Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
57


__ADS_3

Luna merasa senang sekaligus penasaran atas perubahan suaminya.


Jepri terus melihat ponselnya sambil chat sama Semi.


” Kita mau kemana ne?”. Jepri bertanya namun wajahnya pokus mengemudi.


Hah, aku pikir dia tau mau ajak aku kemana. Luna memikirkan sesuatu.


" Sayang, apa anda tidak keberatan kalau saya yang langsung menunjukan arah jalannya?”. Jepri mengerutkan keningnya.


” Kenapa harus ribet, tinggal bilang mau ke mana saya langsung antar kamu”.


Kalau begitu kenapa tadi dia nanya mau kemana, kalau ujung-ujungnya gini lagi.


Jepri melirik istrinya lagi cemberut.


" Oke kita ke arah mana?". Luna langsung senang mendengarnya.


" Dari depan belok kanan" Luna terus memberikan instruksi sama Jepri. Luna memandanginya dari samping. Ia melingkarkan tangannya ke tangan Jepri.


" Terimakasih sayang”.


” Ya, tapi semua tidak gratis!".


Luna langsung membenarkan duduknya. Melihat expresi wajah Luna Jepri langsung menariknya lagi dan membiarkan kepalanya bersandar di bahunya.


Sampai di puncak Luna langsung turun dan langsung menghirup udara segar di siang hari, udara puncak memang selalu sejuk membuat hati tenang dan damai.


" Kamu suka tempat ini?". Luna mengangguk.


Mereka berdiri bersampingan sembari melihat pemandangan indah di atas puncak. Tiba-tiba air mata Luna jatuh begitu saja di pipinya ia ingat dengan papanya.


" Kenapa nangis?" Jepri memeluknya dari samping ia mengusap pucuk kepalanya dengan pelan, Luna makin nangis mendapati sikap Jepri seperti papanya dulu.


" Saya ingat papa" Jawabnya lirih. Jepri langsung sedih mendengarnya.


"Kalau saya pergi, apa kamu akan nangis juga?". Jepri ingin tau jawabannya.


" Apa anda mau ninggalin saya juga?" Luna tambah nangis sejadi-jadinya, bahkan suaranya sangat kencang. Jepri langsung menenangkan Luna agar nangisnya berhenti.


" Apa kamu mencintai saya?". Luna diam membisu. Kenapa dia bertanya seperti itu, kalau saya bilang iya apa dia akan marah. Luna bicara di hatinya.


Jepri masih menuggu jawaban dari Luna. Hujan mulai turun, Luna belum menjawabnya keburu hujan deras.

__ADS_1


" Ayo kita ke fila!".


" Fila?, apa kita akan menginap di sini?".


Jepri mengangguk sembari lari ke arah mobil, Luna dan Jepri basah karena air hujan.


Di mobil kedua mengusap rambutnya yang basah melihat Luna bajunya basah Jepri mengambil jas di belakang tempat duduknya dan menyuruh Luna untuk ganti baju di mobil.


Luna yang mengerti langsung ganti pakaian, setelah itu ia pindah ke depan, Jepri kedinginan ia terus mengusap tangannya di tambah sama Ac mobil tambah dingin jadinya.


" Sayang apa kita tidak mampir dulu ke tempat yang lebih hangat?". Luna merasa kasian melihat Jepri kedinginan.


" Di sana banyak orang pastinya yang neduh, yang ada nanti kamu jadi tontonan orang-orang disana, kamu gak liat pakaian mu minim!". Luna langsung diam.


Jalanan sangat macet, jepri makin kedinginan sedangkan ke arah Fila nya masih jauh. Luna merasa kasian dia pun memeluk Jepri dari samping agar tubuhnya merasa hangat.


Jepri senang melihat Luna perhatian kepadanya.


" Kamu senagaja ingin menggoda saya?". Luna langsung melepaskan pelukannya.


" Kalau kamu lepas saya akan memakan mu di sini juga!". Luna langsung memeluknya lagi. Jepri tersenyum senang karena sudah membuat istrinya takut.


Di rumah..


