
Luna langsung bangun dan melihat dirinya tertidur di samping Pria yang di tabrak nya tadi. ” Kenapa aku ada di sini!!, anda mau culik saya!!". Belum di jawab. Luna berusaha mengalihkan stir nya agar mobilnya berhenti.
" Anda sudah gila nona!!," Pria itu segera menepikan mobilnya kepinggir.
Luna merasa takut sebenarnya, tadi hampir saja mobilnya masuk ke jurang seperti papanya. Napasnya memburu Luna memegangi dadanya.
" Tadi kamu pingsan dan saya berniat membawa kamu ke rumah sakit!!, eh malah nuduh saya!" Pria itu bicara berapi-api.
Luna langsung menangis. " Hiks.... Hiks...." Pria itu langsung reda amarahnya melihat Luna menangis sesenggukan.
Pria itu menarik napasnya. ” Udah jangan nangis lagi cengeng!". Luna mendengarnya langsung berhenti menangis.
Pria itu berpikir Luna nangis karena dia marah-marah padahal bukan, luna nangis karena ingat lagi dengan papanya.
Luna mengambil ponselnya lalu menghubungi Mamanya.
” Halo sayang!". Luna terkejut yang angkat teleponnya bukan Mamanya tapi Zaki.
” Di mana Mama??”.
” Mamamu sedang tertidur pulas di atas ranjang.. Kamu tau yang, Mamamu sangat liar kalau di ranjang”
” Aku tidak mau dengar soal itu, bangunkan Mama sekarang juga karena ada hal yang penting!”
” Apa kamu menerima syarat yang aku ajukan tadi sayang?”.
" Zaki ini serius, aku ingin bicara sama Mama??"
" Slow sayang jangan marah-marah seperti itu, nanti wajah cantikmu terlihat tua!”
Luna menahan napasnya yang memburu. Pria di sampingnya hanya menyimak dengan percakapan Luna di telepon.
Sayang.. bangun Luna memintaku untuk membangunkan kamu katanya ada hal penting.
Luna mendengarkan Zaki sedang membangunkan Mamanya.
” Ada apa sih!”
” Mama sangat keterlaluan disaat papa kecelakaan Mama malah senang² dengan pria terkutuk itu!!”
” Dasar anak durhaka jaga ucapan mu itu!!, Zaki itu cintanya Mama jadi kamu harus hormati dia kamu paham!!”
” Papa kecelakaan mah, dia tidak ditemukan hanya mobilnya saja yang di angkat tadi!” Luna menangis lagi.
” Ya udahlah ngapain juga kamu nangis, itu udah takdirnya papa!”
” Apa Mama tidak peduli sama Papa??”.
” Luna Mama bukannya tidak peduli, Mama harus apa jika Papa udah meninggal!".
” Mah, papa belum meninggal hanya hilang!!”
" Terserah kamu deh Lun, Mama capek ngomong sama anak keras seperti kamu!. Teleponnya terputus.
”Arggggggggggggg. Luna teriak sekeras-kerasnya.
” Mama jahat!!, Mama jahat!!, Aku benci sama Mama!!. Pria di sampingnya menutup kupingnya karena suara Luna begitu keras.
Malang benar nasib wanita ini. Pria di sampingnya merasa iba melihat Luna menangis.
ponsel Luna berdering lagi. Luna menghapus air matanya terlebih dahulu.
” Iya Halo”
” Dengan Nona Luna, apa anda bisa ke kantor polisi sekarang?”.
" Iya pak, saya akan segera ke sana".
__ADS_1
Luna menutup teleponnya ia baru sadar jika ada seorang pria di sampingnya.
” Maaf, tadi saya sudah mengunduh mu!” Pria itu hanya diam.
” Apa kamu bisa antar aku ke kantor polisi?” Pria itu hanya mengangguk lalu melajukan mobilnya.
Di tengah-tengah jalan. ” Saya Luna!” Luna menyebutkan namanya.
” Jepri!" Pria itu menyebutkan namanya juga.
" Maaf tadi aku..”.
” Bukannya tadi kamu udah minta maaf, lalu kenapa harus minta maaf lagi!”. Luna langsung diam mendengarnya.
Kantor polisi.
" Aku antar kesana nona!" Jepri menawarkan dirinya untuk menemani Luna.
" Kamu bisa panggil aku Luna!". Jepri hanya mengangguk.
Luna menghampiri polisi.
" Pak saya Luna anaknya Pak Yusuf Zaidi!” Polisi itu lalu berkata.
" Silahkan duduk!" Luna ditemani Jepri duduk berhadapan dengan polisi.
" Apa papa anda mempunyai musuh?” Luna mendengarnya terkejut.
" Musuh!, maksud bapak?”.
" Kami udah menyelidiki kasus ini, ini kasus pembunuhan, karena di TKP kami menemukan ke janggalan, remnya tidak di injak dan setirnya juga posisi lurus, lalu ponselnya diletakkan begitu saja di pinggir jalan!.
Luna langsung bercucuran air mata mendengarnya.
” Papa pria baik pak, gak mungkin ada orang yang tega melakukannya!. Luna tidak percaya jika Papanya di bunuh..
Selesai dari kantor polisi Luna berniat tidak satu mobil dengan Jepri.
" Tuan, saya akan bawa mobil saya sendiri, terimakasih sudah bantu saya” Luna terlihat lusuh dan lemas.
" Saya akan antar anda nona, soal mobil.. saya akan menyuruh seseorang untuk mengantarkannya nanti!. Luna hendak menolak, Jepri segera naik ke mobilnya. Luna akhirnya ikut naik ke mobil Jepri.
