Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
18


__ADS_3

Keduanya sama-sama mendengar suara ketukan pintu.


Jepri melepaskan pelukannya lalu ia memandangi istrinya.


" Jika ibu bertanya bilang saja saya tidur!”. Luna mengangguk.


Luna segera membuka pintunya nampak Ziya sedang berdiri di depan pintunya.


” Ibu mau pamit nak, Jepri nya mana?!”.


” Mas Jepri nya lagi tidur bu”


" Ya sudah ibu jalan ya. tolong sampaikan salam ibu kepadanya!”.


" Luna antar sampai depan ya!”.


Luna mengantar Ziya kedepan. " Nak ingat pesan ibu ya, jangan patahkan hatinya!”. Luna mengangguk.


Jeje sudah berdiri di bawa. ia melihat ke atas berharap ia bisa melihat Jepri namun hanya ibu dan Luna yang turun.


Luna tersenyum kearahnya namun Jeje membuang wajahnya.


" Apa Jepri tidak mengantar kita?”.


" Sepertinya Luna membuat Jepri tertidur pulas, makanannya dia tidak bisa antar kita ke bandara”.


Jeje langsung menatap tajam Luna. Luna hanya tersenyum tipis


Dugaan ibu salah.


" Nyonya apa anda udah siap!" Semi sudah berdiri di belakang mereka.


" Lun. ibu harap Jepri setuju dengan rencana kita!". Luna hanya tersenyum.


Jeje langsung jalan duluan tampa berpamitan kepada Luna.


Semi langsung pergi.


Luna bingung dia harus ngapain. Luna memutuskan untuk ke kamar utama.


Ia merebahkan tubuhnya ditempat tidur sembari memikirkan sesuatu yang mengganjal di pikirannya.


Tiba-tiba pintunya kebuka Luna segera bangun dan melihatnya.


" Ada yang bisa saya bantu Pak?”.


Luna melihat ada beberapa orang yang masuk ke kamarnya.


Ada apa ini?.


" Tolong pindahkan barang-barang nona ke kamar saya!" Perintah Jepri.


Luna melongo. bukannya ibunya udah pergi kenapa harus satu kamar sih!.


" Ngapain lagi kamu di situ, ikut saya!”. Luna menurut saja ia mengikuti Jepri keluar.


" Pak bukannya ibu." Jepri membalikkan badannya Luna tidak melanjutkan bicaranya.


" Apa?”. Luna diam sambil tersenyum tipis. " Maksud saya tadi ibu titip salam untuk bapak!".


" Oh itu, saya juga dengar ko kamu tidak perlu mengulanginya kamu kan tau aku tidak tidur!”.


Luna merasa bodoh, jelas-jelas ia tau Jepri tidak tidur.


Bodoh banget sih!. Luna menggerutu dihatinya.


Luna mengikuti Jepri turun. Luna melihat sudah ada makanan di meja.


Jepri segera duduk. " Makanlah pasti kamu belum makan kan?”. Luna mengangguk lalu segera makan.


”Lupa tidak ngabarin Mila hari ini. Luna bicara sambil makan. Luna ingat itu larangan keras ketika sedang makan bicara.


" Maaf!". Lirihnya.


Jepri pergi ke ruangan kerjanya, sementara Luna di kamar nonton televisi.


Ponselnya bunyi tanda pesan masuk.


💌,

__ADS_1


Non, besok ke butik gak?. tadi pak Sem ngasih tau aku kalau nona tidak bisa datang.


💌


Iya Mil. Besok aku ke butik.


💌


Nona tau gak, tadi ada pria tampan belaja di butik kita.


💌


Oh yah, belanja apa dia?.


💌


Dia belikan pakaian untuk mamanya.


💌


Oh gituh.


💌


Katanya besok dia mau ke butik lagi.


💌


Oke Mil, aku istirahat dulu ya. sampai ketemu besok.


Luna menaruh ponselnya lalu ambil bantal dan selimut. Ketika ia mau merebahkan tubuhnya pintunya kebuka.


" Suruh siapa tidur disitu?”. Jepri bicara seraya melewatinya.


Luna malah bengong mematung.


" Apa kamu gak denger saya tadi bilang apa?”.


" Saya tidur di satu ranjang dengan bapak gth?".


" Iya sama saya, lalu kamu mau sama siapa?”.


Luna degdegan kali ini ia takut di apa-apain sama Jepri.


Sumpah aku takut gimana mau tidur kalau ada dia. Luna memiringkan tubuhnya.


Jepri asiek dengan ponselnya. Lama kelamaan Luna terlelap tidur.