" Ahhhh!!" Jeje teriak sambil mengacak-acak barang-barang yang tersusun rapih di dalam kamarnya.


" Jepri itu milik gua!, gua gak ikhlas Luna mendapatkan Jepri dengan cara licik!" Jeje menangis, hatinya terbakar rasa cemburu sudah tidak terbendung lagi, melihat tadi siang Jepri menjemput Luna kesabarannya sudah habis.


Jeje mengingat Zaki. Jeje segera bangun ia mencari ponselnya lalu mengirimkan pesan.


Tidak lama Jeje mendapatkan balasan dari Zaki. Jeje langsung siap-siap pergi. Jeje langsung pergi tampa pamit sama Ziya. Ziya yang sedang baca buku di teras melihatnya pergi.


Di cafe, Zaki kali ini menuggu Jeje duluan, ia merasa tertarik sama Jeje yang cantik sama kaya Luna.


Melihat Jeje sedang mencarinya ia melambaikan tangannya. Jeje langsung menghampiri Zaki.


Zaki menarik kursi untuknya, mereka duduk sangat dekat, Jeje awalnya risih namun dengan tekad nya ia harus membiarkan Zaki dekat-dekat dengannya.


" Nona, mau minum apa?". Zaki menawarkan minum.


" Saya tidak haus!, saya hanya ingin kamu cepat-cepat pergi bawa Luna jauh dari kehidupan Jepri selamanya!". Zaki langsung tersenyum tipis.


" Tidak mudah nona, Luna sangat setia sama pasangannya!".

__ADS_1


" Lalu kata kamu tadi apa, katanya Luna akan menurut sama kamu, dan kamu tau kelemahannya?"..


Zaki sebenarnya ingin lama-lama dengan wanita di depannya itu, ia ingin sekali mengulur waktu tapi Jeje wanita cerdas ia tidak bisa di bohongi seperti Luna.


" Iya betul!, dia sangat menyayangi ayahnya!".


" Bukanya ayah sudah mati?". Zaki menggelengkan kepalanya.


" Jadi ayahnya masih hidup??" Zaki mengangguk.


" Lalu dimana dia?". Jeje mulai bersemangat. Zaki makin gemas sama Jeje.


Gimana kalau dia meraung di bawah tubuhku, ah ingin sekali aku menidurinya saat ini juga. Batin Zaki.


Tampa Jeje sadar dia menyentuh tangan Zaki. " Apakah Luna akan siap meninggalkan Jepri demi ayahnya?"..


Zaki makin senang karena tangan Jeje di atas tangannya.


Kulitnya halus bahkan aku mulai merasakan kenikmatan dari nya. Zaki melihat tangan Jeje yang sedang menyentuhnya. Jeje yang sadar segera menariknya.


" Ya, Luna akan melakukan apapun demi ayahnya". Jawaban Zaki membuat Jeje senang.


" Berapapun yang kamu mau saya akan bayar!". Zaki tersenyum lagi.


" Saya tidak butuh uang, karena saya memiliki uang!”.


" Lalu, apa kamu mau mobil, rumah?". Zaki membenarkan kancing kemejanya.


” Kita Cek in?". Jeje melotot mendengarnya.


" Kurang ajar!!, kamu pikir aku pelacur!!" Jeje langsung berdiri sambil bicara kencang. Para pengunjung cafe semuanya langsung melihat ke arahnya.


" Tenang nona, anda jadi pusat perhatian semua orang!". Jeje mengatur napasnya ia melihat ke semua orang yang sedang melihatnya. Ia pun langsung duduk lagi.


" Kalau anda tidak setuju, saya tidak akan memaksa anda nona!". Zaki tersenyum licik, tangannya mengambil cangkir kopi lalu meneguknya. Jeje mengepalkan tangannya langsung angkat kaki dan pergi.


Zaki merasa makin gairah melihat Jeje mengunakan rok mini dan jalan terburu-buru.


Sialan!, Jepri sangat beruntung bisa mendapatkan cinta dari perempuan secantik Luna dan Jeje.


Di mobil Jeje sangat kesal. Sialan Zaki dia itu memang pria brengsek!!. Umpatnya.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2