Luna masih menangis sedih papanya telah tiada. " Aku yakin papa masih hidup!" Luna bicara sendiri tatapannya kosong melihat ke depan.
Lambat laun matanya merasa berat Luna sudah tidak kuat lagi ia pun tertidur pulas. Jepri menarik kepalanya agar bersandar di bahunya.
” Sayang kamu akan menikahi ku kan?” Lala menyenderkan kepalanya di bahu Zaki setelah melakukan cocok tanam.
” Tentu Cinta!” Lala seneng akhirnya tidak ada lagi yang dia takuti karena suaminya sudah meninggal.
Zaki mengelus pucuk kepalanya sembari menciumnya.
Lala merasa muda kembali setelah berhubungan dengan Zaki, ia merasa menemukan cinta lagi yang selama ini ia dambakan.
” Apa kamu masih mencintai Luna?” Mendengar pertanyaan dari Lala. Zaki hanya tersenyum licik. ” Tentu tidak sayang, pertama aku melihatmu aku langsung jatuh cinta kepadamu, kamu bukan hanya mengairahkan tapi kamu membuat aku mabuk!”. Zaki menciumnya lagi, kali ini ciumannya begitu panas membuat keduanya mabuk kepayang.
Paginya.....
__ADS_1
Luna membuka matanya melihat ada di atas tempat tidur yang berbeda Ia sangat terkejut dan langsung bangun. ” Dimana aku!” Luna membuka pintu kamarnya.
" Selamat pagi Nona" Seorang pelayanan menyapanya.
” Kamu siapa?” Luna tidak mengenalnya.
" Saya Lila Nona asisten dirumah ini!".
" Kenapa saya ada di sini?”. Luna sangat bingung.
" Saya yang bawa kamu kesini"
Luna melihat ke arah suara. ” Kamu!" Jepri menghampiri Luna.
Pelayanan itu segera pergi meninggalkan mereka berdua.
" Kamu tertidur pulas di mobilku, dan aku tidak tau alamat rumahmu!l, jadi aku bawa kamu kesini, ayo sarapan!" Jepri langsung turun ke bawah tampak menuggu jawaban dari luna.
Luna bernapas lega karena itu rumah Jepri pria yang sudah membantunya kemarin.
Sebelum turun luna mencuci wajahnya lalu gosok gigi, setelah itu dia turun ke bawah.
Luna melihat rumahnya sangat besar dan hanya jepri sendiri yang sedang duduk di meja makannya.
Luna duduk tidak jauh dari Jepri. " Dimana yang lainnya?" Luna mulai bertanya.
Jepri tidak menjawabnya hanya pokus sarapan. Lila melayani luna seperti ia melayani Jepri.
Seorang pria datang, " Tuan, mobilnya sudah siap!" Jepri mengangguk. " Sem antar kan gadis ini kerumahnya lalu susul saya ke kantor!" Semi hanya mengangguk. " Baik tuan!".
Jepri sudah selesai sarapan hendak berdiri dan pergi. " Tunggu pak Jepri!" Luna segera berdiri " Terimakasih sudah menolongku!" Jepri hanya mengangguk lalu segera pergi.
Luna langsung pergi di atar Semi ke rumah utamanya. Di jalan Luna ingat lagi sama papanya. ” Nona sudah sampai dan ini kunci mobilnya, saya pamit" Semi segera keluar dari mobilnya lalu pergi mengunakan Taksi. Luna tidak sempat berterimakasih kepadanya. orang itu sangat dingin.
Luna menekan klakson tidak ada yang membukakan gerbangnya.
" Pada kemana sih orang!" Luna turun hendak menekan bel matanya melotot melihat siapa yang sedang menghampirinya.
" Zaki!” Luna terkejut pria itu ada di rumahnya sepagi itu. Sedang apa dia di rumah ku. Luna terlihat kesal. " Pagi sayang?" Zaki hendak menciumnya, sekali lagi Luna menamparnya. " Prak!" Tamparan kali ini membuat Zaki marah.
" Dasar perempuan...” Zaki hendak menampar balik.
” Luna!!" Tiba-tiba Mamanya datang. Zaki mengurungkan niatnya untuk membalasnya.
”Prak!!, tamparan keras di pipi Luna. Luna terkejut Mamanya sendiri sudah menamparnya.
" Mama!" Dengan suara lirih Luna memanggil mamanya.
" Dasar anak tidak tau diri!!, Mama sudah bilang jangan menampar Zaki, apa kamu lupa hah!!”.
Luna sesenggukan menangis, Mamanya terus memakinya dengan kata-kata kotor.
Di satu sisi Zaki sangat senang melihatnya.
” Cukup Mah!!, Mama sangat keterlaluan!!. Disaat papa gak ada Mama malah senang² dengan pria terkutuk seperti dia!" Unjuk Luna sama Zaki.
Sekali lagi mama Lala menamparnya. Kali ini Mama Lala benar-benar Marah. ” Dasar anak durhaka, mulai hari ini kamu bukan anak saya lagi, dan aku bukan Mama kamu lagi!, pergi kamu dari rumah ini!!" Mama Lala sampai menujuk Luna dengan telunjuk tangannya.
Luna sakit hati diperlakukan seperti itu oleh Mamanya sendiri. Luna hendak pergi meninggalkan mereka.
” Ingat aku udah anggap kamu mati, dan jangan pernah kamu tunjukan lagi wajahmu itu di hadapan ku!!" teriak Lala. Luna pergi sembari memegangi pipinya yang sakit.
Zaki melambaikan tangannya sembari tersenyum licik. Luna melihatnya.
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