(” Papa bahagia akhirnya kamu menikah dengan pria tepat seperti Jepri. Papa harap kamu jadi istri yang baik dan patuh kepada suami. kamu harus janji nak akan melayaninya dan melupakan mantan kamu sayang!.


"Papa kemana saja Luna Kangen sama papa.


" Papa ada di dekat kamu, kamu harus janji sama papa, kamu harus patuh dan juga nurut sama suami kamu!"


Luna langsung membuka matanya dan duduk. Keringat dingin membasahi keningnya.


Aku pikir itu nyata, Luna berharap papa baik-baik saja.


" Apa kamu mimpi buruk?”. Luna terkejut mendengar suara Jepri. Ternyata dia belum tidur rupanya. Batinnya.


Jepri menyalahkan lampunya ia mengambil penutup mata di lacinya.


" Pakai ini, agar bisa tidur nyenyak". Luna menerimanya lalu ia pakai dan tidur lagi. Namun hatinya terus memikirkan ucapan papanya.


Pagi harinya...


Luna membuka matanya. Syukurlah tidak terjadi apa-apa!. Batinnya.


Ia segera mandi. cukup lama Luna di kamar mandi ia mengingat waktu tinggal bersama orang tuanya. Luna suka lihat Mamanya menyiapkan sarapan dan pakaian untuk papanya.


Apa Papa mau aku seperti itu. Batinnya.


Menurut dia ini sandiwara tapi bagiku tidak. ini sakral dan aku gak bisa main-main dengan pernikahan ini. Luna memutuskan untuk menyiapkan pakaiannya dan keperluan kantornya.


" Selamat pagi Pak, apa bapak mau mandi pakai air hangat atau biasa?”. Jepri baru bangun sudah dihujani pertanyaan.


" Di mana Lila, apa dia lupa untuk menyiapkan keperluan saya!”.


” Kenapa anda mencari Lila. sekarang ada saya istri bapak yang akan melayani anda!”.

__ADS_1


Jepri melihatnya. Dia itu kenapa.. apa dia sakit!.


Jepri melihat pakaiannya sudah siap berikut dasinya. Dia menyiapkan semua ini!.


Jepri keluar dengan pakaian yang di pilih Luna.


" Pak. bapak pulang jam berapa nanti sore?”.


" Kenapa memangnya?”.


" Saya hanya ingin tau saja pak, seorang istri harus ada dirumah ketika suaminya sudah pulang kerja!”. Jepri diam sejenak.


" Jam 5!”.


" Baik kalau gitu, Oiya Pak saya boleh kan ke butik hari ini?”.


" Iya!".


Dia ini kenapa tiba-tiba berubah seperti ini. Jepri bingung dengan sikap Luna pagi ini.


Mereka turun sama-sama. Sarapan kali ini tetap Lila yang menyiapkan makanannya.


" Lila, biar saya yang melayani tuan!”.


" Baik Nona!”.


Jepri lagi-lagi diam.


Luna melayani Jepri layaknya suami istri. Jepri sampai tidak bisa berkata apa-apa.


Apa otaknya ke geser. hari ini dia lebih banyak bicara. Batin Jepri.


Kali ini Jepri yang bingung dengan sikap Luna.


Semi sudah datang dan ia menuggunya di ruang tengah. " Pagi Sem!” Sapa Luna.


Semi terdiam membekuk. Jepri menepuk pundaknya. " Dia menyapa mu Sem!”.


" Maaf tuan, saya.”


" Saya aja bingung dengan sikap dia pagi ini. kamu tau dia itu Kenapa”.


Semi terkejut mendengarnya. Mana saya tau tuan, anda kan suaminya sekarang. Batin Sem.


” Lupakan Sem ayo kita pergi.


Di luar luna sudah menuggunya.


" Pak, hati-hati di jalan!”. Semi dan Jepri diam.


" Ayo sama-sama kita perginya”.


" Tidak pak, saya naik taksi saja!”.


" Saya bilang naik!”.


” Baik pak”. Luna segera naik duluan ke mobil.


Jepri memperhatikan Luna. Luna merasa di perhatikan ia pun menoleh. Jepri segera membuang wajahnya.




Semi membukakan pintu mobilnya.



" Silahkan nona!.. Luna melihat ke arah Jepri. " Pak!”. Luna memberanikan diri untuk mengambil tangannya lalu menciumnya. Jepri terkejut.



" Semoga hari anda menyenangkan ia pak. Luna segera keluar. Ia memegangi dadanya takut Jepri marah karena udah lancang memegangi tangannya.



Maaf pak, ini demi pernikahan kita. karena pernikahan ini bukan main-main. Batin Luna sembari jalan ke butiknya.


__ADS_1


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗


__ADS_2