
Jepri keruangan kerjanya, sedangkan Luna membantu Lila merapikan mejanya.
"Luna, Ibu mau bicara sama kamu?". Ucap Jeje.
Luna mengangguk lalu mengikuti Jeje ke kamar Ziya.
Disana ada Ziya sudah menuggunya. Ziya dan Jeje saling memandang, Jeje mengeluarkan tas hitam lalu membawanya ke arah Ziya. Ziya menaruhnya di atas meja sofa. Luna duduk di hadapan Ziya.
Tas hitam itu di buka Ziya, Luna terkejut melihat isi tasnya..
Ziya dan Jeje melihat ekspresi Luna sudah bisa menebaknya. " Kamu suka ini kan?". Tanya Jeje sembari tersenyum jahat.
" Saya kesini karena ibu ingin bicara bukan karena itu!” Jawab Luna tegas.
” Lun, saya tidak ingin basa basi lagi soal ini, karena saya ingin kamu membujuk Jepri untuk menikah lagi, dan ini uang sebagai bayarannya untuk kamu agar Jepri mau menikah lagi.!". Luna melongo mendengarnya. Dua kali ia diperlakukan seperti itu sama orang tuanya. dulu Zaki yang harus Luna lepaskan demi ibunya, sekarang mertuanya minta ia untuk menyuruh suaminya menikah lagi.
" Kamu dengar sendiri kan tadi Jepri tidak akan menceraikan kamu, maka dari itu kamu harus bujuk Jepri untuk menikah lagi. Luna tambah sedih mendengarnya.
" Kenapa saya harus melakukan itu bu?". Jawabnya lirih.
" Karena saya ingin punya cucu dari Jepri tapi ibunya itu bukan kamu. karena saya takut cucu saya mempunyai sifat seperti kamu! bukan jepri.
Luna langsung sakit hatinya mendengar Ziya berkata seperti itu.
" Ibu bicara aja langsung sama Jepri, saya tidak akan pernah menyuruhnya untuk menikah lagi!" Luna langsung berdiri dan melangkahkan kakinya keluar.
__ADS_1
Ziya melihat Luna kaya mau nangis, hatinya mulai goyah.
" Luna tunggu!, ibu sedang bicara sama kamu!" Kata Jeje. Luna tidak mendengarnya ia tetap keluar dari kamar. Luna merasa hidupnya hampa setelah mendengar keinginan ibu mertuanya.
" Bu kayanya uang ini kurang deh?". Tanya Jeje sama Ziya.
" Apa ibu sudah keterlaluan tadi Je?". Ziya terlihat menyesal. Jeje mendekati ibunya.
" Tidak ko bu, Ibu sudah benar, saya yakin dia hanya pura-pura sedih tadi". Jeje meyakinkan Ziya.
Luna masuk ke kamarnya, ia mencari sesuatu di lacinya, Luna menatap pil di tangannya. Aku tidak akan meminumnya lagi. Gumamnya sembari membuang obatnya di tong sampah.
Jepri sedang asik kerja pintunya di ketuk.
" Masuk”.
" Tuan muda, tadi nona Luna di ajak nona Jeje ke kamar nyonya". Lila menceritakan semuanya yang tadi dia dengar.
Jepri tidak marah, dia malah tersenyum mendengarnya. Lila sendiri terkejut melihat ekspresi Jepri.
" Oke, kamu boleh pergi" Lila langsung pamit keluar.
~~
Di rumah Lala.
__ADS_1
Lala mulai curiga, ia merasa Zaki tidak betah lama-lama bersamanya, Zaki akan jaga jarak ketika ponakannya ada di dekat mereka.
Zaki masuk ke kamarnya dengan wajah seperti habis olahraga. Ia melewati istrinya langsung ke kamar mandi.
Lala makin gak tenang melihat suaminya dua kali seperti itu terus, ia takut kejadian yang pernah ia lakukan dulu akan terjadi kepada dirinya.
Zaki menciumnya dengan lembut.
" Sayang udah minum obat?". Lala mengangguk.
" Sayang besok kita ke dokter ya?".
Zaki berpikir lagi dan mencari alasan untuk tidak ke dokter.
" Kita liat ya sayang, kalau aku bisa batalin meeting nya besok aku pasti antar kamu". Lala makin curiga mendengarnya, terlebih lagi Zaki menguap terus seperti habis kelelahan.
Melihat Zaki tidur Lala mengambil ponsel Zaki dan memeriksa riwayat chatting nya. Tidak ada yang mencurigakan.
Lala langsung ada ide dan mengirim pesan sama orang yang bisa dia andalkan
( Besok saya ingin memasang CCTV di rumah saya dan di kamar bekas anak saya dulu, tapi setelah semuanya pergi keluar).
( Baik Nyonya)
Lala segera menghapus pesannya dan ikut tidur.
__ADS_1
Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