
Di perjalanan Luna melihat jajanan di pinggir jalan dekat sekolah. Luna memarkirkan mobilnya di samping jalan. Luna keluar.
" Nona anda mau kemana ?". Tanya Lila sembari keluar juga dari mobil.
" Saya mau jajan itu!". Luna segera nyebrang jalan dan menghampiri yang jualan jajanan tradisional.
" Tapi nona, anda tidak boleh jajan sembarangan". Luna tidak mendengarnya dia langsung menunjuk makanan yang dia mau. Lila menarik napasnya.
" Luna?". Luna melihat ke arah suara.
" Dira?". Luna langsung memeluk temannya itu.
" Apa kabar kamu?". Tanya Dira.
" Aku baik Dira, kamu?". Jawab Luna.
" Aku juga baik, dan kebetulan anakku sekola disini!". Ujar Dira.
" Oh gitu". Jawab Luna. Mereka malah asik ngobrol di pinggir jalan dan mengenang masa lalunya sambil makan jajannya.
" Oiya, aku turut berdukacita atas meninggalnya Zaki!" Luna langsung diam dan berhenti mengunyah.
" Aku tau. dia ayah tiri kamu sekarang, maaf ya. Luna masih diam.
" Lun, kamu baik-baik saja kan?". Tanya Dira.
" Zaki meninggal?, kapan?". Luna terkejut mendengarnya.
" Kamu gak tau?, apa jangan-jangan kamu gak tau juga soal mama mu Lun?". Luna hanya bengong. Dira menceritakan semuanya sama Luna. Luna tidak percaya mendengarnya.
" Lun, aku jemput anak aku dulu ya, kapan-kapan kita jalan bareng, dan ngobrol lagi oke ". Ujar Dira sambil memeluknya. Luna hanya mengangguk tidak berkata apa-apa.
Luna langsung naik ke mobil, Lila cepat-cepat masuk juga, Luna langsung pergi. Kenapa ayah gak ngasih tau soal mama, dan ayah menyembunyikan ini semua dari aku. Batin nya.
Lila mencoba mengirimkan pesan lagi sama Jepri. Semoga tuan membalasnya aku takut nona kenapa-kenapa. Batinnya.
Sampai di kantor polisi, Luna langsung menemui sipir penjara.
__ADS_1
" Nona, jam besuk ada lagi setelah jam makan siang!". Ujar sipir.
" Saya mohon bu, saya ingin melihat mama saya, apa dia baik-baik saja?".
” Dia baik nona, sebaiknya anda tunggu sampai jam makan siang ". Luna tidak bergeming ia tetap berdiri di depan kantor polisi. Sipir penjara melihat perut Luna merasa kasian.
Dia langsung pergi ke sel. Tidak lama Luna melihat ibunya di dorong pakai kursi roda. Luna merasa sedih melihatnya.
" Mama" Panggilnya lirih. Lala langsung menjatuhkan air matanya merasa sedih. Luna langsung memeluknya sambil menekuk tubuhnya.
" Mama Kenapa jadi seperti ini?". Tanya Luna. Tak kuasa menahan sedihnya Lala menangis di pelukan putrinya. Lala diam cukup lama dia tidak bisa bicara karena rasa sedihnya yang amat dalam.
Luna berjongkok sambil mengelap air matanya yang terus jatuh di pelupuk matanya.
" Mah?". Dengan suara pelan Luna memanggil mamanya sambil menyentuh wajahnya.
" Ini karma dari kamu nak, Mama sudah berdosa kepadamu!". Jawabnya sambil terus menangis.
" Mama. Luna menarik tangan mamanya, lalu meletakkannya pada perutnya. Lala langsung berhenti menangis.
" Kamu hamil sayang?". Luna mengangguk. Lala berkaca-kaca. Lala merasa bahagia.
