nyaman dan merasa terlindungi. Tidak lama Jepri membuka matanya. Luna langsung terkejut dan langsung menciumnya.


" Selamat pagi sayang?".


Luna cepat-cepat bangun dan langsung lari ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi Luna memegangi dadanya yang berdegup kencang. Aku kenapa?. Batinnya. Jepri hanya senyum-senyum sendiri melihatnya ia langsung menyusul istrinya.

__ADS_1


Tok...tok.. " Jika dalam hitungan dua kamu tidak membuka pintunya maka saya akan!".


Belum selesai Jepri bicara Luna segera membuka pintunya.


" Nah gituh donk".


Jepri lalu masuk dan membuka pakaiannya di depan Luna seperti biasa. Luna yang sudah paham ia segera masuk ke batup. menenggelamkan wajahnya yang merah merona ke dalam batup.


Jepri yang terkejut segera masuk dan mengangkat wajahnya di dalam batup


” Kamu gak apa-apa?”. Luna yang terkejut malah bengong posisi mereka sangat dekat bahkan tubuh polosnya bersentuhan. Wajahnya langsung tambah merah. Jepri yang belum sadar kalau adik kecilnya mulai bangun, ia tetap pokus melihat sama bagian tubuh Luna yang yang kembar itu. Luna yang makin malu jantung nya terus berdegup.


" Sayang, saya baik² saja!”. Dengan suara gugup Luna segera menjawabnya. Jepri langsung sadar dengan adik kecilnya. Ia segera berdiri dan langsung memunggungi Luna. Jepri menyambar handuknya lalu ia bergegas keluar.


" Kamu lanjutkan mandinya saya lupa tadi belum minum!". Luna bernapas lega mendengarnya. Di luar Jepri merasa kesal ia harus menahan hasratnya lagi.


Luna cepat-cepat mandi dan keluar tidak melihat suaminya di kamar. Di mana dia?. " Klik" suara pintu kebuka. Jepri masuk dengan keadaan rambut basah dan tubuhnya di balut dengan handuk.


" Sayang anda sudah mandi?".


” Hmmm!".


Jawabannya simpel. Luna tidak bertanya lagi melihat wajah suaminya datar tanpa expresi. Apa dia marah?, kenapa wajahnya terlihat kesal. Batin Luna melihat suaminya dari cermin.


Jepri mengingat lagi kejadian tadi ia ingin sekali menyentuhnya namun tidak ada keberanian untuk melakukan itu.


" Sayang biar saya bantu" Luna segera membantunya, Jepri langsung tersenyum tipis. Luna melihatnya juga, mata mereka bertemu. Luna langsung menciumnya tapi kali ini Jepri tidak melepaskannya. Ia menarik tekuk lehernya dan membalas menciumnya.


Mata Luna terbuka lebar. Jepri sangat bersemangat namun melakukannya dengan lembut dan membuat Luna menikmatinya. Keduanya sama-sama merasakan tubuhnya mulai panas dan langsung melepaskan ciumannya.


Wajah Luna langsung merah sedangkan Jepri buru-buru ke ruang ganti untuk menenangkan adik kecilnya. Luna melihat dirinya di cermin sembari tersenyum. Tidak lama Jepri keluar dari ruang ganti.


Mereka turun sama-sama ke bawah, tidak ada obrolan sama sekali. Keduanya sama-sama diam.


Semi memperhatikan keduanya. Ada apa dengan mereka?, terlihat malu-malu sepertinya. Batin Semi.


Di mobil Jepri asik dengan ponselnya sedangkan Luna melihat ke arah luar.


Pintunya kebuka. Luna melihat ke arah Jepri. " Much" Sebelum keluar dari mobil, Luna mencium bibirnya dan tangannya.


" Semoga hari anda menyenangkan sayang, saya pergi dulu" Luna langsung keluar. Jepri tersenyum senang melihat Luna tidak malu-malu lagi.


Sampai di kantor Jepri langsung masuk keruangan kerjanya. Jepri melihat maps coklat di atas mejanya. Ia membukanya lalu matanya terbuka lebar. Jepri melihat tulisan di balik foto yang ada di dalam maps coklat tadi. " Prang!!" Semua barang di atas meja di jatuhkan olehnya.


Semi yang terkejut segera menghampirinya. " Tuan ada apa?”. Semi mengambil foto-foto yang yang berserakan di bawah lantai, Semi melihat tulisan di balik fotonya.


( Kami dulu sering menghabiskan waktu bersama dan kami saling mencintai, bahkan kami sering melakukan kamu pasti tau kan maksudku?). Semi langsung tau foto itu di kirim oleh siapa.


" Tuan anda tenang dulu siapa tau dia hanya ingin membuat anda cemburu”. Jepri masih emosi ia duduk di kursinya sambil membuang napas kasarnya.


” Saya yakin nona tidak mungkin melakukan itu, anda pasti tau dan merasakannya?". Jepri langsung melihat ke arah Semi.


" Saya belum menyentuhnya Sem!”. Semi langsung diam. Apa!. Semi kaget mendengarnya. Aku harus melakukan sesuatu. Gumam Semi.


" Tuan anda suaminya, ada berhak atas nona, dengan itu anda tau nona yang benar atau dia!. Semi sengaja bicara seperti itu agar Jepri memberikan nafkah batinnya kepada Luna.


Omongan Sem ada benarnya juga, aku harus membuktikannya. Batin Jepri.


******


Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2