Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
99


__ADS_3

Sekali lagi Jepri mencium Luna. Luna melotot. " Mas malu di liat orang banyak.


" Saya tidak peduli!". Jepri menciumnya dengan rakus. Mendengar mobil datang Luna melotot.


" Mas ada ayah!". Jepri melepaskan ciumannya, adiknya keburu bangun dan Jepri langsung kesal. Sial!!. Gumamnya kesal sembari jalan ke kamarnya untuk menenangkan adiknya dulu.


Luna membenarkan rambutnya sembari jalan menyambut ayahnya.


" Ayah" Sapa Luna. Pak Yusuf melihat ke arah belakang.


" Bukannya tadi mantu aya ada di sini kemana dia?".


" Oh, mas Jepri lagi menenangkan A." Luna tidak jadi melanjutkan bicaranya.


" A, apa?".


" Ayah, kebetulan Luna lagi minum teh, yu kita sama-sama minumnya!". Luna hampir keceplosan.


Pak Yusuf langsung duduk, mereka langsung minum teh. " Nak, kamu belum jawab, Jepri kemana?".


" Ada yah, dia lagi mandi". Jawab Luna .


" Ayah, soal mama, apa ayah tidak ingin mengeluarkan mama dari penjara?”. Pak Yusuf menghela napasnya.


" Nak, sebaiknya kamu pokus dengan keluarga kamu sayang, soal mama biar ayah yang mengurusnya, kamu pokus dengan anak kamu dan suamimu". Luna terdiam mendengar ucapan ayahnya.


Tidak lama Jepri datang dengan pakaian santainya. " Pagi yah?" Sapa Jepri.


" Pagi nak, tadi ayah liat kamu sama Luna, pas ayah masuk kamu tidak terlihat lagi". Jepri menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ya, tadi saya belum mandi yah" Jawabnya sembari duduk di samping istrinya. Mereka bicara panjang lebar.

__ADS_1


Di penjara, Jeje tidak bisa tidur, kulitnya penuh dengan noda merah akibat nyamuk.


" Kulitku, gara-gara nyamuk sialan jadi rusak" Umpatnya sambil menggerutu.


" Dasar cewek manja!". Saut teman sel nya. Mendengar perkataan temannya Jeje merasa emosi, dia langsung menarik rambutnya dan mereka berkelahi di dalam Sel.


Temannya mencakar wajah Jeje sampai berdarah dengan kuku panjangnya, Jeje tidak terima dia mencekik teman sel nya itu sampai ngos-ngosan untungnya sipir penjara langsung datang dan melerai mereka.


" Huh,, huh," Jeje masih emosi mendapati wajahnya berdarah.


" Dasar ******, beraninya lo cakar wajah cantikku ini!! " Dengan suara naik turun Jeje bicara, sembari memegangi wajahnya. Tiba-tiba perempuan yang di cekik nya ambil pentolan yang biasa sipir bawa. lalu memukul Jeje di kepalanya sampai dia pingsan. Jeje ambruk seketika ke lantai.


Sampai di ruang perawatan Jeje meringis kesakitan memegangi kepalanya. " Apa ruangan ini mati lampu?" Tanyanya. Sipir dan dokternya saling memandang.


" Tidak, ini masih siang nona". Jeje melotot mendengarnya.


" Mataku, kenapa mataku jadi gelap!!". Teriaknya. Dokter langsung memeriksanya.


" Tidak mungkin, anda bohong kan!!, dokter katakan saya masih bisa melihat kan??". Tanya Jeje.


" Saya tidak bisa memastikan nya sekarang nona, anda harus di periksakan ke spesialis mata". Jawab dokter.


" Tidak!!, aku tidak mungkin buta!". Jeje menangis sejadi-jadinya sembari hendak turun dari ranjangnya.


" Nona, anda harus tenang, ". Jeje masih memberontak dia ngamuk di ruangan. Dokter langsung menyuntikkan obat penenang untuknya agar Jeje tidak memberontak.


Lama kelamaan Jeje langsung lemas dan tertidur.


Tidak terasa hari makin siang. Pak Yusuf pamit pulang. Jepri dan Luna mengantar nya sampai depan.


" Ayah pamit sayang, jaga anak ayah dengan baik ya nak?". Jepri mengangguk.

__ADS_1


" Ayah hati-hati" Pak Yusuf langsung masuk ke mobil dan pergi. Jepri segera menggendong Luna ke kamar.


Dengan pelan ia menidurkan Luna seperti bayi. " Mas, mau ngapain?". Jepri langsung membuka pakaiannya dan juga milik Luna. Jepri melancarkan aksinya.


Tidak terasa waktu cepat berlalu. Zapran dan Ziya datang memberi kejutan untuk Jepri dan juga Luna di rumahnya. Jepri dan Luna habis memeriksa kehamilan, mereka pulang ke rumah langsung di kejutkan oleh petasan.


" Ibu" Lirihnya, Ziya langsung memeluk kedua anaknya, Luna merasa bahagia melihat mama mertuanya lagi.


" Apa kabar sayang?".


" Kami baik bu, kenapa ibu tidak beri tau kami kalau mau datang?". Ujar Luna dan Jepri.


" Bukan kejutan dong namanya!". Saut Zapran dari belakang. Jepri dan Zapran berpelukan.


" Adik ipar, apa sudah ada tanda-tanda mau lahiran?" Tanya Zapran.


" Perkiraan dokter ahir bulan ini". Jawab Jepri.


" Wah, sepertinya ponakan om mau om pegang". Zapran pura-pura ingin menyentuhnya.


" Stop!!". Jepri teriak menghentikan langkahnya. " Hahahaha " Semuanya tertawa terbahak-bahak.


" Lihatlah adik ipar, suamimu cemburu!". Ejek Zapran.


" Sudah-sudah ayo kita makan bersama ". Ajak Ziya seraya memegangi tangan Luna. Jepri mengikutinya dari belakang dengan Zapran.


Untuk pertama kalinya Luna di rawat sama mama mertuanya dengan baik, Luna merasa senang dan bahagia.


Jepri dan Zapran senang melihat kedekatan keduanya. Mereka langsung tos.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2