" Tidak sayang, mama tidak ingin menyusahkan kamu, mama memang harus bertanggung jawab atas pembuatan mama kepada papamu selama ini, mama yang tega sudah mengurungnya hidup-hidup! ".
" Apa?, jadi mama yang mengurung ayah? .
" Apa papa tidak cerita soal kecelakaannya sama kamu?". Tanya Lala.
" Ayah cerita, tapi di balik semua ini Zaki kan mah?'. Lala terkejut mendengar nya.. Jadi Yusuf tidak menceritakan kebenarannya. Batin Lala.
" Dalangnya adalah Mama nak, mama yang sudah kemakan hasutan pria jahat itu, dan mama juga yang merencanakan untuk mengurung papa mu hidup-hidup di basemen".. Sekali lagi Luna merasakan sakit hati mendengarnya.
Lala langsung mendudukkan kepalanya. " Papamu memang sangat baik nak, bahkan dia tidak menyatakan kebenarannya sama kamu". Ujarnya lirih.
Luna langsung ingat dengan papanya, yang awalnya kesal berubah jadi perhatian.
" Nak, maafkan mama, mama sudah menyia-nyiakan kalian berdua, Mama nyesel nak". Ujarnya sungguh-sungguh. Luna tidak kuat melihat mamanya terus menangis, Luna menghapus air matanya sembari memeluknya lagi.
__ADS_1
" Hiks,, hiks,,," Suara tangisnya langsung pecah. Pemandangan yang membuat semuanya orang sedih melihatnya. Bahkan sipir penjara ikut menangis melihat ibu dan anaknya.
Sementara di luar Lila terus menghubungi Jepri.
>> Iya, Lila?.
>> Maaf tuan, apa anda sudah baca pesan saya?. Jepri mengecek ponselnya matanya terbuka lebar.
>> Kalian dimana sekarang??.
>> Kami di kantor polisi tuan. Jepri langsung menutup teleponnya dan bergegas pamit pergi.
" Apa ada sesuatu sama anak Ayah?". Tanya Pak Yusuf.
" Luna baik-baik saja ayah, saya harus jemput dia". Jawab Jepri sembari bergegas pergi. Zapran ikut pamit juga mengikuti Jepri keluar.
Sampai di kantor polisi Jepri segera turun menghampiri Luna dan mamanya yang sedang ngobrol.
Lala menatap wajah Jepri dan Zapran dari kejauhan. Lala sedikit membenarkan rambutnya sambil tersenyum lebar ke arah menantunya itu. Jepri tidak menyambutnya dengan baik, ia malah memasang wajah datar tampak ekspresi. Beda dengan Zapran ia membalas senyumannya.
" Sayang" Panggil Jepri. Luna menoleh ke arah nya. Jepri memegangi kepalanya sembari memainkan anak rambutnya.
" Kamu sudah makan?". Tanyanya lembut. Luna menggelengkan kepalanya.
" Apa kabar nak, Jepri?". Tanya Lala.
Jepri hanya mengangguk. " Ayo kita pulang?". Ajak Jepri.. Zapran tidak bicara apa-apa soal sikap Jepri sama mama mertuanya itu. Luna tau Jepri pasti tidak suka dengan sikap mamanya dulu.
” Ma, Luna pamit ya". Lala mengangguk.
" Nak, apa kamu sungguh-sungguh ingin mengeluarkan mama dari sini?". Luna mengangguk. Lala tersenyum lebar mendengarnya.
" Hati-hati sayang?". Ujarnya. Luna dan Jepri langsung keluar, Luna tersenyum melihat Zapran ada di sana. Dia langsung menghampirinya.
" Apa kabar, kaka ipar?". Sapa Luna.
" Baik adik ipar" Jawab Zapran sembari tersenyum. Mereka terlihat akrab. Jepri merasa tidak senang mendengar Luna ingin membebaskan Lala, dia tidak bicara apa-apa sampai restoran.
__ADS_1
******
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